Arsip Blog

Entri Populer

Samarajiwa. Diberdayakan oleh Blogger.

Dakriosistitis (infeksi kantong air mata)

DEFINISI
Dakriosistitis adalah suatu infeksi pada kantong air mata (sakus lakrimalis).

PENYEBAB
Dakriosistitis biasanya terjadi akibat penyumbatan pada duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan air mata ke hidung).

GEJALA
Infeksi menyebabkan nyeri di daerah sekitar kantong air mata yang tampak merah dan membengkak.

Mata menjadi merah dan berair serta mengeluarkan nanah.
Jika kantong air mata ditekan secara perlahan, akan keluar nanah dari lubang di sudut mata sebelah dalam (dekat hidung).

Penderita juga mengalami demam.

Jika infeksi yang ringan atau berulang berlangsung lama maka sebagian besar gejala mungkin menghilang hanya pembengkakan ringan yang menetap.

Kadang infeksi menyebabkan tertahannya air mata di dalam kantong air mata sehingga terbentuk kantong yang berisi cairan (mukokel di bawah kulit.

Infeksi berulang bisa menyebabkan penebalan dan kemerahan diatas kantong air mata.
Bisa terbentuk kantong nanah (abses) yang kemudian pecah dan mengeluarkan nanahnya.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Infeksi diobati dengan antibiotik per-oral (melalui mulut) atau intravena (melalui pembuluh darah).
Daerah kantong air mata juga boleh dikompres hangat.

Jika terbentuk abses, dilakukan pembedahan untuk membuka dan membuang nanahnya.
Untuk infeksi menahun, penyumbatan duktus nasolakrimalis bisa dibuka dengan bantuan jarum atau melalui pembedahan.

Baco Salengkapnyo...

Tumor Kelopak Mata

DEFINISI
Tumor dan kanker bisa tumbuh di kelopak mata.
Salah satu jennis tumor jinak yang paling sering ditemukan di kelopak mata adalah xantelasma, yang merupakan pertumbuhan mendatar berwarna putih-kuning, yang terdiri dari lemak.

Xantelasma tidak perlu dibuang kecuali jika penderita merasa penampilannya terganggu.
Xantelasma bisa menunjukkan adanya peningkatan kadar kolesterol (terutama pada orang muda).

Kanker jenis karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal uga bisa tumbuh pada kelopak mata.

Jika setelah beberapa minggu suatu pertumbuhan di kelopak mata tidak menghilang, maka dilakukan biopsi dan biasanya dilakukan pembedahan untuk mengangkatnya.


Baco Salengkapnyo...

Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea

DEFINISI
Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea adalah infeksi pada kornea yang disebabkan oleh herpes zoster.

PENYEBAB
Virus herpes zoster. Herpes zoster adalah virus yang tumbuh di dalam saraf dan bisa menyebar ke kulit, menyebabkan shingle (herpes zoster).

Keadaan ini sebetulnya bukan merupakan ancaman bagi mata. Tetapi jika saraf oftalmikus (cabang dari saraf trigeminalis terinfeksi, maka infeksi akan lebih mudah menyebar ke mata.

GEJALA
Infeksi menyebabkan nyeri, kemerahan dan pembengkakan kelopak mata. Kornea yang terinfeksi juga dapat membengkak dan mengalami kerusakan yang berat.

Terjadi peradangan struktur di belakang kornea (uveitis) dan peningkatan tekanan di dalam bola mata (glaukoma).

Komplikasi yang sering terjadi adalah berkurangnya rasa jika kornea disentuh dan glaukoma permanen.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.

PENGOBATAN
Jika herpes zoster menginfeksi wajah dan membahayakan mata, maka untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada mata, seringkali diberikan asiklovir per-oral (melalui mulut) selama 7 hari. Bisa juga diberikan tetes mata corticosteroid.

Tetes mata atropin seringkali digunakan untuk menjaga agar pupil tetap lebar dan membantu mempertahankan tekanan di dalam mata.

Baco Salengkapnyo...

Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea

DEFINISI
Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea adalah infeksi pada kornea yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.

Infeksi herpes pada kornea merupakan infeksi virus yang berulang. Penelitian menunjukkan bahwa sampai 50% penderita mengalami kekambuhan.
Infeksi ulangan ini bisa terjadi beberapa minggu atau bahkan beberapa tahun setelah infeksi pertama.


PENYEBAB
Penyebabnya adalah virus herpes simpleks.


GEJALA
Pada stadium awal, infeksi ini menyerupai infeksi bakteri yang ringan karena gejala yang timbul bersifat ringan (mata terasa nyeri, berair, merah dan peka terhadap cahaya).

Pembengkakan kornea menyebabkan penglihatan kabur.

Infeksi seringkali hanya menyebabkan perubahan yang ringan pada kornea dan akan menghilang dengan sendirinya. Kadang virus menembus lebih dalam dan menghancurkan permukaan kornea.

Infeksi ulang bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada permukaan kornea. Jika penderita sampai mengalami infeksi yang berulang-ulang, bisa terjadi ulserasi (pembentukan luka terbuka), pembentukan jaringan parut yang bersifat menetap serta hilang rasa ketika mata disentuh.

Virus herpes simpleks juga bisa menyebabkan peningkatan pertumbuhan pembuluh darah, gangguan penglihatan atau kebutaan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.


PENGOBATAN
Diberikan obat anti-virus seperti trifluridin, vidarabin atau idoxuridine; biasanya dalam bentuk salep atau larutan pencuci mata.

Untuk membantu mempercepat penyembuhan, kadang dokter spesialis mata menggunakan kapas untuk mengangkat sel-sel yang mati dan rusak dari permukaan kornea.

Baco Salengkapnyo...

Keratopati Bulosa (Pembengkakan Kornea)

DEFINISI
Keratopati Bulosa adalah pembengkakan kornea yang paling sering terjadi pada usia lanjut.

Ada 2 macam keratopati bulosa:

  • Keratopati Bulosa Afakik : jika lensa alami telah diangkat dan tidak diganti dengan lensa buatan
  • Keratopati Bulos Pseudofakik: jika lensa alami telah diganti oleh lensa buatan.

PENYEBAB
Kesehatan kornea berhubungan erat dengan jumlah sel endotelial.
Sel endotelial adalah sel-sel yang terletak di kornea bagian belakang dan berfungsi memompa cairan dari kornea sehingga kornea relatif tetap kering dan bersih.

Sejalan dengan bertambahnya usia, terjadi pengikisan sel-sel endotel yang terjadi secara bertahap. Kecepatan hilangnya sel endotel ini berbeda pada setiap orang.

Setiap pembedahan mata (termasuk operasi katarak dengan atau tanpa pencangkokan lensa buatan), bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sel endotel. Jika cukup banyak sel endotel yang hilang, maka kornea bisa membengkak.

Peradangan intraokuler (uveitis) dan trauma pada mata juga bisa menyebabkan hilangnya sel endotel sehingga meningkatkan resiko terjadinya keratopati bulosa.

GEJALA
Penglihatan penderita menjadi kabur, yang paling buruk dirasakan pada pagi hari tetapi akan membaik pada siang hari.

Ketika tidur kedua mata terpejam sehingga cairan tertimbun di bawah kelopak mata dan kornea menjadi lebih basah. Jika mata dibuka, cairan berlebihan ini akan menguap bersamaan dengan air mata.

Pada stadium lanjut akan terbentuk lepuhan berisi cairan (bula) pada permukaan kornea. Jika bula ini pecah, akan timbul nyeri yang hebat dan hal ini meningkatkan resiko terjadinya infeksi kornea (ulserasi).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.

Dengan slit lampbisa diketahui adanya lepuhan, pembengkakan dan pembuluh darah di dalam stroma.

Untuk menghitung jumlah sel endotel bisa dilakukan pemeriksaan mikroskopi spekuler.

PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah mengurangi pembengkakan kornea. Karena itu diteteskan larutan garam (natrium klorida 5%) untuk membantu menarik cairan dari kornea.

Jika tekanan di dalam mata meningkat, diberikan obat glaukoma untuk mengurangi tekanan yang juga berfungsi meminimalkan pembengkakan kornea.

Jika bula pecah, diberikan obat anti peradangan, larutan natrium klorida 5%, salep/tetes mata antibiotik, zat pelebar pupil dan lensa kontak yang diperban; guna membantu penyembuhan permukaan mata dan mengurangi nyeri.

Jika penyakitnya berat dan tidak dapat diatasi dengan tindakan di atas, mungkin perlu dipertimbangkan untuk menjalani pencangkokan kornea.

Baco Salengkapnyo...

Keratokonus

DEFINISI
keratokonus adalah perubahan bentuk (penipisan) kornea yang terjadi secara bertahap, sehingga bentuknya menyerupai kerucut.

Keratokonus mulai terjadi pada usia 10-20 tahun.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui. Keratokonus lebih sering ditemukan pada pemakai lensa kontak dan penderita rabun dekat.

Penelitian menunjukkan bahwa keratokonus kemungkinan terjadi karena beberapa hal berikut:

  • Kelainan kornea bawaan
  • Cedera mata (misalnya menggisik-gisik mata atau memakai lensa kontak yang keras selama bertahun-tahun)
  • Penyakit mata tertentu (misalnya retinitis pigmentosa, retinopati, konjungtivitis vernal)
  • Penyakit sistemik (misalnya amorosis kongenitalis Leber, sindroma Ehlers-Danlos, sindroma Down dan osteogenesis imperfekta).
GEJALA
Keratokonus terjadi jika bagian tengah kornea menipis dan secara bertahap menonjol ke arah luar sehingga bentuknya menyerupai kerucut.

Kelainan kelengkungan ini menyebabkan perubahan pada kekuatan pembiasan kornea. Sebagai akibatnya terjadi astigmata sedang sampai berat dan rabun dekat.

Keratokonus juga bisa menyebabkan pembengkakan dan pembentukan jaringan parut yang menghalangi penglihatan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kornea dengan slit lamp

Untuk mengetahui kelengkungan kornea bisa dilakukan topografi kornea. Pada keratokonus stadium lanjut, penipisan kornea bisa diukur dengan pakimetri.

PENGOBATAN
Keratokonus biasanya menyerang kedua mata. Pada awalnya, penderita bisa memperbaiki penglihatannya dengan menggunakan kaca mata. Tetapi sejalan dengan memburuknya astigmata, penderita harus menggunakan lensa kontak untuk mengurangi astigmata dan agar penglihatannya lebih baik.

Pada kebanyakan kasus, kornea akan kembali stabil beberapa tahun kemudian tanpa pernah menyebabkan gangguan penglihatan yang berat. Tetapi pada sekitar 10-20% penderita, pada akhirnya kornea membentuk jaringan parut atau tidak dapat mentolerir lensa kontak.

Jika hal ini terjadi, maka perlu dilakukan pencangkokan kornea.

Baco Salengkapnyo...

Keratomalasia

DEFINISI
Keratomalasia (Xeroftalmia, Keratitis Xerotik) adalah suatu keadaan dimana kornea menjadi kering dan keruh akibat kekurangan vitamin, A, protein dan kalori.

Keratomalasia biasanya menyerang kedua mata.

PENYEBAB
Keratomalasia biasanya terjadi akibat kekurangan vitamin A yang berat. Vitamin A penting untuk fungsi penglihatan yang normal, juga untuk pertumbuhan tulang, kesehatan kulit dan melindungi selaput lendir pada saluran pencernaan, saluran pernafasan dan saluran kemih.

Di negara-negara berkembang, kekurangan vitamin A dan keratomalasi merupakan penyebab utama dari kebutaan pada masa kanak-kanak. Di negara-negara tersebut, kekurangan vitamin A seringkali terjadi sebagai akibat malnutrisi pada bayi dan anak-anak yang masih muda.

Di negara maju, kekurangan vitamin A dan keratomalasi terjadi akibat beberapa keadaan berikut yang berhubungan dengan proses penyerapan, penyimpanan ataupun pemindahan vitamin A, seperti:

  • Penyakit seliak
  • Kolitis ulserativa
  • Fibrosis kistik
  • Penyakit hati
  • Pembedahan bypass pada usus.
GEJALA
Gejala awal berupa rabun senja (penglihatan berkurang pada keadaan gelap) dan mata yang kering (disebut xeroftalmia), diikuti oleh pembentukan kerutan, kekeruhan dan perlunakan kornea (disebut keratomalasia).

Pada kekurangan vitamin A yang berat, pada konjungtiva terlihat adanya endapan kering dan berbusa yang berwarna abu-keperakan (bintik Bitot).

Jika tidak diberikan pengobatan yang adekuat maka perlunakan kornea akan menyebabkan infeksi, perforasi serta perubahan jaringan yang bersifat degeneratif, sehingga akhinya terjadi kebutaan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.

PENGOBATAN
Untuk mengatasi infeksi, bisa diberikan salep atau tetes mata antibiotik.

Untuk memperbaiki kekurangan vitamin A, diberikan tambahan vitamin per-oral (melalui mulut) dan untuk mengatasi malnutrisi dilakukan perbaikan gizi.

Baco Salengkapnyo...

Keratitis Ulserativa Perifer

DEFINISI
Keratitis Ulserativa Perifer adalah suatu peradangan dan ulserasi (pembentukan ulkus) pada kornea yang seringkali terjadi pada penderita penyakit jaringan ikat (misalnya artritis rematoid).

PENYEBAB
Keratitis ulserativa perifer bisa disebabkan oleh:

  • Penyakit non-infeksi
    - Artritis rematoid
    - Lupus eritematosus sistemik
    - Sarkoidosis
    - Rosasea
    - Arteritis sel raksasa
    - Penyakit peradangan saluran pencernaan
    - Kelainan metabolisme
    - Blefaritis
    - Keratitis marginalis
    - Pemakaian lensa kontak
    - Cedera mata karena bahan kimia, trauma ataupu pembedahan
  • Penyakit infeksi
    - Tuberkulosis
    - Sifilis
    - Hepatitis
    - Disentri basiler
    - Keratitis (karena virus, bakteri, jamur maupun akantamuba).
Faktor resiko utama terjadinya penyakit ini adalah penyakit jaringan ikat dan penyakit pembuluh darah.

GEJALA
Terjadi gangguan penglihatan, peka terhadap cahaya (fotofobia) dan penderita merasa ada benda asing di matanya.

Gejala lainnya adalah:
- mata berair
- peradangan konjungtiva dan episklera.



DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata serta pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Pengobatan lokal bertujuan untuk mencegah atau mengurangi kerusakan kornea, sedangkan pengobatan sistemik diberikan untuk mengatasi penyebabnya.

Untuk mengatasi penyebabnya, diberikan steroid sistemik dan obat penekan sistem kekebalan (immunosupresan); obat tersebut juga efektif dalam mengontrol peradangan mata dan sistemik.

Immunosupresan yang diberikan biasanya adalah cyclophosphamide.

Jika diduga penyebabnya adalah penyakit infeksi, maka diberikan antibiotik.

Beberapa teknik pembedahan yang dilakukan untuk mengatasi keratitis ulserativa perifer:

  • Perekat jaringan (misalnya lem sianoakrilat) digunakan pada ancaman perforasi dan perforasi yang berukuran kurang dari 1-2 mm.
  • Prosedur tektonik, yaitu keratoplasti, keratoplasti penetrasi dan pencangkokan bercak korneoskleral.

Baco Salengkapnyo...

Keratitis Pungtata Superfisialis

DEFINISI
Keratitis Pungtata Superfisialis adalah suatu keadaan dimana sel-sel pada permukaan kornea mati.

PENYEBAB
Penyebabnya bisa berupa:

  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri
  • Mata kering
  • Sinar ultraviolet (sinar matahari, sinar lampu, sinar dari las listrik)
  • Iritasi akibat pemakaian lensa kontak jangka panjang
  • Iritasi atau alergi terhadap obat tetes mata
  • Efek samping obat tertentu (misalnya vidarabin).

GEJALA
Mata biasanya terasa nyeri, berair, merah, peka terhadap cahaya (fotofobia) dan penglihatan menjadi sedikit kabur.

Jika penyebabnya adalah sinar ultraviolet, maka gejala-gejala biasanya munculnya agak lambat dan berlangsung selama 1-2 hari. Jika penyebabnya adalah virus, maka kelenjar getah bening di depan telinga akan membengkak dan nyeri bila ditekan.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah mata terasa perih, gatal dan mengeluarkan kotoran.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan mata.

Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan adalah:
  • Pemeriksaan ketajaman penglihatan
  • Tes refraksi
  • Tes air mata
  • Pemeriksaa slit-lamp
  • Respon refleks pupil
  • Keratometri (pengukuran kornea)
  • Pewarnaan fluoresensi kornea.

PENGOBATAN
Keratitis pungtata superfisialis biasanya berakhir dengan penyembuhan sempurna. Jika penyebabnya virus, tidak perlu diberikan pengobatan khusus dan penyembuhan biasanya terjadi dalam waktu 3 minggu.

Jika penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik. Jika penyebabnya adalah mata kering, diberikan salep dan air mata buatan.

Jika penyebabnya adalah sinar ultraviolet atau lensa kontak, diberikan salep antibiotik dan obat untuk melebarkan pupil.

Jika penyebabnya adalah reaksi terhadap obat-obatan, maka sebaiknya pemakaian obat dihentikan.

Baco Salengkapnyo...

Keratokonjungtivitis Sikka

DEFINISI
Keratokonjungtivitis Sikka adalah kekeringan pada kedua mata yang berlangsung lama akibat menurunnya fungsi kelenjar air mata, yang menyebabkan dehidrasi pada konjungtiva dan kornea.

PENYEBAB
Mata yang kering bisa merupakan gejal adari beberapa penyakit, seperti:

  • Artritis rematoid
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Sindroma Sj?gren.
>Mata yang kering paling sering terjadi pada wanita dewasa.

GEJALA
Berkurangnya pembentukan air mata atau penguapan air mata bisa menyebabkan iritasi mata dan menimbulkan perasaan mata seperti terbakar. Kerusakan yang tersebar di permukaan mata akan menambah rasa tidak nyaman dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia). Pada stadium lanjut, permukaan mata bisa menebal dan membentuk jaringan parut serta ulkus (luka terbuka). Pertumbuhan pembuluh darah juga meningkat. Jika jaringan parut terbentuk di kornea maka bisa terjadi gangguan penglihatan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Untuk mengetahui derajat kelembaban yang membasahi mata bisa dilakukan tes Schirmer (menempelkan kertas saring di ujung kelopak mata). Untuk mengetahui beratnya kerusakan mata yang terjadi dilakukan pemeriksaan mata dengan menggunakan slit lamp.

PENGOBATAN
Untuk mengatasi kekerinngan pada mata, setiap beberapa jam diteteskan air mata buatan. Air mata buatan adalah tetes mata yang mengandung zat yang merangsang air mata yang asli.

Pembedahan dilakukan untuk menyumbat pengaliran air mata ke hidung sehingga lebih banyak air mata yang digunakan untuk membasahi mata.

Jika kekeringan mata sangat hebat, bisa dilakukan penjahitan sebagian kelopak mata guna mengurangi penguapan air mata.

Baco Salengkapnyo...

Keratokonjungtivitis Vernalis

DEFINISI
Keratokonjungtivitis Vernalis adalah peradangan konjungtiva yang berulang (musiman).

PENYEBAB
Konjungtivitis vernal terjadi akibat alergi dan cenderung kambuh pada musim panas.
Keratokonjungtivitis vernal sering terjadi pada anak-anak, biasanya dimulai sebelum masa pubertas dan berhenti sebelum usia 20.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- gatal hebat
- mata merah dan berair
- peka terhadap cahaya (fotofobia)
- kotoran mata yang kental dan lengket.

Konjungtiva di bawah kelopak mata membengkak dan berwarna pink pucat sampai keabuan, sedangkan konjungtiva lainnya tampak berwarna putih susu. Konjungtiva yang melapisi bola mata tampak menebal dan keabuan.

Kadang terjadi kerusakan pada sebagian kecil kornea yang menyebabkan nyeri dan fotofobia hebat.

Keseluruhan gejala biasanya menghilang pada musim dingin.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.

PENGOBATAN
Jangan menggisik mata karena bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut. Kompres dingin bisa mengurangi gejala.

Tetes mata antialergi seperti cromoline, lodoxamind, ketorolac dan levokabastin merupakan pengobatan yang paling aman. Antihistamin oral juga bisa membantu meringankan gejala.

Corticosteroid bisa mengurangi peradangan, tetapi sebaiknya tidak digunakan lebih dari beberapa minggu karena bisa menyebabkan peningkatan tekanan pada mata, katarak dan infeksi opportunistik.

Baco Salengkapnyo...

Ulkus Kornea

DEFINISI
Ulkus Kornea adalah luka terbuka pada lapisan kornea yang paling luar.



PENYEBAB
Ulkus biasanya terbentuk akibat:

  • Infeksi oleh bakteri (misalnya stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus), jamur, virus (misalnya herpes) atau protozoa akantamuba
  • Kekurangan vitamin A atau protein
  • Mata kering (karena kelopak mata tidak menutup secara sempurna dan melembabkan kornea).
Faktor resiko terbentuknya ulkus:
- Cedera mata
- Ada benda asing di mata
- Iritasi akibat lensa kontak.

GEJALA
Ulkus kornea menyebabkan nyeri, peka terhadap cahaya (fotofobia) dan peningkatan pembentukan air mata, yang kesemuanya bisa bersifat ringan. Pada kornea akan tampak bintik nanah yang berwarna kuning keputihan.

Kadang ulkus terbentuk di seluruh permukaan kornea dan menembus ke dalam. Pus juga bisa terbentuk di belakang kornea. Semakin dalam ulkus yang terbentuk, maka gejala dan komplikasinya semakin berat.

Gejala lainnya adalah:
- gangguan penglihatan
- mata merah
- mata terasa gatal
- kotoran mata.

Dengan pengobatan, ulkus kornea dapat sembuh tetapi mungkin akan meninggalkan serat-serat keruh yang menyebabkan pembentukan jaringan parut dan menganggu fungsi penglihatan.

Komplikasi lainnya adalah infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, perforasi kornea (pembentukan lubang), kelainan letak iris dan kerusakan mata.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.

Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan adalah:
- Ketajaman penglihatan
- Tes refraksi
- Tes air mata
- Pemeriksaan slit-lamp
- Keratometri (pengukuran kornea)
- Respon refleks pupil
- Goresan ulkus untuk analisa atau kultur
- Pewarnaan kornea dengan zat fluoresensi.

PENGOBATAN
Ulkus kornea adalah keadaan darurat yang harus segera ditangani oleh spesialis mata agar tidak terjadi cedera yang lebih parah pada kornea.

Tergantung kepada penyebabnya, diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik, anti-virus atau anti-jamur.

Untuk mengurangi peradangan bisa diberikan tetes mata corticosteroid.

Ulkus yang berat mungkin perlu diatasi dengan pembedahan (pencangkokan kornea).

Baco Salengkapnyo...

Sindroma Reiter

DEFINISI
Sindroma Reiter merupakan peradangan pada sendi dan tendon (urat daging) yang melengkapinya, sering disertai dengan peradangan pada konjungtiva mata dan selaput lendir (misalnya di mulut, saluran kemih, vagina dan penis), dan ruam-ruam yang khas.

Sindroma Reiter disebut artritis reaktif karena peradangan sendi muncul sebagai reaksi terhadap infeksi yang berasal dari bagian tubuh lainnya selain sendi.

Terdapat 2 bentuk Sindroma Reiter:

  • Terjadi dengan penyakit menular seksual seperti infeksi klamidia, dan lebih sering terjadi pada laki-laki muda
  • Terjadi setelah infeksi saluran pencernaan, misalnya salmonelosis.

PENYEBAB
Penyebab yang pasti dari sindroma Reiter tidak diketahui.
Paling sering terjadi pada pria yang berusia kurang dari 40 tahun.

Bisa timbul setelah terjadinya penyakit menular seksual atau infeksi disenterik karena Chlamydia, Campylobacter, Salmonella atau Yersinia.

Faktor genetik kemungkinan berperan dalam terjadinya penyakit ini.

GEJALA
Gejalanya dimulai dalam 7-14 hari setelah terjadinya infeksi.

Gejala awalnya sering berupa peradangan uretra (saluran yang membawa air kemih dari kandung kemih keluar tubuh). Pada laki-laki, peradangan ini menyebabkan nyeri dan keluarnya nanah dari penis. Kelenjar prostat bisa meradang dan nyeri.

Gejala saluran kemih-kelamin pada wanita biasanya ringan, berupa keputihan ringan atau nyeri waktu berkemih.

Konjungtiva (selaput yang melapisi kelopak mata dan bola mata) bisa menjadi merah dan meradang, menyebabkan rasa gatal atau rasa terbakar dan pengeluaran air mata yang berlebihan.

Nyeri dan peradangan sendi bisa ringan atau berat. Beberapa sendi biasanya terkena, terutama lutut, sendi jari kaki dan daerah dimana tendon (urat otot) menempel ke tulang (misalnya tumit). Pada kasus yang lebih berat, nyeri dan peradangan bisa mengenai tulang belakang.

Luka kecil yang tidak terasa nyeri bisa terjadi di mulut, lidah dan ujung penis.
Kadang-kadang ruam yang khas dari bintik tebal dan keras, bisa timbul di kulit, terutama pada telapak tangan dan telapak kaki. Endapan kuning bisa terbentuk dibawah kuku jari tangan dan kuku jari kaki.

Pada sebagian besar penderita, gejala awalnya menghilang dalam 3-4 bulan.
Pada 50% penderita, artritis dan gejala lainnya muncul lagi setelah beberapa tahun. Jika gejalanya menetap atau sering kambuh, bisa terjadi kelainan bentuk pada sendi dan tulang belakang.

DIAGNOSA
Adanya gabungan dari gejala-gejala pada sendi, alat kelamin, alat kemih, kulit dan mata mengarah kepada diagnosis penyakit ini. Karena gejala-gejala ini tidak muncul bersamaan, penyakit ini mungkin tidak terdiagnosis selama beberapa bulan.

Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat memperkuat diagnosis penyakit ini.

Untuk mencoba menentukan organisme penyebab infeksi yang memicu sindroma ini bisa dilakukan pemeriksaan terhadap contoh dari uretra atau cairan sendi, atau biopsi sendi.

PENGOBATAN
Antibiotik diberikan untuk mengobati infeksinya, tetapi pengobatan ini tidak selalu berhasil dan lamanya pemberian yang optimal tidak diketahui.

Artritis biasanya diobati dengan obat anti peradangan non-steroid.

Bisa juga digunakan obat imunosupresan, seperti sulfasalazin atau metotreksat.

Kortikosteroid disuntikkan langsung ke dalam sendi yang meradang.

Konjungtivitis dan luka di kulit tidak perlu diobati, tetapi peradangan mata yang berat mungkin memerlukan salep atau tetes mata kortikosteroid.

Baco Salengkapnyo...

Granulomatosis Wegener

DEFINISI
Granulomatosis Wegener adalah penyakit yang jarang terjadi, yang sering dimulai dengan peradangan pada lapisan hidung, sinus, tenggorokan dan paru-paru, dan bisa berkembang menjadi peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh (vaskulitis generalisata) atau penyakit ginjal yang fatal.

Penyakit ini bisa terjadi pada usia berapa saja dan laki-laki 2 kali lebih sering terkena.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

Penyakit ini mirip dengan infeksi, tetapi tidak ditemukan organisme yang menginfeksi.

Granulomatosis Wegener diduga disebabkan oleh respon alergik terhadap suatu pemicu yang belum dapat diidentifikasi. Sebagai akibatnya adalah respon kekebalan yang tidak tepat, yang merusak banyak jaringan tubuh.

Penyakit ini menyebabkan vaskulitis dan sejenis peradangan yang tidak biasa, yang disebut granuloma, yang pada akhirnya akan merusak jaringan yang normal.

GEJALA
Penyakit ini bisa dimulai secara tiba-tiba atau secara bertahap.

Gejala awal biasanya mengenai saluran pernafasan bagian atas (hidung, sinus, telinga dan trakea), yaitu berupa:
- perdarahan hidung
- sinusitis
- infeksi telinga tengah (otitis media)
- batuk
- batuk darah.
Lapisan hidung tampak merah dan kasar, dan mudah berdarah.

Bisa terjadi demam, tidak enak badan (malaise), hilang nafsu makan, nyeri dan pembengkakan sendi dan peradangan mata atau telinga.

Penyakit bisa mengenai arteri dari jantung, menyebabkan nyeri dada atau serangan jantung (infark miokardium), atau bisa menyerang otak atau urat saraf tulang belakang, menyebabkan gejala yang mirip dengan beberapa penyakit neurologis.

Penyakit ini bisa berkembang menjadi fase generalisata, yaitu adanya peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh. Sebagai akibatnya, luka akan timbul di kulit dan menyebar secara luas, menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang hebat di kulit.

Pada stadium ini, sering terjadi kerusakan ginjal, bisa ringan atau berupa kegagalan ginjal yang bisa berakibat fatal. Penyakit ginjal yang berat menyebabkan tekanan darah tinggi dan gejala-gejala yang timbul akibat penimbunan limbah metabolik di dalam darah (uremia).

Kadang-kadang, paru-paru merupakan satu-satunya organ utama yang terkena. Adanya granuloma di paru-paru menyebabkan gangguan pernafasan.
Sering terjadi anemia dan bisa sangat berat.

Perbaikan bisa terjadi secara spontan, tetapi tanpa pengobatan, granulomatosis Wegener lebih cepat memburuk dan bisa berakibat fatal.

DIAGNOSA
Untuk mencegah terjadinya komplikasi (penyakit ginjal, serangan jantung, kerusakan otak), penyakit ini harus didiagnosis dan diobati secara dini. Pola gejalanya yang khas biasanya mudah dikenali dan hal ini diperkuat oleh biopsi dari jaringan yang terkena.

Meskipun pemeriksaan darah tidak dapat secara spesifik menunjukkan penyakit ini, tetapi bisa mendukung diagnosisnya. Suatu pemeriksaan bisa menemukan adanya antibodi sitoplasmik antineutrofil, yang merupakan dugaan kuat untuk penyakit ini.

Jika tidak menyerang hidung, tenggorokan atau kulit, diagnosisnya akan sulit ditegakkan, karena gejala-gejala dan hasil pemeriksaan rontgennya bisa menyerupai beberapa penyakit paru-paru.

PENGOBATAN
Untuk mengendalikan penyakit ini melalui pengurangan reaksi kekebalan yang tidak tepat, diberikan obat imunosupresan seperti siklofosfamid dan azatioprin.

Pengobatan ini biasanya dilanjutkan minimal 1 tahun setelah gejalanya menghilang. Kortikosteroid diberikan pada waktu yang sama, untuk menekan peradangan. Dosisnya diturunkan secara bertahap dan akhirnya dihentikan.

Karena obat ini mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi, mungkin diperlukan antibiotik untuk mengobati pneumonia, yang bisa terjadi jika paru-paru mengalami kerusakan.

Kadang-kadang diperlukan transfusi darah jika anemia menjadi berat.

Baco Salengkapnyo...

Arteritis Temporalis (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa)

DEFINISI
Arteritis Temporalis (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa) adalah penyakit peradangan menahun pada arteri-arteri besar.

Penyakit ini menyerang sekitar 1 dari 1.000 orang yang berusia diatas 50 tahun dan sedikit lebih banyak menyerang wanita.

Gejalanya bertumpang tindih dengan polimialgia rematika.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga merupakan akibat dari respon kekebalan.

GEJALA
Gejalanya bervariasi, tergantung kepada arteri mana yang terkena.

Jika mengenai arteri besar yang menuju ke kepala. biasanya secara tiba-tiba akan timbul sakit kepala hebat di pelipis atau di belakang kepala. Pembuluh darah di pelipis bisa teraba membengkak dan bergelombang. Jika sedang menyisir rambut, kulit kepala bisa terasa nyeri.

Bisa terjadi penglihatan ganda, penglihatan kabur, bintik buta yang besar, kebutaan pada salah satu mata atau gangguan penglihatan lainnya. Yang paling berbahaya adalah jika terjadi kebutaan total, yang bisa timbul secara mendadak jika aliran darah ke saraf penglihatan (nervus optikus) tersumbat.

Yang khas adalah rahang, otot-otot pengunyahan dan lidah bisa terluka jika makan atau berbicara.

Gejala lainnya bisa meliputi polimialgia rematika.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan pemeriksaan fisik, dan diperkuat dengan biopsi dari arteri temporalis di pelipis.

Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan laju endap darah yang sangat tinggi dan anemia.

PENGOBATAN
Kebutaan terjadi pada 20% penderita yang tidak diobati, sehingga pengobatan harus segera dimulai setelah penyakit ini terdiagnosis.

Pada awalnya prednison diberikan dalam dosis tinggi, untuk menghentikan peradangan dalam pembuluh darah. Setelah beberapa minggu, jika menunjukkan perbaikan, dosisnya secara perlahan diturunkan.

Beberapa penderita dapat menghentikan pemakaian prednison dalam beberapa tahun, tetapi penderita lainnya memerlukan dosis yang sangat kecil selama beberapa tahun untuk mengendalikan gejalanya dan mencegah kebutaan.

Baco Salengkapnyo...

Polimialgia Rematika

DEFINISI
Polimialgia Rematika adalah suatu keadaan yang menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada otot leher, bahu dan panggul. Penyakit ini terjadi pada usia lebih dari 50 tahun dan wanita 2 kali lebih sering terkena.

Meskipun terasa nyeri, penyakit ini tidak menyebabkan kelemahan atau kerusakan otot. Kadang-kadang penyakit ini terjadi bersamaan dengan arteritis temporalis (arteritis sel raksasa).

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

GEJALA
Polimialgia rematika menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada leher, bahu dan panggul. Kekakuan ini akan memburuk pada pagi hari dan setelah beristirahat.

Gejala-gejala otot bisa disertai oleh demam, tidak enak badan, penurunan berat badan dan depresi. Semua gejala ini bisa timbul secara tiba-tiba atau secara bertahap.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan lainnya.

Biopsi jaringan otot biasanya tidak diperlukan, tetapi jika dilakukan, tidak dapat menunjukkan adanya kerusakan otot dan elektromiogram juga tidak menunjukkan kelainan.

Pemeriksaan darah bisa menemukan adanya anemia. Laju endap darah dan protein C-reaktif biasanya sangat tinggi, menunjukkan bahwa penyakitnya sedang aktif. Kadar kreatin kinase dalam darah adalah normal.

PENGOBATAN
Penyakit akan membaik bila diberikan prednison dosis rendah.

Jika disertai dengan arteritis temporal, diperlukan kortikosteroid dosis lebih tinggi. Bila gejalanya mereda, dosis diturunkan secara bertahap sampai dosis terendah yang masih efektif. Sebagian besar penderita bisa menghentikan pemakaian prednison dalam 2-4 tahun, tetapi penderita yang lainnya memerlukan dosis kecil dalam waktu yang lebih lama.

Aspirin dan obat anti peradangan non-steroid lainnya bisa membantu meredakan gejala.

Baco Salengkapnyo...

Poliarteritis Nodosa

DEFINISI
Poliarteritis Nodosa merupakan suatu penyakit dimana bagian dari arteri-arteri berukuran sedang mengalami peradangan dan kerusakan, dan menyebabkan berkurangnya pengaliran darah ke organ-organ yang diperdarahinya.

Penyakit ini sering berakibat fatal jika tidak diobati dengan tepat. Biasanya menyerang usia 40-50 tahun, tetapi bisa terjadi pada usia berapa saja. Laki-laki 3 kali lebih sering terkena.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi reaksi terhadap beberapa obat dan vaksin bisa menyebabkan terjadinya penyakit ini.

Infeksi virus dan bakteri kadang-kadang bisa memicu terjadinya peradangan.

GEJALA
Pada awalnya penyakit ini bersifat ringan, tetapi bisa menjadi fatal dalam beberapa bulan atau menyebabkan penyakit menahun. Berbagai organ atau sekumpulan organ bisa terkena, dan gejalanya tergantung dari organ yang terkena.

Poliarteritis nodosa sering menyerupai penyakit lain, dimana terjadi peradangan arteri (vaskulitis). Salah satu contohnya adalah sindroma Churg-Strauss, yang membedakannya dengan poliarteritis nodosa adalah bahwa pada sindroma ini terjadi asma.

Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah demam. Nyeri perut, mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki, kelemahan dan penurunan berat badan juga bisa terjadi.

75% penderita mengalami kerusakan ginjal, yang menyebabkan tekanan darah tinggi, pembengkakan karena penimbunan cairan (edema) dan berkurangnya atau tidak terbentuknya air kemih. Jika pembuluh darah pada saluran pencernaan terkena, daerah usus bisa mengalami perforasi, menyebabkan infeksi perut (peritonitis), nyeri hebat, diare berdarah dan demam tinggi.

Jika pembuluh darah jantung terkena, bisa timbul nyeri dada dan serangan jantung.
Kerusakan pada pembuluh darah otak bisa menyebabkan sakit kepala, kejang dan halusinasi.

Hati juga bisa mengalami kerusakan hebat. Sering terjadi nyeri otot dan sendi, dan persendian bisa mengalami peradangan.

Pembuluh darah di dekat kulit bisa teraba menonjol dan tidak teratur, dan kadang-kadang ulkus terbentuk pada kulit diatas pembuluh darah yang terkena.




DIAGNOSA
Tidak terdapat pemeriksaan darah yang bisa memperkuat diagnosis poliarteritis nodosa.

Dokter menduga penyakit ini jika demam dan gejala-gejala neurologis seperti mati rasa, kesemutan atau kelumpuhan terjadi pada laki-laki setengah baya yang sebelumnya sehat.

Diagnosis bisa diperkuat dengan melakukan biopsi dari pembuluh darah yang terkena. Mungkin juga perlu dilakukan biopsi hati atau ginjal.

Foto rontgen yang diambil setelah penyuntikan zat warna ke dalam arteri (arteriogram), bisa menunjukkan abnormalitas dalam pembuluh darah.

PENGOBATAN
Tanpa pengobatan, hanya 33% yang bertahan hidup selama 1 tahun, 88% meninggal dalam waktu 5 tahun. Pengobatan yang agresif bisa mencegah kematian.

Obat-obat yang memicu terjadinya penyakit ini, pemakaiannya dihentikan.

Kortikosteroid dosis tinggi (misalnya prednison), dapat mencegah memburuknya penyakit dan menyebabkan periode bebas gejala pada sekitar 30% penderita.

Karena biasanya diperlukan pengobatan kortikosteroid jangka panjang, maka pada saat gejalanya mereda dosisnya dikurangi.

Jika kortikosteroid tidak mampu mengurangi peradangan, bisa diganti atau digabung dengan obat imunosupresan, seperti siklofosfamid.

Pengobatan lainnya, seperti pengendalian tekanan darah tinggi, sering diperlukan untuk mencegah kerusakan organ-organ dalam.

Meskipun diobati, beberapa organ vital bisa mengalami kegagalan atau pembuluh darah yang melemah bisa pecah. Kegagalan ginjal merupakan penyebab kematian paling sering.

Infeksi yang berakibat fatal bisa terjadi karena penggunaan kortikosteroid jangka panjang dan obat imunosupresan, yang mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

Baco Salengkapnyo...

Vaskulitis (radang pembuluh darah)

DEFINISI
Vaskulitis adalah peradangan pada pembuluh darah.

Vaskulitis bukan suatu penyakit, tetapi lebih merupakan proses penyakit yang terjadi pada sejumlah penyakit jaringan ikat autoimun, seperti artritis rematoid dan lupus eritematosus sistemik.

Vaskulitis juga bisa terjadi tanpa melibatkan jaringan ikat.

PENYEBAB
Tidak diketahui apa yang dapat memicu vaskulitis, tetapi diduga melibatkan virus hepatitis.

Agaknya peradangan terjadi ketika sistem kekebalan salah mengenali pembuluh darah atau bagian dari pembuluh darah sebagai benda asing dan menyerangnya. Sel-sel dari sistem kekebalan, yang menyebabkan peradangan, mengelilingi dan menyusup ke dalam pembuluh darah yang terkena, merusaknya dan mungkin juga merusak jaringan yang diperdarahi oleh pembuluh yang terkena.

Pembuluh darah mengalami kebocoran atau tersumbat, yang selanjutnya akan mengganggu pengaliran darah ke saraf, organ-organ dan bagian tubuh lainnya. Daerah tersebut akan kehilangan darahnya (daerah iskemik) dan mengalami kerusakan menetap.

GEJALA
Gejala-gejalanya bisa merupakan akibat dari kerusakan langsung pada pembuluh darah atau kerusakan jaringan yang mengalami gangguan aliran darah.

Pembuluh darah manapun bisa terkena. Vaskulitis bisa terbatas pada vena-vena, arteri besar, arteri kecil atau kapiler; atau bisa terbatas pada pembuluh di suatu bagian dari tubuh, misalnya kepala, tungkai atau ginjal.




Penyakit-penyakit yang ditandai dengan vaskulitis:
  • Sindroma Henoch-Sch?nlein (Purpura Henoch-Sch?nlein) : peradangan pada vena-vena kecil, menyebabkan jerawat/bisul keras berwarna keunguan di kulit.
  • Eritema Nodosum : peradangan pembuluh darah pada lapisan dalam kulit, menyebabkan benjolan dalam yang lunak dan merah di tungkai dan lengan.
  • Poliarteritis Nodosa : peradangan arteri-arteri berukuran sedang, menyebabkan gangguan pengaliran darah di sepanjang pembuluh dan menuju jaringan di sekitarnya.
  • Arteritis Temporal (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa) : peradangan arteri-arteri di otak dan kepala, kadang-kadang menyebabkan sakit kepala dan kebutaan.
  • Arteritis Takayasu : peradangan arteri-arteri besar, seperti aorta dan percabangannya, menyebabkan penyumbatan dan denyut nadi yang tak teraba.

Baco Salengkapnyo...

Polikondritis Kambuhan

DEFINISI
Polikondritis Kambuhan adalah suatu penyakit yang jarang, yang ditandai dengan episode nyeri pada peradangan destruktif tulang rawan (kartilago) dan jaringan ikat lainnya di telinga, persendian, hidung, pita suara (laring), trakea, bronki, mata, katup jantung, ginjal dan pembuluh darah.

Penyakit ini menyerang pria dan wanita, biasanya pada usia pertengahan.

GEJALA
Yang khas adalah kedua telinga menjadi merah, membengkak dan sangat nyeri.

Pada saat yang bersamaan, atau di kemudian hari, bisa terjadi artritis, yang bisa bersifat ringan atau berat. Persendian manapun bisa terkena.

Tulang rawan (kartilago) yang menghubungkan tulang iga dengan tulang dada, bisa mengalami peradangan. Kartilago hidung juga merupakan tempat yang sering mengalami peradangan.

Bagian tubuh lainnya yang mengalami peradangan adalah mata, laring, trakea, telinga sebelah dalam, jantung, pembuluh darah, ginjal dan kulit.

Masa kekambuhan dari peradangan dan nyeri bisa berlangsung selama beberapa minggu, lalu sembuh selama beberapa tahun.

Pada akhirnya, kartilago bisa mengalami kerusakan, menyebabkan telinga terkulai, batang hidung yang landai dan gangguan penglihatan, pendengaran dan keseimbangan.

Penderita bisa meninggal jika mengalami penyermpitan saluran pernafasan atau jika jantung dan pembuluh darahnya mengalami kerusakan hebat.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan bila ditemukan minimal 3 dari gejala-gejala berikut:

  • Peradangan kedua telinga
  • Nyeri dan peradangan pada beberapa sendi
  • Peradangan tulang rawan hidung
  • Peradangan mata
  • Kerusakan pada tulang rawan di saluran pernafasan
  • Gangguan pendengaran atau gangguan keseimbangan.

Biopsi dari kartilago yang terkena bisa menunjukkan kelainan yang khas dan pemeriksaan darah bisa menemukan tanda-tanda peradangan menahun.

PENGOBATAN
Polikondritis kambuhan yang ringan bisa diobati dengan Aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya (misalnya ibuprofen).

Pada kasus yang lebih berat, diberikan prednison dosis harian, lalu dosisnya dikurangi sejalan dengan perbaikan dari gejala-gejalanya.

Kadang-kadang kasus yang kritis diobati dengan obat imunosupresan seperti siklofosfamid.

Baco Salengkapnyo...

Polimiositis & Dermatomiositis

DEFINISI
Polimiositis merupakan penyakit jaringan ikat menahun yang ditandai dengan peradangan yang menimbulkan nyeri dan degenerasi dari otot-otot.

Dermatomiositis adalah polimiositis yang disertai dengan peradangan pada kulit.

Penyakit ini menyebabkan kelemahan dan kemunduran otot.Kelemahan otot terutama mengenai otot bahu dan panggul, tetapi bisa mengenai otot-otot yang simetris di seluruh tubuh.

Polimiositis dan dermatomiositis biasanya terjadi pada dewasa (usia 40-60 tahun) atau pada anak-anak (usia 5-15 tahun).Wanita 2 kali lebih sering terkena.Pada dewasa, penyakit ini bisa terjadi sendiri atau merupakan bagian dari penyakit jaringan ikat lainnya, misalnya penyakit jaringan ikat campuran.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

Virus atau reaksi autoimun diduga berperan dalam timbulnya penyakit ini.

Kanker juga bisa memicu timbulnya penyakit ini, dimana reaksi autoimun terhadap kanker mungkin diarahkan untuk melawan bahan yang terkandung di dalam otot.
Sekitar 15% penderita laki-laki berusia diatas 50 tahun, juga menderita kanker.

GEJALA
Gejalanya pada semua umur hampir sama, tetapi biasanya pada anak-anak gejalanya timbul secara lebih mendadak.

Gejalanya bisa dimulai selama atau sesudah suatu infeksi, yaitu berupa:

  • kelemahan otot (terutama otot lengan atas, panggul dan paha)
  • nyeri otot dan sendi
  • fenomena Raynaud
  • kemerahan (ruam kulit)
  • kesulitan menelan
  • demam
  • kelemahan dan
  • penurunan berat badan.
Kelemahan otot bisa dimulai secara perlahan atau secara tiba-tiba, dan bisa memburuk dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Karena yang paling sering terkena adalah otot-otot yang dekat dengan pusat badan, penderita akan mengalami kesulitan dalam mengangkat lengannya melampaui bahu, menaiki tangga dan bangun dari posisi duduk di kursi. Jika menyerang otot leher, penderita akan mengalami kesulitan pada saat mengangkat kepalanya dari bantal. Kelemahan pada bahu atau panggul menyebabkan penderita harus duduk di kursi dorong atau di tempat tidur.

Kerusakan otot pada bagian atas kerongkongan bisa menyebabkan kesulitan menelan dan regurgitasi makanan.Kerusakan otot tidak terjadi pada otot-otot tangan, kaki dan wajah.

Pada 1/3 kasus terjadi pembengkakan dan nyeri sendi, tetapi cenderung ringan. Fenomena Raynaud lebih sering terjadi pada penderita polimiositis yang disertai penyakit jaringan ikat lainnya.

Polimiositis biasanya tidak mengenai organ-organ dalam selain tenggorokan dan kerongkongan. Tetapi paru-paru bisa terkena, menyebabkan sesak nafas dan batuk.Perdarahan pada ulkus di lambung atau usus, bisa menyebabkan tinja berdarah atau tinja kehitaman, yang lebih sering terjadi pada anak-anak.

Pada dermatomiositis,kemerahan cenderung timbul bersamaan dengan melemahnya otot dan gejala lainnya. Pada wajah bisa timbul bayangan kemerahan (ruam heliotrop).Yang khas adalah pembengkakan ungu-kemerahan di sekeliling mata.Kemerahan lainnya, apakah bersisik, licin atau menonjol, bisa timbul di hampir seluruh bagian tubuh, tetapi yang paling sering muncul di buku-buku jari. Bantalan kuku jari tampak kemerahan.Pada saat kemerahan ini memudar, timbul bercak kecoklatan, jaringan parut, pengkerutan atau bercak pucat di kulit.



DIAGNOSA
Kriteria yang digunakan untuk menegakkan diagnosis penyakit ini adalah:
  • Kelemahan otot di bahu atau panggul
  • Ruam kulit yang khas
  • Peningkatan kadar enzim-enzim otot tertentu dalam darah
  • Perubahan mikroskopik yang khas pada jaringan otot
  • Ketidaknormalan aktivitas listrik otot yang diukur melalui elektromiograf.

Pemeriksaan khusus pada contoh jaringan otot mungkin diperlukan untuk menyingkirkan penyakit otot lainnya.

Pemeriksaan laboratorium bisa membantu, tetapi tidak dapat menentukan poliomiositis atau dermatomiositis secara spesifik. Kadar enzim otot tertentu dalam darah, seperti kreatin kinase, sering lebih tinggi dari nomal dan ini menunjukkan adanya kerusakan otot. Enzim ini diukur secara berulang untuk memantau penyakitnya, kadarnya biasanya akan kembali normal atau mendekati normal setelah pengobatan yang efektif.

Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan lainya mungkin diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kanker atau tidak.

PENGOBATAN
Pada saat peradangan, hendaknya aktivitas/pergerakan penderita dibatasi.

Biasanya diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) dosis tinggi per-oral (ditelan), yang secara perlahan akan memperbaiki kekuatan otot dan meringankan nyeri dan pembengkakan, serta mengendalikan penyakit.

Setelah sekitar 4-6 minggu, jika kadar enzim otot dan kekuatan otot telah kembali normal, dosisnya diturunkan secara bertahap. Sebagian besar orang dewasa harus terus menerus mengkonsumsi prednison dosis rendah untuk beberapa tahun atau untuk mencegah kekambuhan. Setelah sekitar 1 tahun, anak-anak tidak lagi mendapatkan kortikosteroid dan bebas dari gejala.

Kadang-kadang prednison memperburuk penyakit atau tidak sepenuhnya efektif. Jika hal ini terjadi, diberikan obat imunosupresan sebagai pengganti atau sebagai tambahan terhadap prednison. Jika obat-obat lainnya tidak efektif, bisa diberikan gamma globulin (bahan yang banyak mengandung antibodi) intravena (melalui pembuluh darah).

Jika poliomiositis disertai dengan kanker, biasanya tidak akan menunjukkan respon yang baik terhadap prednison. Tetapi polimiositis akan membaik bila kankernya berhasil diatasi.

Penderita dewasa dengan penyakit yang berat dan progresif, yang mengalami kesulitan menelan, malnutrisi, pneumonia atau kegagalan pernafasan, bisa meninggal.

Baco Salengkapnyo...

Sindroma Sjögren

DEFINISI
Sindroma Sjögren adalah suatu penyakit peradangan sistemik yang ditandai dengan mulut yang kering, berkurangnya pembentukan air mata dan kekeringan pada selaput lendir lainnya, serta seringkali berhubungan dengan penyakit rematik autoimun.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui. Gejalanya paling sering ditemukan pada wanita usia 40-50 tahun, jarang terjadi pada anak-anak.

Gejala yang paling sering ditemukan adalah mata dan mulut yang kering; yang bisa berdiri sendiri atau bersamaan dengan gejala artritis rematoid maupun penyakit jaringan ikat lainnya. Bisa terjadi pembengkakan kelenjar ludah.

Sindroma ini bisa berhubungan dengan artritis rematoid, lupus eritematosus sistemik, skleroderma, polimiositis dan penyakit lainnya.
Angka kejadiannya adalah sebesar 3%.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- mata kering atau gatal
- mulut kering
- gangguan menelan
- gangguan rasa
- karies gigi yang berat
- suara serak
- lelah
- nyeri atau pembengkakan persendian
- pembengkakan kelenjar
- kornea keruh.

Pada penderita lainnya, banyak organ yang terlibat:

  • Kekeringan pada trakea dan paru-paru menjadikan penderita lebih rentan terhadap infeksi sehingga terjadi pneumonia
  • Kantong di sekeliling jantung dapat mengalami peradangan (perikarditis)
  • Serabut saraf dapat mengalami kerusakan, terutama saraf wajah
  • Hati, pankreas, limpa, ginjal dan kelenjar getah bening dapat terkena
  • Artritis terjadi pada sepertiga penderita, mengenai sendi yang sama pada artritis rematoid, tetapi artritis pada sindroma Sj?gren cenderung lebih ringan dan biasanya tidak bersifat merusak
  • Kanker sistem getah bening (limfoma) 44 kali lebih sering terjadi penderita sindroma Sjögren.
DIAGNOSA
Pada pemeriksaan fisik, mata dan mulut tampak kering. Karena mulut kering, maka di dalam mulut bisa ditemukan luka terbuka.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
  • Tes antibodi SS-B, yang merupakan antibodi yang relatif spesifik untuk sindroma Sjögren
  • Tes antibodi antinuklear
  • Biopsi kelenjar ludah
  • Faktor rematoid
  • Tes air mata.
    Jumlah air mata yang diproduksi dapat diukur dengan menempatkan kertas penyerap dibawah tiap kelopak mata bawah dan diamati berapa banyak kertas yang basah (Tes Schirmer). Penderita sindroma Sj?gren mungkin menghasilkan kurang dari sepertiga jumlah normal.
  • Pemeriksaan slit lamp.
PENGOBATAN
Pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ini tidak ada, tetapi gejala yang timbul dapat diredakan:
  • Mata kering bisa diobati dengan air mata buatan yang diteteskan sesuai dengan kebutuhan atau dengan salep pelumas mata yang dioleskan pada malam hari.
  • Mulut kering bisa diatasi dengan mengisap air minum sepanjang hari, mengunyah permen karet yang tidak mengandung gula dan menghindari obat-obatan yang dapat menyebabkan mulut kering (misalnya antihistamin dan dekongestan).
  • Jika kelenjar liur tidak mengalami kerusakan yang parah, untuk meningkatkan pembentukan ludah bisa digunakan obat-obatan (misalnya pilokarpin) untuk membantu merangsang pembentukan liur.
  • Menjaga kebersihan mulut dan melakukan kunjungan perawatan gigi secara teratur, dapat meminimalkan kerusakan dan rontoknya gigi akibat mulut yang kering.
  • Kelenjar liur yang nyeri dan bengkak dapat diatasi dengan obat pereda nyeri.
  • Gejala artritis mungkin sifatnya ringan dan biasanya diobati dengan obat anti peradangan non-steroid (Aspirin) serta terapi fisik (mengistirahatkan sendi yang terkena).
  • Jika gejala yang timbul terjadi karena kerusakan organ internal yang parah, bisa diberikan kortikosteroid (misalnya prednisone) per-oral (ditelan).

PROGNOSIS
Prognosis tergantung kepada potensi antibodi dalam merusak ogan vital.
Pneumonia, gagal ginjal dan limfoma jarang bersifat fatal.

Baco Salengkapnyo...

Skleroderma (Sklerosis Sitemik)

DEFINISI
Skleroderma (Sklerosis Sitemik) adalah suatu penyakit jaringan ikat yang tersebar, yang ditandai dengan adanya perubahan pada kulit, pembuluh darah, otot kerangka tubuh dan organ dalam.

Kelainan ini 4 kali lebih sering terjadi pada wanita dan jarang terjadi pada anak-anak, biasanya muncul pada usia 30-50 tahun.
Skleroderma dapat timbul sebagai bagian dari penyakit jaringan ikat campuran.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

Penyakit ini bisa menyebabkan gejala lokal maupun sistemik.
Perjalanan dan beratnya penyakit pada setiap penderita berlainan.

Gejala timbul akibat penimbunan kolagen yang berlebihan di dalam kulit dan organ tubuh lainnya. Juga terjadi kerusakan pada pembuluh darah kecil yang berada di dalam kulit dan organ yang terkena.
Pada kulit bisa ditemui ulserasi (borok/koreng), kalsifikasi (pengapuran) dan perubahan pigmentasi (warna kulit).
Gejala sistemik yang timbul bisa berupa fibrosis dan degenerasi (kemunduran) jantung, paru-paru, ginjal dan saluran pencernaan.

Faktor resiko terjadinya skleroderma adalah pemaparan debu silika dan polivinil klorida.

GEJALA
Gejala dari skleroderma adalah:
- fenomena Raynaud (perubahan warna jari tangan dan jari kaki menjadi pucat, kebiruan atau kemerahan, jika terkena panas ataupun dingin)
- nyeri, kekakuan dan pembengkakan pada jari tangan dan persendian
- kulit tangan dan lengan depan tampak mengkilat dan menebal
- kulit menjadi keras
- kulit wajah menjadi kencang dan seperti topeng
- koreng di ujung jari tangan atau jari kaki
- refluks esofagus atau heartburn (rasa panas di lambung atau dada akibat gangguan pencernaan)
- gangguan menelan
- sesudah makan perut terasa kembung
- penurunan berat badan (kerusakan pada usus halus dapat mempengaruhi penyerapan makanan (malabsorbsi) dan menyebabkan penurunan berat badan)
- diare
- sembelit
- sesak nafas (skeroderma bisa menyebabkan terjadinya jaringan parut di paru-paru, sehingga terjadi sesak nafas pada saat penderita melakukan aktivitas).

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- nyeri pergelangan tangan
- bengek
- kulit menjadi putih atau hitam abnormal
- nyeri persendian
- rambut rontok
- mata terasa perih, gatal dan belekan
- beberapa kelainan jantung yang bisa berakibat fatal, yaitu gagal jantung dan kelainan irama jantung
- penyakit ginjal yang berat (gejala pertama kerusakan ginjal biasanya berupa peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba, tekanan darah yang tinggi adalah tanda yang kurang baik, walaupun biasanya bisa dikendalikan dengan pengobatan).

Pembuluh balik yang memberi gambaran seperti laba-laba (telangiektasi) muncul pada jari-jari tangan, dada, wajah, bibir dan lidah.
Benjolan yang mengandung kalsium bisa timbul di jari tangan, daerah bertulang lainnya atau pada sendi.

Kadang-kadang terdengar suara yang mengganggu, bila jaringan yang meradang bergesekan satu sama lain, terutama di lutut dan dibawah lutut.
Jari-jari tangan, pergelangan tangan dan sikut bisa terfiksasi dalam posisi fleksi karena adanya jaringan parut di kulit.

Pertumbuhan sel abnormal di kerongkongan (Sindroma Barrett) terjadi pada sekitar sepertiga penderita, dan hal ini meningkatkan resiko terjadinya penyumbatan kerongkongan atau kanker.
Sistem penyaluran hati bisa tersumbat oleh jaringan parut (sirosis bilier), menyebabkan kerusakan hati dan sakit kuning.

Sindroma Crest juga disebut sklerosis yang terbatas pada kulit (skleroderma), biasanya merupakan bentuk yang tidak terlalu berat dan jarang menyebabkan kerusakan organ.
Gejalanya berupa :
- penimbunan kalsium di kulit
- fenomena Raynaud
- kelainan fungsi kerongkongan
- sklerodaktili (kerusakan kulit jari tangan)
- telangiektasis (pembuluh balik yang memberi gambaran seperti laba-laba).
Kerusakan kulit terbatas pada jari-jari tangan.
Penderita sindroma Crest dapat mengalami hipetensi pulmoner, yang dapat menyebabkan kegagalan jantung dan kegagalan pernafasan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:

  • Pemeriksaan kulit (menunjukkan adanya penebalan, pengerasan dan pengencangan kulit)
  • Pemeriksaan darah
    - Laju endap darah meningkat
    - Faktor rheumatoid bisa meningkat
    - Tes antibodi antinuklear biasanya positif
  • Analisa air kemih (menunjukkan adanya protein dan sel darah merah)
  • Rontgen dada bisa menunjukkan adanya fibrosis
  • Tes fungsi paru seringkali menunjukkan adanya penyakit paru restriktif
  • Biopsi kulit.
PENGOBATAN
Tidak ada obat yang dapat menghentikan perkembangan skleroderma. Tetapi obat dapat meredakan beberapa gejala dan mengurangi kerusakan organ.

Obat anti peradangan non steroid atau kadang-kadang kortikoosteroid, membantu mmeredakan nyeri otot dan sendi yang berat dan kelemahan.
Penisilamin akan memperlambat penebalan kulit dan bisa menghambat keterlibatan organ dalam, tetapi beberapa penderita tidak dapat mengatasi efek samping obat-obatan ini.

Obat imunosupresan (penekan kekebalan) seperti metotreksat, bisa membantu beberapa penderita.

Heartburn bisa diredakan dengan makan dalam porsi kecil, minum antasid dan obat anti histamin yang menghambat produksi asam lambung. Tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi sering membantu.
Pembedahan kadang-kadang dapat mengatasi masalah refluks asam lambung yang berat.

Tetracycline atau antibiotik lainnya dapat membantu mencegah gangguan penyerapan di usus yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih pada usus yang rusak.

Nifedipine dapat meredakan gejala dari fenomena Raynaud, tapi juga bisa meningkatkan refluks asam.

Obat anti tekanan darah tinggi, terutama penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), berguna untuk mengobati penyakit ginjal dan tekanan darah tinggi.

Terapi fisik dan latihan olah raga dapat membantu mempertahankan kekuatan otot, tapi tidak dapat secara keseluruhan mencegah sendi yang terfiksasi pada posisi fleksi.


PROGNOSIS
Perjalanan penyakit skleroderma bervariasi dan tidak dapat diduga. Kadang akan memburuk dengan cepat dan menjadi fatal. Kadang hanya mengenai kulit saja selama beberapa dekade, sebelum mengenai organ dalam.
Kebanyakan kasus skleroderma bersifat progresif. Pada beberapa penderita terjadi masa bebas gejala (remisi) disertai progresivitas penyakit yang lambat.

Jika pada gejala awal terdapat kelainan jantung, paru-paru atau ginjal, maka prognosisnya bertambah buruk.
Prognosis yang lebih baik ditemukan pada penderita yang hanya menunjukkan gejala kulit.
Kematian bisa terjadi akibat gangguan pada saluran pencernaan, jantung, ginjal maupun paru-paru.

Baco Salengkapnyo...

Lupus Eritematosus Sistemik

DEFINISI
Lupus Eritematosus Sistemik (Lupus Eritematosus Disseminata, Lupus) adalah suatu penyakit autoimun menahun yang menimbulkan peradangan dan bisa menyerang berbagai organ tubuh, termasuk kulit, persendian dan organ dalam.

Pada setiap penderita, peradangan akan mengenai jaringan dan organ yang berbeda. Beratnya penyakit bervariasi mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang menimbulkan kecacatan, tergantung dari jumlah dan jenis antibodi yang muncul dan organ yang terkena.


PENYEBAB
Dalam keadaan normal, sistem kekebalan berfungsi mengendalikan pertahanan tubuh dalam melawan infeksi.

Pada lupus dan penyakit autoimun lainnya, sistem pertahanan tubuh ini berbalik melawan tubuh, dimana antibodi yang dihasilkan menyerang sel tubuhnya sendiri. Antibodi ini menyerang sel darah, organ dan jaringan tubuh, sehingga terjadi penyakit menahun. Mekanisme maupun penyebab dari penyakit autoimun ini belum sepenuhnya dimengerti.

Penyebab dari lupus tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor lingkungan dan keturunan. Beberapa faktor lingkungan yang dapat memicu timbulnya lupus:

  • Infeksi
  • Antibiotik (terutama golongan sulfa dan penisilin)
  • Sinar ultraviolet
  • Stres yang berlebihan
  • Obat-obatan tertentu
  • Hormon.
Meskipun lupus diketahui merupakan penyakit keturunan, tetapi gen penyebabnya tidak diketahui. Penemuan terakhir menyebutkan tentang gen dari kromosom 1. Hanya 10% dari penderita yang memiliki kerabat (orang tua maupun saudara kandung) yang telah maupun akan menderita lupus. Statistik menunjukkan bahwa hanya sekitar 5% anak dari penderita lupus yang akan menderita penyakit ini. Lupus seringkali disebut sebagai penyakit wanita walaupun juga bisa diderita oleh pria. Lupus bisa menyerang usia berapapun, baik pada pria maupun wanita, meskipun 10-15 kali lebih sering ditemukan pada wanita. Faktor hormonal mungkin bisa menjelaskan mengapa lupus lebih sering menyerang wanita. Meningkatnya gejala penyakit ini pada masa sebelum menstruasi dan/atau selama kehamilan mendukung keyakinan bahwa hormon (terutama estrogen) mungkin berperan dalam timbulnya penyakit ini. Meskipun demikian, penyebab yang pasti dari lebih tingginya angka kejadian pada wanita dan pada masa pra-menstruasi, masih belum diketahui. Kadang-kadang obat jantung tertentu (hidralazin, prokainamid dan beta-bloker) dapat menyebabkan sindroma mirip lupus, yang akan menghilang bila pemakaian obat dihentikan.


GEJALA
Jumlah dan jenis antibodi pada lupus, lebih besar dibandingkan dengan pada penyakit lain, dan antibodi ini (bersama dengan faktor lainnya yang tidak diketahui) menentukan gejala mana yang akan berkembang. Karena itu, gejala dan beratnya penyakit, bervariasi pada setiap penderita. Perjalanan penyakit ini bervariasi, mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang berat.

Gejala pada setiap penderita berlainan, serta ditandai oleh masa bebas gejala (remisi) dan masa kekambuhan (eksaserbasi). Pada awal penyakit, lupus hanya menyerang satu organ, tetapi di kemudian hari akan melibatkan organ lainnya.
  • Otot dan kerangka tubuh
    Hampir semua penderita lupus mengalami nyeri persendian dan kebanyakan menderita artritis. Persendian yang sering terkena adalah persendian pada jari tangan, tangan, pergelangan tangan dan lutut.
    Kematian jaringan pada tulang panggul dan bahu sering merupakan penyebab dari nyeri di daerah tersebut.
  • Kulit
    Pada 50% penderita ditemukan ruam kupu-kupu pada tulang pipi dan pangkal hidung. Ruam ini biasanya akan semakin memburuk jika terkena sinar matahari.
    Ruam yang lebih tersebar bisa timbul di bagian tubuh lain yang terpapar oleh sinar matahari.
  • Ginjal
    Sebagian besar penderita menunjukkan adanya penimbunan protein di dalam sel-sel ginjal, tetapi hanya 50% yang menderita nefritis lupus (peradangan ginjal yang menetap).
    Pada akhirnya bisa terjadi gagal ginjal sehingga penderita perlu menjalani dialisa atau pencangkokkan ginjal.
  • Sistem saraf
    Kelainan saraf ditemukan pada 25% penderita lupus. Yang paling sering ditemukan adalah disfungsi mental yang sifatnya ringan, tetapi kelainan bisa terjadi pada bagian manapun dari otak, korda spinalis maupun sistem saraf.
    Kejang, psikosa, sindroma otak organik dan sakit kepala merupakan beberapa kelainan sistem saraf yang bisa terjadi.
  • Darah
    Kelainan darah bisa ditemukan pada 85% penderita lupus.
    Bisa terbentuk bekuan darah di dalam vena maupun arteri, yang bisa menyebabkan stroke dan emboli paru.
    Jumlah trombosit berkurang dan tubuh membentuk antibodi yang melawan faktor pembekuan darah, yang bisa menyebabkan perdarahan yang berarti.
    Seringkali terjadi anemia akibat penyakit menahun.
  • Jantung
    Peradangan berbagai bagian jantung bisa terjadi, seperti perikarditis, endokarditis maupun miokarditis.
    Nyeri dada dan aritmia bisa terjadi sebagai akibat dari keadaan tersebut.
  • Paru-paru
    Pada lupus bisa terjadi pleuritis (peradangan selaput paru) dan efusi pleura (penimbunan cairan antara paru dan pembungkusnya).
    Akibat dari keadaan tersebut sering timbul nyeri dada dan sesak nafas.
Gejala dari penyakit lupus:
- demam
- lelah
- merasa tidak enak badan
- penurunan berat badan
- ruam kulit
- ruam kupu-kupu
- ruam kulit yang diperburuk oleh sinar matahari
- sensitif terhadap sinar matahari
- pembengkakan dan nyeri persendian
- pembengkakan kelenjar
- nyeri otot
- mual dan muntah
- nyeri dada pleuritik
- kejang
- psikosa.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- hematuria (air kemih mengandung darah)
- batuk darah
- mimisan
- gangguan menelan
- bercak kulit
- bintik merah di kulit
- perubahan warna jari tangan bila ditekan
- mati rasa dan kesemutan
- luka di mulut
- kerontokan rambut
- nyeri perut
- gangguan penglihatan.


DIAGNOSA
Diagnosis lupus ditegakkan berdasarkan ditemukannya 4 dari 11 gejala lupus yang khas, yaitu:
  • Ruam kupu-kupu pada wajah (pipi dan pangkal hidung)
  • Ruam pada kulit
  • Luka pada mulut (biasanya tidak menimbulkan nyeri)
  • Cairan di sekitar paru-paru, jantung, dan organ lainnya
  • Artritis (artritis non-erosif yang melibatkan 2 atau beberapa sendi perifer, dimana tulang di sekitar persendian tidak mengalami kerusakan)
  • Kelainan fungsi ginjal
    - kadar protein dalam air kemih >0,5 mg/hari atau +++
    - adanya elemen abnormal dalam air kemih yang berasal dari sel darah merah/putih maupuan sel tubulus ginjal
  • Fotosensitivitas (peka terhadap sinar matahari, menyebabkan pembentukan atau semakin memburuknya ruam kulit)
  • Kelainan fungsi saraf atau otak (kejang atau psikosa)
  • Hasil pemeriksaan darah positif untuk antibodi antinuklear
  • Kelainan imunologis (hasil positif pada tes anti-DNA rantai ganda, tes anti-Sm, tes antibodi antifosfolipid; hasil positif palsu untuk tes sifilis)
  • Kelainan darah
    - Anemia hemolitik atau
    - Leukopenia (jumlah leukosit <4000 sel/mm?) atau
    - Limfopenia (jumlah limfosit < 1500 sel/mm?) atau
    - Trombositopenia (jumlah trombosit <100.000/ mm?).
Pemeriksaan untuk menentukan adanya penyakit ini bervariasi, diantaranya:
  • Pemeriksaan darah
    Pemeriksaan darah bisa menunjukkan adanya antibodi antinuklear, yang terdapat pada hampir semua penderita lupus. Tetapi antibodi ini juga juga bisa ditemukan pada penyakit lain. Karena itu jika menemukan antibodi antinuklear, harus dilakukan juga pemeriksaan untuk antibodi terhadap DNA rantai ganda. Kadar yang tinggi dari kedua antibodi ini hampir spesifik untuk lupus, tapi tidak semua penderita lupus memiliki antibodi ini.
    Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar komplemen (protein yang berperan dalam sistem kekebalan) dan untuk menemukan antibodi lainnya, mungkin perlu dilakukan untuk memperkirakan aktivitas dan lamanya penyakit.
  • Ruam kulit atau lesi yang khas
  • Rontgen dada menunjukkan pleuritis atau perikarditis
  • Pemeriksaan dada dengan bantuan stetoskop menunjukkan adanya gesekan pleura atau jantung
  • Analisa air kemih menunjukkan adanya darah atau protein
  • Hitung jenis darah menunjukkan adanya penurunan beberapa jenis sel darah
  • Biopsi ginjal
  • Pemeriksaan saraf.

PENGOBATAN
Jika gejala lupus disebabkan karena obat, maka menghentikan penggunaan obat bisa menyembuhkannya, walaupun diperlukan waktu berbulan-bulan. Penyakit yang ringan (ruam, sakit kepala, demam, artritis, pleuritis, perikarditis) hanya memerlukan sedikit pengobatan. Untuk mengatasi artritis dan pleurisi diberikan obat anti peradangan non-steroid. Untuk mengatasi ruam kulit digunakan krim kortikosteroid.

Untuk gejala kulit dan artritis kadang digunakan obat anti malaria (hydroxycloroquine).Jika penderita sangat sensitif terhadap sinar matahari, sebaiknya pada saat bepergian menggunakan tabir surya, pakaian panjang ataupun kacamata. Penyakit yang berat atau membahayakan jiwa penderitanya (anemia hemolitik, penyakit jantung atau paru yang meluas, penyakit ginjal, penyakit sistem saraf pusat) seringkali perlu ditangani oleh ahlinya. Untuk mengendalikan berbagai manifestasi dari penyakit yang berat mungkin bisa diberikan kortikosteroid atau obat penekan sistem kekebalan. Beberapa ahli memberikan obat sitotoksik (obat yang menghambat pertumbuhan sel) pada penderita yang tidak memberikan respon yang baik terhadap kortikosteroid atau yang tergantung kepada kortikosteroid dosis tinggi.

PROGNOSIS
Beberapa tahun terakhir ini prognosis penderita lupus semakin membaik, banyak penderita yang menunjukkan penyakit yang ringan. Wanita penderita lupus yang hamil dapat bertahan dengan aman sampai melahirkan bayi yang normal, tidak ditemukan penyakit ginjal ataupun jantung yang berat dan penyakitnya dapat dikendalikan. Angka harapan hidup 10 tahun meningkat sampai 85%. Prognosis yang paling buruk ditemukan pada penderita yang mengalami kelainan otak, paru-paru, jantung dan ginjal yang berat.

Baco Salengkapnyo...

Lupus Eritematosus Diskoid

DEFINISI
Lupus Eritematosus Diskoid adalah suatu penyakit kulit menahun yang ditandai dengan peradangan dan pembentukan jaringan parut yang terjadi pada wajah, telinga, kulit kepala dan kadang pada bagian tubuh lainnya.

Lesi (kelainan) kulit ini tampak sebagai bercak kemerahan yang bersisik dan berkeropeng, yang jika membaik akan meninggalkan jaringan parut berwarna putih. Bagian tengahnya berwarna lebih terang dan bagian pinggirnya berwarna lebih gelap dari kulit yang normal.
Jika lesi timbul di daerah yang berambut (misalnya dagu atau kulit kepala), maka bisa terjadi pembentukan jaringan parut yang permanen dan kerontokan rambut.

PENYEBAB
Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi diduga merupakan suatu reaksi kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang kulit yang normal.
Penyakit ini cenderung diturunkan dan 3 kali lebih sering menyerang wanita.
Pada beberapa penderita, timbulnya lesi kulit dipicu oleh sinar matahari dan merokok.

GEJALA
Bercak kemerahan yang khas bisa terus menerus ada atau hilang timbul selama bertahun-tahun.
Bentuk bercak ini berubah-ubah setiap saat, pada awalnya berbentuk bulat dan merah, dengan diameter sekitar 0,5 cm.

Biasanya muncul di pipi, hidung, kulit kepala dan telinga, tetapi dapat juga ditemukan di batang tubuh sebelah atas, lengan bagian belakang dan tulang kering.

Sering ditemukan luka di mulut.

Jika kelainan ini tidak diobati, setiap bercak secara perlahan akan menyebar ke daerah di sekelilingnya. Bagian tengah mengalami degenerasi dan membentuk jaringan parut.
Pada daerah yang bersisik, folikel rambut melebar, meninggalkan lubang yang berbentuk seperti paku karpet. Jaringan parut dapat menyebabkan kerontokan rambut yang meluas.

Bercak kemerahan bisa disertai dengan nyeri pada sendi dan penurunan jumlah sel darah putih.

DIAGNOSA
Diagnosis tidak mudah ditegakkan karena bercak kemerahan pada lupus eritematosus diskoid mungkin sama dengan bercak pada lupus eritematosus sistemik dan penyakit lainnya seperti rosasea, dermatitis seboroik, limfoma dan sarkoidosis.
Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan biopsi kulit.

Perlu diketahui riwayat kesehatan penderita secara menyeluruh dan dilakukan pemeriksaan lengkap untuk memastikan tidak ada organ lain yang terkena.

Pemeriksaan darah dilakukan untuk menghitung jumlah sel darah merah dan sel darah putih.
Penilaian fungsi ginjal dapat membantu menyingkirkan penyakit lainnya.

Pemeriksaan laboratorium lainnya dapat dilakukan untuk melihat adanya antibodi DNA rantai ganda, yang ditemukan pada penderita lupus eritematosus sistemik, tapi tidak ditemukan pada lupus eritematosus diskoid.

PENGOBATAN
Bercak kemerahan kecil biasanya berhasil diobati dengan krim kortikosteroid.
Bercak lebih besar yang lebih resisten, kadang memerlukan pengobatan selama beberapa bulan dengan kortikosteroid per-oral (ditelan) atau dengan obat imunosupresan seperti yang digunakan untuk mengobati lupus eritematosus sistemik.

Krim steroid yang kuat sebaiknya dioleskan pada bercak kulit sebanyak 1-2 kali/hari, sampai bercak menghilang. Jika bercak sudah mulai berkurang, bisa digunakan krim steroid yang lebih ringan.
Salep cortison yang dioleskan pada lesi seringkali dapat memperbaiki keadaan dan memperlambat perkembangan penyakit.
Suntikan cortison ke dalam lesi juga bisa mengobati keadaan ini dan biasanya lebih efektif daripada salep.

Lupus diskoid tidak disebabkan oleh malaria. Tetapi obat anti malaria (cloroquine, hydroxycloroquine) memiliki daya anti peradangan yang ampuh bagi sebagian besar kasus lupus diskoid.
Jika penderita mendapatkan anti malaria, maka sebaiknya penderita menjalani pemeriksaan darah dan mata secara rutin.

Pemberian steroid per-oral (ditelan) biasanya tidak perlu dilakukan kecuali pada kasus yang berat.

Penderita yang sensitif terhadap sinar matahari perlu menggunakan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih setiap harinya dan menggunakan topi jika bepergian keluar rumah.
Pemeriksaan rutin sangat penting dan sebaiknya dilakukan 6 bulan-1 tahun/kali guna memastikan bahwa penyakitnya tidak menyebar ke organ dalam dan untuk meminimalkan pembentukan jaringan parut.

Baco Salengkapnyo...

Radang Sendi Psoriasis / Artritis Psoriatik (Psoriatic Arthritis)

DEFINISI
Artritis Proriatik (Psoriatic arthritis) adalah suatu peradangan sendi (artritis) yang terjadi pada orang-orang yang menderita psoriasis pada kulit atau kuku.

Penyakit ini mirip dengan artritis rematoid, tetapi tidak menghasilkan antibodi spesifik seperti halnya artritis rematoid.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor genetik.
Biasanya penderita psoriasis memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita artritis.

Psoriasis merupakan suatu kelainan kulit menahun yang sering ditemukan, yang menyebabkan timbulnya bercak-bercak merah di kulit.
Sekitar 1 diantara 20 penderita psoriasis akan menderita artritis.
Pada sekitar 75% kasus, artritis didahului oleh psoriasis.

Penyakit ini bisa timbul dalam berbagai bentuk. Artritis biasanya bersifat ringan dan hanya melibatkan sebagian kecil persendian.
Pada beberapa penderita, penyakit ini bersifat berat dan biasanya menyerang jari-jari tangan dan tulang belakang. Jika melibatkan tulang belakang, maka gejalanya akan lebih banyak menyerupai ankilosing spondilitis.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- kelainan kuku atau lesi kulit karena psoriasis (kulit menjadi bersisik-sisik kemerahan dan terjadi penebalan, bisa disertai kuku yang berlubang)
- pembengkakan dan nyeri persendian (artritis), biasanya pada persendian jari tangan dan jari kaki, tetapi bisa juga pada persendian lainnya
- nyeri pergelangan tangan, nyeri lutut, nyeri pinggul, nyeri sikut, nyeri pergelangan kaki
- nyeri dan pembengkakan pada tempat persambungan tendo dengan tulang
- mungkin melibatkan tendo Achilles.

DIAGNOSA
Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya lesi kulit disertai pembengkakan dan nyeri tekan pada persendian.
Bisa dilakukan pemeriksaan rontgen persendian.

PENGOBATAN
Obat anti peradangan non-steroid atau salisilat diberikan untuk mengurangi nyeri dan peradangan sendi.
Beberapa obat yang efektif untuk mengobati artritis rematoid juga digunakan untuk mengobati penyakit ini. Diantaranya adalah senyawa emas, methotrexate, cyclosporin dan sulfasalazine.
Kadang steroid disuntikkan langsung ke persendian yang terkena.

Obat lainnya adalah etretinat, yang biasanya efektif pada kasus yang berat tetapi memiliki efek samping yang serius, karena bisa menyebabkan kelainan bawaan sehingga tidak boleh diberikan kepada wanita hamil.
Etretinat menetap di dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama, karena itu wanita sebaiknya tidak hamil selama pengobatan atau minimal 1 tahun setelah pemakaian obat dihentikan.

Kombinasi metotreksat per-oral dengan pengobatan sinar ultraviolet (PUVA), bisa mengurangi gejala kulit dan peradangan pada tulang kecuali tulang belakang.

Jarang perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti persendian yang terkena.
Untuk meningkatkan mobilitas persendian, dilakukan latihan khusus untuk persendian yang terkena. Atau bisa juga digunakan terapi panas dan dingin maupun hidroterapi.

Prognosis untuk artritis psoriatik biasanya lebih baik dibandingkan dengan artritis rematoid, karena sendi yang terkena lebih sedikit dan penyakitnya seringkali bersifat ringan. Tetapi, persendian bisa mengalami kerusakan yang hebat.

Baco Salengkapnyo...

Penyakit Paget Pada Tulang (Osteitis deformans)

DEFINISI
Penyakit Paget Pada Tulang (Osteitis deformans) adalah suatu penyakit metabolisme pada tulang, dimana tulang tumbuh secara tidak normal, menjadi lebih besar dan lunak.

Kelainan ini dapat mengenai tulang manapun, tetapi yang paling sering terkena adalah tulang panggul, tulang paha, tulang tengkorak, tulang kering, tulang belakang, tulang selangka dan tulang lengan atas.

Dalam keadaan normal, sel-sel yang menghancurkan tulang tua (osteoklas) dan sel-sel yang membentuk tulang baru (osteoblas) bekerja seimbang untuk mempertahankan struktur dan integritas tulang.
Pada penyakit Paget, aktivitas osteoblas dan osteoklas di beberapa daerah tulang menjadi berlebihan dan tingkat pergantian pada daerah inipun meningkat dengan sangat hebat. Daerah tersebut akan membesar tapi strukturnya menjadi tidak normal dan menjadi lebih lemah daripada daerah yang normal.

PENYEBAB
Penyebab penyakit ini tidak diketahui.
Walaupun kelainan ini cenderung diturunkan, tetapi tidak ditemukan adanya pola genetik yang spesifik. Para ahli menduga penyebabnya adalah infeksi virus.

GEJALA
Penyakit Paget biasanya hanya menyerang 1 atau 2 tulang, kadang hanya sebagian kecil tulang yang terkena.
Paling sering menyerang tulang panjang tungkai, tulang tengkorak, tulang belakang dan tulang panggul.

Kasus yang ringan seringkali hanya menunjukkan sedikit gejala.
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri tulang. Nyeri terpusat di daerah dekat persendian tulang. Biasanya nyeri tidak berhubungan dengan berat ringannya aktivitas penderita.

Jika yang terkena adalah tulang tengkorak, maka kepala tampak membesar dan kening terlihat lebih menonjol.
Pembesaran tulang tengkorak dapat menyebabkan :
- ketulian karena rusaknya telinga sebelah dalam (koklea)
- sakit kepala karena penekanan saraf
- penonjolan vena di kuit kepala karena adanya peningkatan aliran darah ke kepala
- gigi mulai goyah dan tanggal.

Jika yang terkena adalah tulang belakang, maka keluhan utamanya adalah nyeri punggung bagian bawah. Kanalis spinalis menjadi sempit (keadaan ini disebut sebagai stenosis spinalis) dan bisa menyebabkan mati rasa atau lumpuh.
Patah tulang kompresi pada tulang belakang bisa menyebabkan tulang belakang melengkung.
Tulang belakang bisa membesar, menjadi lemah dan melengkung, sehingga tinggi badan berkurang.

Pada anggota gerak (terutama tungkai yang menyangga berat badan), tulang mudah mengalami patah, dengan masa penyembuhan yang lebih lama dan mulai melengkung atau mengalami kelainan bentuk. Kaki menjadi bengkok dan langkah menjadi pendek dan sedikit goyah
Kerusakan pada tulang rawan sendi bisa menyebabkan terjadinya artritis.

Meskipun jarang, bisa terjadi gagal jantung karena peningkatan aliran darah melalui tulang yang abnormal akan memberi kerja tambahan bagi jantung.

DIAGNOSA
Pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan untuk memperkuat diagnosis penyakit Paget:

  • Rontgen tulang (menunjukkan adanya peningkatan kepadatan tulang, penebalan, pembengkokan dan pertumbuhan berlebih)
  • Skening tulang
  • Pemeriksaan darah (peningkatan serum alkalin fosfatase).
PENGOBATAN
Pada kasus yang ringan, untuk mengurangi nyeri bisa diberikan Aspirin atau ibuprofen.
Jika menyerang tungkai, dokter biasanya menganjurkan untuk menggunakan tongkat penyangga dan sedapat mungkin menghindari jatuh atau kecelakaan yang bisa menyebabkan terjadinya patah tulang.

2 jenis obat yang biasanya diberikan kepada penderita penyakit Paget:
  • Biphosphonat : obat untuk mengurangi resorbsi (penyerapan kembali) tulang.
    Terdapat 5 jenis obat, 4 dalam bentuk tablet dan 1 dalam bentuk infus intravena.
    Bersamaan dengan pemberian obat ini biasanya juga diberikan tambahan kalsium.
    Efek samping yang mungkin timbul adalah mencret dan mual.
    Pengobatan dilakukan selama 6 bulan.
  • Calsitonin diberikan dalam bentuk suntikan harian atau semprot hidung.
    Jika gejala sudah mereda, maka dosis obat diturunkan. Jika obat langsung dihentikan, bisa terjadi kekambuhan.
    Sebanyak 20% penderita yang menggunakan obat suntikan bisa mengalami efek samping berupa mual, wajah kemerahan dan beser.
Mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk:
- membantu pemulihan patah tulang agas posisinya lebih baik
- memperbaiki kerusakan sendi akibat artritis
- membebaskan saraf yang terjepit
- memperbaiki kelainan tulang yang terjadi
- meringankan nyeri lutut.

Deteksi dini dan pengobatan yang tepat bisa membantu mengurangi nyeri akibat penyakit Paget dan mengontrol perkembangan penyakitnya. Perubahan keganasan terjadi pada kurang dari 1% kasus.
Diet kaya kalsium dan vitamin D serta program latihan yang tepat juga merupakan komponen yang penting dalam menjaga kesehatan rangka tubuh dan mobilitias persendian.

Baco Salengkapnyo...