Entri Populer

Samarajiwa. Diberdayakan oleh Blogger.

Spondilitis Ankilosing

DEFINISI
Spondilitis Ankilosing merupakan penyakit jaringan ikat yang ditandai dengan peradangan pada tulang belakang dan sendi-sendi yang besar, menyebabkan kekakuan dan nyeri. Laki-laki 3 kali lebih sering terkena, dan lebih sering menyerang umur 20-40 tahun.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi penyakit ini cenderung menyerang anggota keluarga, menunjukkan adanya peran dari genetik. Penyakit ini 10-20 kali lebih sering terjadi pada orang-orang yang orang tua atau saudaranya menderita spondilitis ankilosing.


GEJALA
Peradangan ringan sampai menengah biasanya bergantian dengan periode tanpa gejala. Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri punggung, yang intensitasnya bervariasi dari satu episode ke episode lainnya dan bervariasi pada setiap penderita. Nyeri sering memburuk di malam hari. Kekakuan di pagi hari yang akan hilang jika penderita melakukan aktivitas, juga sering ditemukan. Nyeri punggung dan kejang otot-ototnya seringkali bisa berkurang jika penderita membungkukkan badannya ke depan. Karena itu penderita sering mengambil posisi membungkuk, yang bisa menyebabkan bungkuk menetap bila tidak diobati.

Pada penderita lainnya, tulang belakang dengan jelas tampak lurus dan kaku. Nyeri punggung bisa disertai dengan hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelemahan dan anemia. Jika sendi yang menghubungkan tulang iga dan tulang belakang meradang, rasa nyeri akan membatasi kemampuan dada untuk mengembang dan untuk menarik nafas dalam. Kadang-kadang nyeri dimulai di sendi yang besar, seperti panggul, lutut dan bahu. Sepertiga penderita mengalami serangan berulang dari peradangan mata (iritis akut), yang biasanya tidak mengganggu penglihatan.

Pada penderita lainnya, peradangan bisa menyerang katup jantung. Jika kerusakan tulang belakang menekan saraf atau urat saraf tulang belakang, bisa timbul mati rasa, kelemahan atau nyeri di daerah yang dipersarafinya.

Sindroma kauda equina (Sindroma Ekor Kuda) merupakan komplikasi yang jarang, berupa gejala yang timbul jika kolumna tulang belakang yang meradang, menekan sejumlah saraf yang berjalan dibawah ujung urat saraf tulang belakang. Gejalanya berupa impotensi, inkontinensia uri di malamhari, sensasi yang berkurang pada kandung kemih dan rektum dan hilangnya refleks mata kaki.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pola gejala-gejalanya dan foto rontgen dari tulang belakang dan sendi yang terkena, dimana bisa dilihat adanya erosi pada persendian antara tulang belakang dan tulang panggul (sendi sakroiliaka) dan pembentukan jembatan antara tulang belakang, yang menyebabkan kekakuan pada tulang belakang.

Laju endap darah cenderung meningkat. Pada 90% penderita ditemukan gen spesifik HLA-B27.


PENGOBATAN
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi nyeri punggung dan nyeri sendi, dan mencegah atau memperbaiki kelainan bentuk pada tulang belakang. Aspirin dan obat anti peradangan non-steroid lainnya bisa mengurangi nyeri dan peradangan. Yang paling efektif adalah indometasin.

Kortikosteroid hanya membantu pengobatan jangka pendek pada iritis dan peradangan sendi yang berat, yang biasanya diobati dengan penyuntikkan langsung ke dalam sendi. Obat pengendur otot (muscle relaxant) dan pereda nyeri golongan narkotik, biasanya digunakan hanya untuk periode singkat, guna meringankan nyeri yang hebat dan mengembalikan fungsi panggul dan lutut.

Tujuan jangka panjang dari pengobatan adalah mempertahankan postur tubuh yang tepat dan membangun otot punggung yang kuat. Latihan harian akan memperkuat otot, yang akan melawan kecenderungan untuk membungkuk.

Baco Salengkapnyo...

Sindroma Behcet

DEFINISI
Sindroma Behcet adalah penyakit peradangan menahun dan sering mengalami kekambuhan, yang bisa menyebabkan rasa nyeri yang berulang pada luka di mulut, lepuhan di kulit, luka di alat kelamin dan sendi yang membengkak.

Mata, pembuluh darah, sistem saraf dan saluran pencernaan juga bisa mengalami peradangan. Sindroma ini 2 kali lebih sering mengenai laki-laki. Biasanya timbul pada usia 20an, tetapi kadang-kadang terjadi pada masa kanak-kanak. Penyakit ini jarang ditemukan di AS. Orang-orang dari negara-negara Mediterania, Jepang, Korea dan daerah sepanjang rute sutra melalui Cina, memiliki resiko tertinggi terhadap terjadinya sindroma ini.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi virus dan penyakit autoimun diduga berperan dalam terjadinya penyakit ini.


GEJALA
Hampir semua penderita mengalami luka di mulut yang terasa nyeri dan berulang (mirip dengan luka cangker), yang biasanya merupakan gejala awal. Luka di penis, kantong buah zakar dan vulva cenderung nyeri, sedangkan luka di vagina tidak menimbulkan nyeri.

Gejala lainnya muncul beberapa hari bahkan beberapa tahun kemudian. Peradangan berulang dari bagian mata (iridosiklitis kambuhan) menyebabkan nyeri pada mata, peka terhadap cahaya dan penglihatan berkabut. Beberapa gangguan mata lainnya bisa terjadi, seperti uveitis, yang bisa menyebabkan kebutaan jika tidak diobati.

Lepuhan di kulit dan jerawat bernanah timbul pada sekitar 80% penderita. Luka kecil, bahkan tusukan jarum sekalipun, bisa menyebabkan daerah ini membengkak dan meradang. Sekitar 50% penderita mengalami artritis non-progresif yang relatif ringan di lutut dan sendi besar lainnya.

Peradangan pembuluh darah (vaskulitis) di seluruh tubuh bisa menyebabkan:
- pembentukan bekuan darah
- aneurisma (penonjolan pada dinding pembuluh darah yang lemah)
- stroke
- kerusakan ginjal.

Jika mengenai saluran pencernaan, gejalanya bisa berkisar mulai dari rasa tidak enak yang ringan sampai kram perut yang berat dan diare. Gejala atau periode bebas gejala dari sindroma ini bisa berlangsung selama beberapa minggu, beberapa tahun bahkan beberapa dekade. Komplikasi yang kemungkinan besar terjadi adalah kelumpuhan. Kadang-kadang kerusakan dari sistem saraf, saluran pencernaan atau pembuluh darah bisa berakibat fatal.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik karena tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat mendeteksi sindroma Behcet. Gejalanya mirip dengan penyakit lain, seperti sindroma Reiter, sindroma Steven-Johnson, lupus eritematosus sistemik, penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.


PENGOBATAN
Tetes mata atau salep kortikosteroid bisa membantu penyembuhan mata yang meradang dan luka di kulit. Peradangan mata atau sistem saraf yang berat mungkin memerlukan prednison atau kortikosteroid lainnya. Siklosporin (obat imunosupresan) diberikan jika masalah mata sangat berat atau jika prednison tidak mampu mengendalikan gejala-gejalanya.

Baco Salengkapnyo...

Tumor Tulang Non-Kanker

DEFINISI
Tumor Tulang Non-kanker adalah suatu pertumbuhan sel-sel yang abnormal di dalam tulang yang sifatnya jinak.

Yang merupakan tumor tulang jinak adalah:

  • Osteokondroma
  • Kondroma Jinak
  • Kondroblastoma
  • Fibroma Kondromiksoid
  • Osteoid Osteoma
  • Tumor Sel Raksasa.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.


GEJALA
OSTEOKONDROMA

Osteokondroma (Eksostosis Osteokartilaginous) merupakan tumor tulang jinak yang paling sering ditemukan. Biasanya menyerang usia 10-20 tahun. Tumor ini tumbuh pada permukaan tulang sebagai benjolan yang keras. Penderita dapat memiliki satu atau beberapa benjolan. 10% dari penderita yang memiliki beberapa osteokondroma, akan mengalami kelaganasan tulang yang disebut kondrosarkoma, tetapi penderita yang hanya memiliki satu osterokondroma, tidak akan menderita kondrosarkoma.

KONDROMA JINAK

Kondroma Jinak biasanya terjadi pada usia 10-30 tahun, timbul di bagian tengah tulang. Beberapa jenis kondroma menyebabkan nyeri. Jika tidak menimbulkan nyeri, tidak perlu diangkat atau diobati. Untuk memantau perkembangannya, dilakukan foto rontgen. Jika tumor tidak dapat didiagnosis melalui foto rontgen atau jika menyebabkan nyeri, mungkin perlu dilakukan biopsi untuk menentukan apakah tumor tersebut bisa berkembang menjadi kanker atau tidak.

KONDROBLASTOMA

Kondroblastoma merupakan tumor yang jarang terjadi, yang tumbuh pada ujung tulang. Biasanya timbul pada usia 10-20 tahun. Tumor ini dapat menimbulkan nyeri, yang merupakan petunjuk adanya penyakit ini. Pengobatan terdiri dari pengangkatan melalui pembedahan; kadang setelah dilakukan pembedahan, tumor bisa tumbuh kembali.

FIBROMA KONDROMIKSOID

Fibroma Kondromiksoid merupakan tumor yang sangat jarang, yang terjadi pada usia kurang dari 30 tahun. Nyeri merupakan gejala yang biasa dikeluhkan. Tumor ini akan memberikan gambaran yang khas pada foto rontgen. Pengobatannya adalah pengangkatan melalui pembedahan.

OSTEOID OSTEOMA

Osteoid Osteoma adalah tumor yang sangat kecil, yang biasanya tumbuh di lengan atau tungkai, tetapi dapat terjadi pada semua tulang. Biasanya akan menimbulkan nyeri yang memburuk pada malam hari dan berkurang dengan pemberian aspirin dosis rendah.
Kadang otot di sekitar tumor akan mengecil (atrofi) dan keadaan ini akan membaik setelah tumor diangkat.

Skening tulang menggunakan pelacak radioaktif bisa membantu menentukan lokasi yang tepat dari tumor tersebut. Kadang-kadang tumor sulit ditentukan lokasinya dan perlu dilakukan pemeriksaan tambahan seperti CT scan dan foto rontgen dengan teknik yang khusus.

Pengangkatan tumor melalui pembedahan merupakan satu-satunya cara untuk mengurangi nyeri secara permanen. Bila penderita enggan menjalani pembedahan, untuk mengurangi nyeri bisa diberikan aspirin.

TUMOR SEL RAKSASA

Tumor Sel Raksasa biasanya terjadi pada usia 20 tahun dan 30 tahun. Tumor ini umumnya tumbuh di ujung tulang dan dapat meluas ke jaringan di sekitarnya.
Biasanya menimbulkan nyeri. Pengobatan tergantung dari ukuran tumor. Tumor dapat diangkat melalui pembedahan dan lubang yang terbentuk bisa diisi dengan cangkokan tulang atau semen tulang buatan agar struktur tulang tetap terjaga.

Pada tumor yang sangat luas kadang perlu dilakukan pengangkatan satu segmen tulang yang terkena. Sekitar 10 % tumor akan muncul kembali setelah pembedahan. Walaupun jarang, tumor ini bisa tumbuh menjadi kanker.


DIAGNOSA
Diagnosis tumor tulang jinak ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan:
  • Rontgen tulang
  • Biopsi tulang
  • Skening tulang (bisa menunjukkan ukuran dan lokasi tumor)
  • Pemeriksaan darah (peningkatan kadar enzim alkalin fosfatase).

PENGOBATAN
Tumor tulang jinak biasanya tidak perlu diobati, tetapi harus dimonitor secara periodik untuk mengetahui perkembangan maupun penyusutannya. Kadang perlu diangkat melalui pembedahan.

Baco Salengkapnyo...

Kelumpuhan Berkala

DEFINISI
Kelumpuhan Berkala adalah sekumpulan kelainan yang menyebabkan serangan kelemahan dan kelumpuhan mendadak. Selama suatu serangan kelumpuhan berkala, otot-otot tidak memberikan respon terhadap impuls saraf yang normal atau bahkan terhadap rangsangan buatan dari alat elektronik. Serangan ini berbeda dari kejang, karena penderita tetap sadar dan waspada.


PENYEBAB
Merupakan penyakit keturunan yang bersifat autosom dominan. Bentuk penyakit ini bervariasi pada setiap keluarga:

  • Tipe hiperkalemik, kelumpuhan berhubungan dengan kadar kalium yang tinggi di dalam darah (hiperkalemia)
  • Tipe hipokalemik, kelumpuhan berhubungan dengan rendahnya kadar kalium dalam darah (hipokalemia).

GEJALA
Ketika terbangung di pagi hari (setelah sehari sebelumnya melakukan olah raga berat), penderita merasakan kelemahan pada sekelompok otot tertentu atau pada lengan dan tungkai. Kelemahan ini biasanya berlangsung selama 1-2 hari. Pada tipe hipokalemik, serangan biasanya muncul pertama kali pada usia 20an atau 30an. Serangan berlangsung lebih lama dan lebih hebat.

Beberapa penderita tipe hipokalemik cenderung mengalami serangan kelumpuhan setelah sehari sebelumnya memakan makanan kaya karbohidrat, tetapi berpuasa juga bisa memicu terjadinya serangan.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Pemeriksaan darah bisa dilakukan untuk mengetahui kadar kalium. Pemeriksaan fungsi kelenjar tiroid dan pemeriksaan tambahan lainnya dilakukan untuk meyakinkan bahwa kadar kalium yang abnormal bukan disebabkan oleh penyakit lain.


PENGOBATAN
Untuk mencegah serangan, baik karena hipokalemia ataupun karena hiperkalemia, bisa diberikan asetazolamid (obat yang merubah keasaman darah). Jika selama serangan kadar kaliumnya turun, maka diberikan kalium klorida dalam larutan tanpa pemanis. Biasanya gejala akan mereda dalam waktu 1 jam.


PENCEGAHAN
Penderita tipe hipokalemik sebaiknya menghindari makanan kaya karbohidrat dan olah raga yang terlalu berat. Penderita tipe hiperkalemik bisa mencegah terjadinya serangan dengan sering makan makanan kaya karbohidrat dan rendah kalium.

Baco Salengkapnyo...

Kelainan Bentuk Tangan

DEFINISI
Kelainan bentuk tangan dapat disebabkan oleh sebuah luka atau bisa dihasilkan dari gangguan yang lainnya (contoh, rheumatoid arthritis). Kelainan bentuk harus dengan segera diobati, bila mungkin. Sebaliknya, kelainan bentuk cenderung tidak bereaksi terhadap pengobatan sederhana, seperti pembebatan dan olahraga, dan sering kali membutuhkan operasi.

  1. Jari Palu/Mallet
    Jari mallet adalah kelainan bentuk dimana ujung jari keriting dan tidak dapat lurus sendiri. Kelainan bentuk jari palu biasanya akibat dari luka, yang mana merusak tendon atau merobek tendon dari tulang. Hal ini dapat berakibat pada satu atau lebih jari. Seorang dokter bisa membuat diagnosa dengan mengamati jari-jari.

    Sinar-X biasanya dipakai untuk meyakinkan bahwa tidak terdapat retak. Pengobatan biasanya memasang bebat pada jari dengan meluruskan jari. Tendon bisa memerlukan 6 sampai 8 minggu untuk sembuh. Jari mallet jarang memerlukan operasi, kecuali retak parah pada tulang patah atau sambungan secara parsial tidak pada tempatnya, bahkan di dalam bebat.


  2. Kelainan Bentuk Leher Angsa

    Ketika jari menekuk dengan tidak normal.
    Beberapa gangguan, seperti rheumatoid arthritis, dan luka bisa menyebabkan jari menekuk tidak normal. Pada jari mallet,ujung jari mengeriting ke dalam dan tidak bisa diluruskan. Pada kelainan bentuk leher-angsa, persendian pada pangkal jari menekuk ke dalam. Pada kelainan bentuk buotonniere, persendian jari bagian tengah menekuk ke arah dalam (menuju telapak tangan) dan persendian jari paling luar menekuk keluar (menjauh dari telapak tangan).
    Kelainan bentuk leher-angsa adalah sebuah pembengkokan (lentur) pada dasar jari, lurus keluar (perluasan) pada persediaan bagian tengah, dan lekukan pada persendian paling luar (lentur).

    Penyebab yang paling umum adalah radang sendi rheumatoid. Penyebab lain termasuk jari palu yang tidak diobati, kelonggaran (lemah) pada lempengan serat di dalam tangan pada dasar jari atau pada ikatan sendi tangan, kejang otot mempengaruhi tangan, dan kelainan susunan dalam penyembuhan pada tulang bagian tengah pada jari yang retak. Menutup jari bisa jadi tidak mungkin; kelainan bentuk tersebut bisa mengakibatkan ketidakmampuan yang dipertimbangkan.

    Kelainan bentuk seperti leher-angsa tidak mempengaruhi ibu jari, yang memiliki salah satu sedikit persendian dibandingkan jari lainnya. Meskipun begitu, pada sebuah jenis kelainan bentuk leher-angsa, disebut kelainan bentuk paruh-bebek, persendian ujung pada ibu jari terlalu lurus dengan hebat dengan tekukan ked alam pada persendian pada pangkal ujung ibu jari untuk membentuk sudut 90 º. Jika kelainan bentuk paruh-bebek dan kelainan bentuk leher-angsa pada satu atau lebih jari terjadi bersamaan, kemampuan untuk mencubit bisa berkurang dengan serius.

    Seorang dokter membuat diagnosa dengan meneliti tangan dan jari. Pengobatan ditujukan untuk memperbaiki penyebab yang mendasarinya sebisa mungkin. Kelainan bentuk ringan kemungkinan diobati dengan membelat jari (ring splints), yang memperbaiki kelainan bentuk ketika masih mengizinkan seseorang untuk menggunakan tangannya. Masalah dengan kemampuan untuk mencubit bisa sangat membaik dengan operasi meluruskan kembali persendian atau dengan menggabungkan ibu jari atau persendian jari bersamaan (disebut interphalangeal arthrodesis) ke dalam posisi yang membuat fungsi optimal.


  3. Kelainan Boutonnière
    Kelainan bentuk Boutonniere (kelainan bentuk lubang kancing) adalah kelainan bentuk di mana persendian jari tengah menekuk dengan posisi tetap ke dalam (ke arah telapak tangan) dan persendian jari paling luar menekuk secara berlebihan keluar (menjauh dari telapak tangan. Gangguan ini paling sering terjadi pada rheumatoid arthritis tetapi bisa juga terjadi dari luka (potongan dalam, persendian yang terlepas, patah) atau asteoarthritis. Orang dengan rheumatoid arthritis bisa membentuk gangguan tersebut karena mereka mengalami peradangan yang lama pada persendian tangan bagian tengah.

    Jika kelainan tersebut disebabkan sebuah luka, luka tersebut biasanya terjadi pada pangkal sebuah tendon (disebut phalanx extensor tendon bagian tengah). Akibatnya, persendian bagian tengah (disebut persendian proximal interphalangeal) menjadi ‘lubang kancing’ antara kumpulan tendon bagian luar yang menjalar menuju ujung jari. Kelainan bentuk tersebut bisa, tetapi tidak pasti, bertentangan dengan fungsi tangan. Dokter membuat diagnosa dengan meneliti jari tersebut.

    Kelainan bentuk buttonniere disebabkab oleh luka tendon meluas biasanya bisa diperbaiki dengan sebuah bidai yang menjaga persendian bagian tengah meluas secara lengkap untuk 6 minggu. Ketika pembidaian tidak efektif, atau ketika kelainan bentuk lubang kancing disebabkan oleh rheumatoid arthritis, operasi kemungkinan diperlukan.


  4. Erosive (Peradangan) Osteoarthritis
    Erosive (peradangan) osteoarthritis adalah sebuah bentuk osteoarthritis menurun pada tangan, yang menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan pembentukan kista pada persendian jari (terutama pada bagian paling luar).

    Osteoarthritis pada tangan terlihat membesar pada tulang melebihi persendian paling luar pada jari (batang heberden) dan lebih cepat bertumbuh pada tulang melebihi persendian bagian tengah pada jari (bongko kecil bouchard). Dengan erosive osteoarthritis, terdapat juga pembengkakan pada jaringan di sekitarnya. Persendian di antara jari dan tangan dan pergelangan biasanya tidak terkena. Persendian yang berhubungan bisa menjadi tidak lurus.

    Kelainan tersebut dapat dilihat pada sinar X. Tidak seperti pada rheumatoid arthritis, hasil pada tes darah yang mengindikasi peradangan (seperti tingkat endapan eritrosit (ESR) dan jumlah sel darah putih) biasanya normal, tanpa memperhatikan seberapa berat gangguan itu.

    Pengobatan termasuk olahraga bergerak di dalam air hangat untuk menringankan nyeri selama latihan dan untuk menjaga persendian seelastis mungkin, pembelatan dengan sebentar-sebentar untuk mencegah kelainan bentuk, dan menggunakan analgesik atau obat-obatan anti-peradangan nonsteroidal (NSAIDs) untuk meringankan nyeri dan bengkak.

    Kadangkala, sebuah cairan kortikosteroid bisa diperlukan untuk disuntikkan ke dalam persendian yang terkena parah untuk meringankan nyeri dan meningkatan cakupan gerak. Jarang, ketika osteoarthritis berlanjut dan pengobatan lain tidak efektif, persendian bisa memerlukan untuk direkonstruksi ulang atau disambung dengan operasi.


  5. Dupuytren's Contracture
    Dupuyten contracture (palmar fibromatosis) adalah penyusutan progresif pada kumpulan jaringan serat (disebut fascia) di dalam telapak tangan, menghasilkan jari yang mengeriting ke dalam yang segera bisa menghasilkan tangan seperti cakar.

    Duyputen contracture adalah gangguan menurun umum yang terjadi terutama pada pria dan khususnya setelah berusia 45 tahun. Meskipun begitu, memiliki gen yang tidak normal tidak menjamin bahwa seseorang akan mengalami gangguan tersebut. Kejadian duyputen contracture di Amerika Serikat adalah sekitar 5 %; kejadian di seluruh dunia berkisar 2 sampai 42%. Gangguan tersebut mempengaruhi kedua tangan pada 50% orang; ketika hanya salah satu tangan yang terkena, tangan kanan dua kali lebih sering dibandingkan tangan kiri.


    Jari pemicu.
    Pada jari pemicu (flexor digital tenosynovitis), sebuah jari menjadi terkunci pada posisi bengkok. Jari tersebut terkunci ketika salah satu tendon yang melenturkan jari menjadi meradang dan bengkak. Secara normal, tendon bergerak dengan lembut ke dalam dan keluar pada lapisan yang mengelilinginya seperti jari yang lurus dan menekuk. Pada jari pemicu, tendon yang meradang bisa bergerak keluar lapisan sebagaimana jari tersebut menekuk. Meskipun begitu, ketika tendon sangat bengkak, tidak mudah bergerak ke belakang sebagaimana jari yang lurus, dan oleh karena itu jari terkunci.

    Jari pemicu bisa dihasilkan dari penggunaan tangan yang berulang (sebagimana bisa terjadi dari penggunaan gunting berkebun yang berat) atau dari peradangan (sebagaimana terjadi pada rheumatoid arthritis). Untuk meluruskan jari tersebut, seseorang harus mendorong daerah yang bengkak tersebut ke dalam lapisan-menghasilkan rasa letupan serupa dengan yang dirasakan ketika mendorong pemicu. Kadangkala sebuah kortikosteroid dan bius lokal disuntikkan ke dalam lapisan tendon. Operasi umumnya diperlukan untuk mengobati jari pemicu yang kronis.

    Duyputen contracture lebih sering terjadi pada orang dengan diabetes, sakit karena terlalu banyak minum alkohol, atau epilepsi. Gangguan tersebut kadangkala berhubungan dengan gangguan-gangguan lain, termasuk penebalan jaringan serat di atas sendi engsel (garrod pad), penyusutan pada fascia di dalam penis yang menyebabkan penyimpangan dan ereksi yang sangat menyakitkan (penile fibromatosis (penyakit peyronie)), dan bongkol kecil pada telapak kaki (plantar fibromatosis). Meskipun begitu, mekanisme tepat yang menyebabkan fascia pada telapak tangan menjadi tebal dan keriting tidak diketahui.

    Gejala awal biasanya bongkol kecil lunak pada telapak tangan (paling sering pada jari ketiga atau keempat). Bongko kecil bisa awalnya menyebabkan rasa tidak nyaman tetapi secara bertahap menjadi tidak menyakitkan. Secara bertahap, jari menjadi keriting. Segera, keriting memburuk, dan tangan bisa melengkung (seperti cakar). Dokter membuat diagnosa dengan meneliti tangan tersebut.

    Sebuah suntikan suspensi kortikosteroid ke dalam bongkol kecil bisa membantu mengurangi kelunakan di daerah tersebut tetapi tidak akan menghambat kemajuan gangguan tersebut. operasi biasanya diperlukan ketika tangan tidak dapat diletakkan datar diatas meja atau ketika jari terlalu keriting dimana fungsi tangan terbatasi. Operasi untuk mengangkat penyakit fascia adalah sulit, karena fascia syaeaf disekitarnya, pembuluh darah, dan tendon.

    Duyputen contracture bisa berulang setelah operasi jika pengangkatan fascia tidak lengkap. Yang bisa juga berulang secara spontan, khusunya pada orang yang dengan gangguan ini terlihat diusia muda, mereka dengan gangguan tersebut menurun di dalam keluarga, dan mereka dengan garrod pad, penyakit peyronie atau bongjol kecil pada telapak kaki.

Baco Salengkapnyo...

Infeksi Pada Tangan

DEFINISI
Gigitan manusia dan hewan bisa menyebabkan infeksi pada tangan ; beberapa infeksi lainnya adalah felon, paronicia, dan herpetic whitlow.

  1. Infeksi yang disebabkan oleh gigitan
    Penyebab paling sering adalah luka tekanan dari gigi karena pukulan ke mulut. Gigitan hewan juga menjadi penyebab umum. Luka terkontaminasi dengan sejumlah jenis bakteri bisa dihasilkan dari gigitan manusia dan hewan. Semua luka gigitan berpotensi berbahaya dan bisa menyebabkan infeksi yang signifikan. Daerah terluka harus dibersihkan dengan operasi, dengan membuka luka.

    Antibiotik harus diberikan untuk menghindari infeksi tulang sendi (septic arthritis), yang mana sebaliknya bisa menuju kerusakan tetap pada tulang kaki sendi. Bakteri pada gigitan manusia dan hewan melawan banyak antibiotik namun biasanya peka terhadap ampisilin dan penisilin

  2. Felon
    Felon adalah infeksi pada jaringan lunak (pupl) pada ujung jari. Sebuah infeksi pada ujung jari bisa mengarah pada abscess, yang menciptakan tekanan dan matinya jaringan di sekitarnya. Ujung jari menjadi bengkak sekali dan keras dengan rasa sakit berdenyut hebat. Dokter membuat diagnosa dengan meneliti kerusakan jari.

    Jika sebuah felon tidak diobati dengan segera, tulang bagian bawah, tulang sendi, atau tendon bisa jadi terinfeksi. Felon minor bisa diobati dengan berendam air hangat beberapa kali sehari untuk meningkatkan peredaran darah. Antibiotik biasanya diperlukan. Pengobatam bisa memerlukan pengeringan dengan pembedahan cepat pada abscess dengan baik.

  3. Herpetic Whitlow
    Herpetic whitlow adalah infeksi virus pada ujung jari. Virus herpes simplex bisa menyebabkan infeksi kulit parah yang sangat menyakitkan. Ujung jari luka dan bengkak namun tidak sekeras felon. Tampilan dari gelembung kecil (vesicle) berisi cairan pada jari didiagnosa. Herpetic whitlow seringkali salah diartikan sebagai felon. Gangguan tersebut segera hilang dengan sendirinya. Operasi tidak diperlukan.

  4. Paronychia
    Paronychia adalah infeksi pada kutikula. Infeksi tangan yang sangat umum ini bisa disebabkan oleh luka terhadap luka pada kuku dan kutikula, menggigiti tangan, atau manipulasi agresif pada kutikula selama manikur. Paronychia bisa disebabkan oleh berbagai bakteri berbeda, termasuk pseudomonas dan proteus.

    Kutikula dan jaringan pada pinggiran kuku menjadi merah, bengkak, dan sungguh menyakitkan. Jika dibiarkan tidak diobati, abscess akan terbentuk dan bisa menyebar ke ujung jari (menyebabkan felon) atau ke tulang.

    Dokter membuat diagnosa dengan meneliti jari yang terkena. Dalam tahap pertama, paronychia kemungkinan diobati dengan antibiotik oral dan sering berendam air hangat untuk meningkatkan aliran darah. Jika abscess terbentuk, yang harus dikeringkan dengan operasi.

  5. Abses Tangan
    Abscess tangan adalah penumpukan nanah yang mempengaruhi tangan, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Abscess pada tangan adalah biasa terjadi dan biasanya dihasilkan dari luka. Abscess pada bantalan lunak pada ujung jari di sekitarnya selalu dihasilkan dari luka kecil, seperti sebuah goresan atau tusuk jarum.

    Nyeri berat, hangat, dan kemerahan terjadi di sepanjang abscess, seringkali disertai pembengkakan pada batang getah bening yang dekat pada lengan. Infeksi pada tulang di bawah bisa lebih menyebabkan nyeri. Abscess bisa terjadi di sekitar tendon yang menjalar terus di dalam jari. Jenis abscess ini disebabkan oleh luka yang menembus salah satu lipatan pada telapak tangan di sebelah jari. Infeksi dan nanah dari sekitar tendon tersebut dan jaringan yang cepat hancur.

    Mekanisme meluncur pada tendon menjadi rusak, sehingga jari tersebut hampir tidak bisa digerakkan. Gejala-gejala termasuk pembengkakan dan peradangan pada jari, kelunakan sepanjang lapisan tendon, dan nyeri eksterm ketika mencoba untuk menggerakkan jari. Pembengkakan batang getah bening di dekat abscess adalah sering terjadi. Demam juga umum.

    Abscess bisa terjadi di setiap bagian telapak tangan dan menyebar di antara tulang metacarpal (tulang tangan diantara pergelangan tangan dan jari). Beberapa infeksi bisa terjadi setelah kulit dirobek atau tangan ditusuk dengan sesuatu yang tajam. Abscess telapak tangan (juga disebut abscess tombol-collar) bisa terbentuk dari kulit yang tebal dan keras yang terinfeksi.

    Abscess telapak tangan dimulai sebagai nyeri berdenyut hebat dengan pembengkakan dan lunak berat untuk disentuh. Pengobatan meliputi operasi pengeringan nanah. Kultur laboratorium pada nanah dibawa keluar untuk memastikan antibiotik mana yang paling baik untuk pengobatan (biasanya cephalosporin).

  6. Infeksi pada lapisan tendon
    Infeksi pada lapisan tendon yang lentur ditandai dengan nyeri dan pembengkakan, dengan kelembutan sepanjang panjang lapisan tendon dan nyeri ketika meluruskan jari. Nanah bisa menyebar di dalam tangan untuk membentuk abscess berbentuk-tapal kuda. Operasi pengeringan pada abscess diperlukan. Terapi antibiotik juga diperlukan (pilihan tersebut tergantung pada hasil kultur laboratorium pada nanah).

Baco Salengkapnyo...

Infeksi

DEFINISI
Gigitan manusia dan hewan bisa menyebabkan infeksi pada tangan; beberapa infeksi lainnya adalah felon, paronicia, dan herpetic whitlow.

  1. Infeksi yang disebabkan oleh gigitan

    Penyebab paling sering adalah luka tekanan dari gigi karena pukulan ke mulut. Gigitan hewan juga menjadi penyebab umum. Luka terkontaminasi dengan sejumlah jenis bakteri bisa dihasilkan dari gigitan manusia dan hewan. Semua luka gigitan berpotensi berbahaya dan bisa menyebabkan infeksi yang signifikan. Daerah terluka harus dibersihkan dengan operasi, dengan membuka luka. Antibiotik harus diberikan untuk menghindari infeksi tulang sendi (septic arthritis), yang mana sebaliknya bisa menuju kerusakan tetap pada tulang kaki sendi. Bakteri pada gigitan manusia dan hewan melawan banyak antibiotik namun biasanya peka terhadap ampisilin dan penisilin.

  2. Felon

    Felon adalah infeksi pada jaringan lunak (pupl) pada ujung jari. Sebuah infeksi pada ujung jari bisa mengarah pada abscess, yang menciptakan tekanan dan matinya jaringan di sekitarnya. Ujung jari menjadi bengkak sekali dan keras dengan rasa sakit berdenyut hebat. Dokter membuat diagnosa dengan meneliti kerusakan jari. Jika sebuah felon tidak diobati dengan segera, tulang bagian bawah, tulang sendi, atau tendon, bisa jadi terinfeksi.

    Felon minor bisa diobati dengan berendam air hangat beberapa kali sehari untuk meningkatkan peredaran darah. Antibiotik biasanya diperlukan. Pengobatam bisa memerlukan pengeringan dengan pembedahan cepat pada abscess dengan baik.

  3. Herpetic Whitlow

    Herpetic whitlow adalah infeksi virus pada ujung jari. Virus herpes simplex bisa menyebabkan infeksi kulit parah yang sangat menyakitkan. Ujung jari luka dan bengkak namun tidak sekeras felon. Tampilan dari gelembung kecil (vesicle) berisi cairan pada jari didiagnosa. Herpetic whitlow seringkali salah diartikan sebagai felon. Gangguan tersebut segera hilang dengan sendirinya. Operasi tidak diperlukan.

  4. Paronychia

    Paronychia adalah infeksi pada kutikula.

    Infeksi tangan yang sangat umum ini bisa disebabkan oleh luka terhadap luka pada kuku dan kutikula, menggigiti tangan, atau manipulasi agresif pada kutikula selama manikur. Paronychia bisa disebabkan oleh berbagai bakteri berbeda, termasuk pseudomonas dan proteus. Kutikula dan jaringan pada pinggiran kuku menjadi merah, bengkak, dan sungguh menyakitkan. Jika dibiarkan tidak diobati, abscess akan terbentuk dan bisa menyebar ke ujung jari (menyebabkan felon) atau ke tulang.

    Dokter membuat diagnosa dengan meneliti jari yang terkena. Dalam tahap pertama, paronychia kemungkinan diobati dengan antibiotik oral dan sering berendam air hangat untuk meningkatkan aliran darah. Jika abscess terbentuk, yang harus dikeringkan dengan operasi.

  5. Abses Tangan

    Abscess tangan adalah penumpukan nanah yang mempengaruhi tangan, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

    Abscess pada tangan adalah biasa terjadi dan biasanya dihasilkan dari luka. Abscess pada bantalan lunak pada ujung jari di sekitarnya selalu dihasilkan dari luka kecil, seperti sebuah goresan atau tusuk jarum. Nyeri berat, hangat, dan kemerahan terjadi di sepanjang abses, seringkali disertai pembengkakan pada batang getah bening yang dekat pada lengan. Infeksi pada tulang di bawah bisa lebih menyebabkan nyeri.

    Abscess bisa terjadi di sekitar tendon yang menjalar terus di dalam jari. Jenis abscess ini disebabkan oleh luka yang menembus salah satu lipatan pada telapak tangan di sebelah jari. Infeksi dan nanah dari sekitar tendon tersebut dan jaringan yang cepat hancur. Mekanisme meluncur pada tendon menjadi rusak, sehingga jari tersebut hampir tidak bisa digerakkan. Gejala-gejala termasuk pembengkakan dan peradangan pada jari, kelunakan sepanjang lapisan tendon, dan nyeri eksterm ketika mencoba untuk menggerakkan jari. Pembengkakan batang getah bening didekat abscess adalah sering terjadi. Demam juga umum.

    Abscess bisa terjadi di setiap bagian telapak tangan dan menyebar di antara tulang metacarpal (tulang tangan diantara pergelangan tangan dan jari). Beberapa infeksi bisa terjadi setelah kulit dirobek atau tangan ditusuk dengan sesuatu yang tajam. Abscess telapak tangan (juga disebut abscess tombol-collar) bisa terbentuk dari kulit yang tebal dan keras yang terinfeksi. Abscess telapak tangan dimulai sebagai nyeri berdenyut hebat dengan pembengkakan dan lunak berat untuk disentuh.

    Pengobatan meliputi operasi pengeringan nanah. Kultur laboratorium pada nanah dibawa keluar untuk memastikan antibiotik mana yang paling baik untuk pengobatan (biasanya cephalosporin).

  6. Infeksi pada lapisan tendon.

    Infeksi pada lapisan tendon yang lentur ditandai dengan nyeri dan pembengkakan, dengan kelembutan sepanjang panjang lapisan tendon dan nyeri ketika meluruskan jari. Nanah bisa menyebar di dalam tangan untuk membentuk abscess berbentuk-tapal kuda. Operasi pengeringan pada abses diperlukan. Terapi antibiotik juga diperlukan (pilihan tersebut tergantung pada hasil kultur laboratorium pada nanah).

Baco Salengkapnyo...

Penyakit Tulang, Sendi dan Otot

  1. Arteritis Temporalis (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa)
  2. Artritis Infeksiosa
  3. Artritis Rematoid
  4. Avascular Necrosis pada Tulang
  5. Bursitis
  6. Bursitis Tendo Achilles Anterior
  7. Bursitis Tendo Achilles Posterior
  8. Cedera
  9. Cedera Punggung
  10. Cedera Urat Lutut/Hamstring
  11. Corn dan Callus
  12. De Quervain's Syndrome
  13. Distrofi Otot Duchenne & Becker
  14. Eosinophilic Fasciitis
  15. Epikondilitis Lateralis
  16. Epikondilitis Medialis
  17. Ganglia
  18. Gout
  19. Granulomatosis Wegener
  20. Hallux Valgus dan Bunion
  21. Hammer Toe : Jari Kaki Palu
  22. Infeksi
  23. Infeksi Pada Tangan
  24. Kanker Tulang Primer
  25. Kelainan Bentuk Tangan
  26. Kelemahan Otot
  27. Kelumpuhan Berkala
  28. Kista Baker
  29. Kram Otot
  30. Kuku Jari Kaki Yang Tumbuh Ke Dalam
  31. Lupus Eritematosus Diskoid
  32. Lupus Eritematosus Sistemik
  33. Miopati Bawaan (Congenital Myopathies)
  34. Neuralgia Tibialis Posterior
  35. Nyeri Pada Jantung Kaki
  36. Osteoartritis
  37. Osteomielitis
  38. Osteoporosis
  39. Patah Tulang (Fraktur)
  40. Patah Tulang Kaki
  41. Patah Tulang Kaki Karena Tekanan (Stress Fracture)
  42. Penyakit Jaringan Ikat Campuran
  43. Penyakit Jaringan Penghubung Tercampur
  44. Penyakit Kienböck's
  45. Penyakit Paget Pada Tulang (Osteitis deformans)
  46. Penyakit Sever
  47. Pergelangan Kaki yang Terkilir
  48. Persendian Charcot (Penyakit Sendi Neuropatik)
  49. Perubahan Warna Kuku
  50. Poliarteritis Nodosa
  51. Polikondritis Kambuhan
  52. Polimialgia Rematika
  53. Polimiositis & Dermatomiositis
  54. Pseudogout
  55. Radang Sendi Psoriasis / Artritis Psoriatik (Psoriatic Arthritis)
  56. Sesamoiditis
  57. Shin Splints Bidai Tulang Kering
  58. Sindrom bahu-tangan
  59. Sindrom Carpal Tunnel
  60. Sindrom Cubital Tunnel
  61. Sindrom Radial Tunnel
  62. Sindrom Tarsal Tunnel
  63. Sindroma Behcet
  64. Sindroma Fibromialgia (Fibromiositis)
  65. Sindroma Reiter
  66. Sindroma SjÃgren
  67. Skleroderma (Sklerosis Sitemik)
  68. Spondilitis Ankilosing
  69. Taji Pada Tumit (Heel Spurs)
  70. Tendinitis & Tenosinovitis
  71. Tendinitis Achilles
  72. Tendinitis Poplitealis
  73. Tendinitis Rotator Cuff
  74. Tortikolis Spasmodik
  75. Tumor Tulang Metastatik
  76. Tumor Tulang Non-Kanker
  77. Vaskulitis (radang pembuluh darah)

Baco Salengkapnyo...

Sindroma Reiter

DEFINISI
Sindroma Reiter merupakan peradangan pada sendi dan tendon (urat daging) yang melengkapinya, sering disertai dengan peradangan pada konjungtiva mata dan selaput lendir (misalnya di mulut, saluran kemih, vagina dan penis), dan ruam-ruam yang khas.

Sindroma Reiter disebut artritis reaktif karena peradangan sendi muncul sebagai reaksi terhadap infeksi yang berasal dari bagian tubuh lainnya selain sendi.

Terdapat 2 bentuk Sindroma Reiter:

  • Terjadi dengan penyakit menular seksual seperti infeksi klamidia, dan lebih sering terjadi pada laki-laki muda
  • Terjadi setelah infeksi saluran pencernaan, misalnya salmonelosis.

PENYEBAB
Penyebab yang pasti dari sindroma Reiter tidak diketahui.
Paling sering terjadi pada pria yang berusia kurang dari 40 tahun.

Bisa timbul setelah terjadinya penyakit menular seksual atau infeksi disenterik karena Chlamydia, Campylobacter, Salmonella atau Yersinia.

Faktor genetik kemungkinan berperan dalam terjadinya penyakit ini.

GEJALA
Gejalanya dimulai dalam 7-14 hari setelah terjadinya infeksi.

Gejala awalnya sering berupa peradangan uretra (saluran yang membawa air kemih dari kandung kemih keluar tubuh). Pada laki-laki, peradangan ini menyebabkan nyeri dan keluarnya nanah dari penis. Kelenjar prostat bisa meradang dan nyeri.

Gejala saluran kemih-kelamin pada wanita biasanya ringan, berupa keputihan ringan atau nyeri waktu berkemih.

Konjungtiva (selaput yang melapisi kelopak mata dan bola mata) bisa menjadi merah dan meradang, menyebabkan rasa gatal atau rasa terbakar dan pengeluaran air mata yang berlebihan.

Nyeri dan peradangan sendi bisa ringan atau berat. Beberapa sendi biasanya terkena, terutama lutut, sendi jari kaki dan daerah dimana tendon (urat otot) menempel ke tulang (misalnya tumit). Pada kasus yang lebih berat, nyeri dan peradangan bisa mengenai tulang belakang.

Luka kecil yang tidak terasa nyeri bisa terjadi di mulut, lidah dan ujung penis.
Kadang-kadang ruam yang khas dari bintik tebal dan keras, bisa timbul di kulit, terutama pada telapak tangan dan telapak kaki. Endapan kuning bisa terbentuk dibawah kuku jari tangan dan kuku jari kaki.

Pada sebagian besar penderita, gejala awalnya menghilang dalam 3-4 bulan.
Pada 50% penderita, artritis dan gejala lainnya muncul lagi setelah beberapa tahun. Jika gejalanya menetap atau sering kambuh, bisa terjadi kelainan bentuk pada sendi dan tulang belakang.

DIAGNOSA
Adanya gabungan dari gejala-gejala pada sendi, alat kelamin, alat kemih, kulit dan mata mengarah kepada diagnosis penyakit ini. Karena gejala-gejala ini tidak muncul bersamaan, penyakit ini mungkin tidak terdiagnosis selama beberapa bulan.

Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat memperkuat diagnosis penyakit ini.

Untuk mencoba menentukan organisme penyebab infeksi yang memicu sindroma ini bisa dilakukan pemeriksaan terhadap contoh dari uretra atau cairan sendi, atau biopsi sendi.

PENGOBATAN
Antibiotik diberikan untuk mengobati infeksinya, tetapi pengobatan ini tidak selalu berhasil dan lamanya pemberian yang optimal tidak diketahui.

Artritis biasanya diobati dengan obat anti peradangan non-steroid.

Bisa juga digunakan obat imunosupresan, seperti sulfasalazin atau metotreksat.

Kortikosteroid disuntikkan langsung ke dalam sendi yang meradang.

Konjungtivitis dan luka di kulit tidak perlu diobati, tetapi peradangan mata yang berat mungkin memerlukan salep atau tetes mata kortikosteroid.

Baco Salengkapnyo...

Granulomatosis Wegener

DEFINISI
Granulomatosis Wegener adalah penyakit yang jarang terjadi, yang sering dimulai dengan peradangan pada lapisan hidung, sinus, tenggorokan dan paru-paru, dan bisa berkembang menjadi peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh (vaskulitis generalisata) atau penyakit ginjal yang fatal.

Penyakit ini bisa terjadi pada usia berapa saja dan laki-laki 2 kali lebih sering terkena.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

Penyakit ini mirip dengan infeksi, tetapi tidak ditemukan organisme yang menginfeksi.

Granulomatosis Wegener diduga disebabkan oleh respon alergik terhadap suatu pemicu yang belum dapat diidentifikasi. Sebagai akibatnya adalah respon kekebalan yang tidak tepat, yang merusak banyak jaringan tubuh.

Penyakit ini menyebabkan vaskulitis dan sejenis peradangan yang tidak biasa, yang disebut granuloma, yang pada akhirnya akan merusak jaringan yang normal.

GEJALA
Penyakit ini bisa dimulai secara tiba-tiba atau secara bertahap.

Gejala awal biasanya mengenai saluran pernafasan bagian atas (hidung, sinus, telinga dan trakea), yaitu berupa:
- perdarahan hidung
- sinusitis
- infeksi telinga tengah (otitis media)
- batuk
- batuk darah.
Lapisan hidung tampak merah dan kasar, dan mudah berdarah.

Bisa terjadi demam, tidak enak badan (malaise), hilang nafsu makan, nyeri dan pembengkakan sendi dan peradangan mata atau telinga.

Penyakit bisa mengenai arteri dari jantung, menyebabkan nyeri dada atau serangan jantung (infark miokardium), atau bisa menyerang otak atau urat saraf tulang belakang, menyebabkan gejala yang mirip dengan beberapa penyakit neurologis.

Penyakit ini bisa berkembang menjadi fase generalisata, yaitu adanya peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh. Sebagai akibatnya, luka akan timbul di kulit dan menyebar secara luas, menyebabkan terbentuknya jaringan parut yang hebat di kulit.

Pada stadium ini, sering terjadi kerusakan ginjal, bisa ringan atau berupa kegagalan ginjal yang bisa berakibat fatal. Penyakit ginjal yang berat menyebabkan tekanan darah tinggi dan gejala-gejala yang timbul akibat penimbunan limbah metabolik di dalam darah (uremia).

Kadang-kadang, paru-paru merupakan satu-satunya organ utama yang terkena. Adanya granuloma di paru-paru menyebabkan gangguan pernafasan.
Sering terjadi anemia dan bisa sangat berat.

Perbaikan bisa terjadi secara spontan, tetapi tanpa pengobatan, granulomatosis Wegener lebih cepat memburuk dan bisa berakibat fatal.

DIAGNOSA
Untuk mencegah terjadinya komplikasi (penyakit ginjal, serangan jantung, kerusakan otak), penyakit ini harus didiagnosis dan diobati secara dini. Pola gejalanya yang khas biasanya mudah dikenali dan hal ini diperkuat oleh biopsi dari jaringan yang terkena.

Meskipun pemeriksaan darah tidak dapat secara spesifik menunjukkan penyakit ini, tetapi bisa mendukung diagnosisnya. Suatu pemeriksaan bisa menemukan adanya antibodi sitoplasmik antineutrofil, yang merupakan dugaan kuat untuk penyakit ini.

Jika tidak menyerang hidung, tenggorokan atau kulit, diagnosisnya akan sulit ditegakkan, karena gejala-gejala dan hasil pemeriksaan rontgennya bisa menyerupai beberapa penyakit paru-paru.

PENGOBATAN
Untuk mengendalikan penyakit ini melalui pengurangan reaksi kekebalan yang tidak tepat, diberikan obat imunosupresan seperti siklofosfamid dan azatioprin.

Pengobatan ini biasanya dilanjutkan minimal 1 tahun setelah gejalanya menghilang. Kortikosteroid diberikan pada waktu yang sama, untuk menekan peradangan. Dosisnya diturunkan secara bertahap dan akhirnya dihentikan.

Karena obat ini mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi, mungkin diperlukan antibiotik untuk mengobati pneumonia, yang bisa terjadi jika paru-paru mengalami kerusakan.

Kadang-kadang diperlukan transfusi darah jika anemia menjadi berat.

Baco Salengkapnyo...

Arteritis Temporalis (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa)

DEFINISI
Arteritis Temporalis (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa) adalah penyakit peradangan menahun pada arteri-arteri besar.

Penyakit ini menyerang sekitar 1 dari 1.000 orang yang berusia diatas 50 tahun dan sedikit lebih banyak menyerang wanita.

Gejalanya bertumpang tindih dengan polimialgia rematika.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga merupakan akibat dari respon kekebalan.

GEJALA
Gejalanya bervariasi, tergantung kepada arteri mana yang terkena.

Jika mengenai arteri besar yang menuju ke kepala. biasanya secara tiba-tiba akan timbul sakit kepala hebat di pelipis atau di belakang kepala. Pembuluh darah di pelipis bisa teraba membengkak dan bergelombang. Jika sedang menyisir rambut, kulit kepala bisa terasa nyeri.

Bisa terjadi penglihatan ganda, penglihatan kabur, bintik buta yang besar, kebutaan pada salah satu mata atau gangguan penglihatan lainnya. Yang paling berbahaya adalah jika terjadi kebutaan total, yang bisa timbul secara mendadak jika aliran darah ke saraf penglihatan (nervus optikus) tersumbat.

Yang khas adalah rahang, otot-otot pengunyahan dan lidah bisa terluka jika makan atau berbicara.

Gejala lainnya bisa meliputi polimialgia rematika.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan pemeriksaan fisik, dan diperkuat dengan biopsi dari arteri temporalis di pelipis.

Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan laju endap darah yang sangat tinggi dan anemia.

PENGOBATAN
Kebutaan terjadi pada 20% penderita yang tidak diobati, sehingga pengobatan harus segera dimulai setelah penyakit ini terdiagnosis.

Pada awalnya prednison diberikan dalam dosis tinggi, untuk menghentikan peradangan dalam pembuluh darah. Setelah beberapa minggu, jika menunjukkan perbaikan, dosisnya secara perlahan diturunkan.

Beberapa penderita dapat menghentikan pemakaian prednison dalam beberapa tahun, tetapi penderita lainnya memerlukan dosis yang sangat kecil selama beberapa tahun untuk mengendalikan gejalanya dan mencegah kebutaan.

Baco Salengkapnyo...

Polimialgia Rematika

DEFINISI
Polimialgia Rematika adalah suatu keadaan yang menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada otot leher, bahu dan panggul. Penyakit ini terjadi pada usia lebih dari 50 tahun dan wanita 2 kali lebih sering terkena.

Meskipun terasa nyeri, penyakit ini tidak menyebabkan kelemahan atau kerusakan otot. Kadang-kadang penyakit ini terjadi bersamaan dengan arteritis temporalis (arteritis sel raksasa).

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

GEJALA
Polimialgia rematika menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada leher, bahu dan panggul. Kekakuan ini akan memburuk pada pagi hari dan setelah beristirahat.

Gejala-gejala otot bisa disertai oleh demam, tidak enak badan, penurunan berat badan dan depresi. Semua gejala ini bisa timbul secara tiba-tiba atau secara bertahap.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan hasil pemeriksaan lainnya.

Biopsi jaringan otot biasanya tidak diperlukan, tetapi jika dilakukan, tidak dapat menunjukkan adanya kerusakan otot dan elektromiogram juga tidak menunjukkan kelainan.

Pemeriksaan darah bisa menemukan adanya anemia. Laju endap darah dan protein C-reaktif biasanya sangat tinggi, menunjukkan bahwa penyakitnya sedang aktif. Kadar kreatin kinase dalam darah adalah normal.

PENGOBATAN
Penyakit akan membaik bila diberikan prednison dosis rendah.

Jika disertai dengan arteritis temporal, diperlukan kortikosteroid dosis lebih tinggi. Bila gejalanya mereda, dosis diturunkan secara bertahap sampai dosis terendah yang masih efektif. Sebagian besar penderita bisa menghentikan pemakaian prednison dalam 2-4 tahun, tetapi penderita yang lainnya memerlukan dosis kecil dalam waktu yang lebih lama.

Aspirin dan obat anti peradangan non-steroid lainnya bisa membantu meredakan gejala.

Baco Salengkapnyo...

Poliarteritis Nodosa

DEFINISI
Poliarteritis Nodosa merupakan suatu penyakit dimana bagian dari arteri-arteri berukuran sedang mengalami peradangan dan kerusakan, dan menyebabkan berkurangnya pengaliran darah ke organ-organ yang diperdarahinya.

Penyakit ini sering berakibat fatal jika tidak diobati dengan tepat. Biasanya menyerang usia 40-50 tahun, tetapi bisa terjadi pada usia berapa saja. Laki-laki 3 kali lebih sering terkena.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi reaksi terhadap beberapa obat dan vaksin bisa menyebabkan terjadinya penyakit ini.

Infeksi virus dan bakteri kadang-kadang bisa memicu terjadinya peradangan.

GEJALA
Pada awalnya penyakit ini bersifat ringan, tetapi bisa menjadi fatal dalam beberapa bulan atau menyebabkan penyakit menahun. Berbagai organ atau sekumpulan organ bisa terkena, dan gejalanya tergantung dari organ yang terkena.

Poliarteritis nodosa sering menyerupai penyakit lain, dimana terjadi peradangan arteri (vaskulitis). Salah satu contohnya adalah sindroma Churg-Strauss, yang membedakannya dengan poliarteritis nodosa adalah bahwa pada sindroma ini terjadi asma.

Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah demam. Nyeri perut, mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki, kelemahan dan penurunan berat badan juga bisa terjadi.

75% penderita mengalami kerusakan ginjal, yang menyebabkan tekanan darah tinggi, pembengkakan karena penimbunan cairan (edema) dan berkurangnya atau tidak terbentuknya air kemih. Jika pembuluh darah pada saluran pencernaan terkena, daerah usus bisa mengalami perforasi, menyebabkan infeksi perut (peritonitis), nyeri hebat, diare berdarah dan demam tinggi.

Jika pembuluh darah jantung terkena, bisa timbul nyeri dada dan serangan jantung.
Kerusakan pada pembuluh darah otak bisa menyebabkan sakit kepala, kejang dan halusinasi.

Hati juga bisa mengalami kerusakan hebat. Sering terjadi nyeri otot dan sendi, dan persendian bisa mengalami peradangan.

Pembuluh darah di dekat kulit bisa teraba menonjol dan tidak teratur, dan kadang-kadang ulkus terbentuk pada kulit diatas pembuluh darah yang terkena.




DIAGNOSA
Tidak terdapat pemeriksaan darah yang bisa memperkuat diagnosis poliarteritis nodosa.

Dokter menduga penyakit ini jika demam dan gejala-gejala neurologis seperti mati rasa, kesemutan atau kelumpuhan terjadi pada laki-laki setengah baya yang sebelumnya sehat.

Diagnosis bisa diperkuat dengan melakukan biopsi dari pembuluh darah yang terkena. Mungkin juga perlu dilakukan biopsi hati atau ginjal.

Foto rontgen yang diambil setelah penyuntikan zat warna ke dalam arteri (arteriogram), bisa menunjukkan abnormalitas dalam pembuluh darah.

PENGOBATAN
Tanpa pengobatan, hanya 33% yang bertahan hidup selama 1 tahun, 88% meninggal dalam waktu 5 tahun. Pengobatan yang agresif bisa mencegah kematian.

Obat-obat yang memicu terjadinya penyakit ini, pemakaiannya dihentikan.

Kortikosteroid dosis tinggi (misalnya prednison), dapat mencegah memburuknya penyakit dan menyebabkan periode bebas gejala pada sekitar 30% penderita.

Karena biasanya diperlukan pengobatan kortikosteroid jangka panjang, maka pada saat gejalanya mereda dosisnya dikurangi.

Jika kortikosteroid tidak mampu mengurangi peradangan, bisa diganti atau digabung dengan obat imunosupresan, seperti siklofosfamid.

Pengobatan lainnya, seperti pengendalian tekanan darah tinggi, sering diperlukan untuk mencegah kerusakan organ-organ dalam.

Meskipun diobati, beberapa organ vital bisa mengalami kegagalan atau pembuluh darah yang melemah bisa pecah. Kegagalan ginjal merupakan penyebab kematian paling sering.

Infeksi yang berakibat fatal bisa terjadi karena penggunaan kortikosteroid jangka panjang dan obat imunosupresan, yang mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

Baco Salengkapnyo...

Vaskulitis (radang pembuluh darah)

DEFINISI
Vaskulitis adalah peradangan pada pembuluh darah.

Vaskulitis bukan suatu penyakit, tetapi lebih merupakan proses penyakit yang terjadi pada sejumlah penyakit jaringan ikat autoimun, seperti artritis rematoid dan lupus eritematosus sistemik.

Vaskulitis juga bisa terjadi tanpa melibatkan jaringan ikat.

PENYEBAB
Tidak diketahui apa yang dapat memicu vaskulitis, tetapi diduga melibatkan virus hepatitis.

Agaknya peradangan terjadi ketika sistem kekebalan salah mengenali pembuluh darah atau bagian dari pembuluh darah sebagai benda asing dan menyerangnya. Sel-sel dari sistem kekebalan, yang menyebabkan peradangan, mengelilingi dan menyusup ke dalam pembuluh darah yang terkena, merusaknya dan mungkin juga merusak jaringan yang diperdarahi oleh pembuluh yang terkena.

Pembuluh darah mengalami kebocoran atau tersumbat, yang selanjutnya akan mengganggu pengaliran darah ke saraf, organ-organ dan bagian tubuh lainnya. Daerah tersebut akan kehilangan darahnya (daerah iskemik) dan mengalami kerusakan menetap.

GEJALA
Gejala-gejalanya bisa merupakan akibat dari kerusakan langsung pada pembuluh darah atau kerusakan jaringan yang mengalami gangguan aliran darah.

Pembuluh darah manapun bisa terkena. Vaskulitis bisa terbatas pada vena-vena, arteri besar, arteri kecil atau kapiler; atau bisa terbatas pada pembuluh di suatu bagian dari tubuh, misalnya kepala, tungkai atau ginjal.




Penyakit-penyakit yang ditandai dengan vaskulitis:
  • Sindroma Henoch-Sch?nlein (Purpura Henoch-Sch?nlein) : peradangan pada vena-vena kecil, menyebabkan jerawat/bisul keras berwarna keunguan di kulit.
  • Eritema Nodosum : peradangan pembuluh darah pada lapisan dalam kulit, menyebabkan benjolan dalam yang lunak dan merah di tungkai dan lengan.
  • Poliarteritis Nodosa : peradangan arteri-arteri berukuran sedang, menyebabkan gangguan pengaliran darah di sepanjang pembuluh dan menuju jaringan di sekitarnya.
  • Arteritis Temporal (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa) : peradangan arteri-arteri di otak dan kepala, kadang-kadang menyebabkan sakit kepala dan kebutaan.
  • Arteritis Takayasu : peradangan arteri-arteri besar, seperti aorta dan percabangannya, menyebabkan penyumbatan dan denyut nadi yang tak teraba.

Baco Salengkapnyo...

Polikondritis Kambuhan

DEFINISI
Polikondritis Kambuhan adalah suatu penyakit yang jarang, yang ditandai dengan episode nyeri pada peradangan destruktif tulang rawan (kartilago) dan jaringan ikat lainnya di telinga, persendian, hidung, pita suara (laring), trakea, bronki, mata, katup jantung, ginjal dan pembuluh darah.

Penyakit ini menyerang pria dan wanita, biasanya pada usia pertengahan.

GEJALA
Yang khas adalah kedua telinga menjadi merah, membengkak dan sangat nyeri.

Pada saat yang bersamaan, atau di kemudian hari, bisa terjadi artritis, yang bisa bersifat ringan atau berat. Persendian manapun bisa terkena.

Tulang rawan (kartilago) yang menghubungkan tulang iga dengan tulang dada, bisa mengalami peradangan. Kartilago hidung juga merupakan tempat yang sering mengalami peradangan.

Bagian tubuh lainnya yang mengalami peradangan adalah mata, laring, trakea, telinga sebelah dalam, jantung, pembuluh darah, ginjal dan kulit.

Masa kekambuhan dari peradangan dan nyeri bisa berlangsung selama beberapa minggu, lalu sembuh selama beberapa tahun.

Pada akhirnya, kartilago bisa mengalami kerusakan, menyebabkan telinga terkulai, batang hidung yang landai dan gangguan penglihatan, pendengaran dan keseimbangan.

Penderita bisa meninggal jika mengalami penyermpitan saluran pernafasan atau jika jantung dan pembuluh darahnya mengalami kerusakan hebat.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan bila ditemukan minimal 3 dari gejala-gejala berikut:

  • Peradangan kedua telinga
  • Nyeri dan peradangan pada beberapa sendi
  • Peradangan tulang rawan hidung
  • Peradangan mata
  • Kerusakan pada tulang rawan di saluran pernafasan
  • Gangguan pendengaran atau gangguan keseimbangan.

Biopsi dari kartilago yang terkena bisa menunjukkan kelainan yang khas dan pemeriksaan darah bisa menemukan tanda-tanda peradangan menahun.

PENGOBATAN
Polikondritis kambuhan yang ringan bisa diobati dengan Aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya (misalnya ibuprofen).

Pada kasus yang lebih berat, diberikan prednison dosis harian, lalu dosisnya dikurangi sejalan dengan perbaikan dari gejala-gejalanya.

Kadang-kadang kasus yang kritis diobati dengan obat imunosupresan seperti siklofosfamid.

Baco Salengkapnyo...

Polimiositis & Dermatomiositis

DEFINISI
Polimiositis merupakan penyakit jaringan ikat menahun yang ditandai dengan peradangan yang menimbulkan nyeri dan degenerasi dari otot-otot.

Dermatomiositis adalah polimiositis yang disertai dengan peradangan pada kulit.

Penyakit ini menyebabkan kelemahan dan kemunduran otot.Kelemahan otot terutama mengenai otot bahu dan panggul, tetapi bisa mengenai otot-otot yang simetris di seluruh tubuh.

Polimiositis dan dermatomiositis biasanya terjadi pada dewasa (usia 40-60 tahun) atau pada anak-anak (usia 5-15 tahun).Wanita 2 kali lebih sering terkena.Pada dewasa, penyakit ini bisa terjadi sendiri atau merupakan bagian dari penyakit jaringan ikat lainnya, misalnya penyakit jaringan ikat campuran.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

Virus atau reaksi autoimun diduga berperan dalam timbulnya penyakit ini.

Kanker juga bisa memicu timbulnya penyakit ini, dimana reaksi autoimun terhadap kanker mungkin diarahkan untuk melawan bahan yang terkandung di dalam otot.
Sekitar 15% penderita laki-laki berusia diatas 50 tahun, juga menderita kanker.

GEJALA
Gejalanya pada semua umur hampir sama, tetapi biasanya pada anak-anak gejalanya timbul secara lebih mendadak.

Gejalanya bisa dimulai selama atau sesudah suatu infeksi, yaitu berupa:

  • kelemahan otot (terutama otot lengan atas, panggul dan paha)
  • nyeri otot dan sendi
  • fenomena Raynaud
  • kemerahan (ruam kulit)
  • kesulitan menelan
  • demam
  • kelemahan dan
  • penurunan berat badan.
Kelemahan otot bisa dimulai secara perlahan atau secara tiba-tiba, dan bisa memburuk dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Karena yang paling sering terkena adalah otot-otot yang dekat dengan pusat badan, penderita akan mengalami kesulitan dalam mengangkat lengannya melampaui bahu, menaiki tangga dan bangun dari posisi duduk di kursi. Jika menyerang otot leher, penderita akan mengalami kesulitan pada saat mengangkat kepalanya dari bantal. Kelemahan pada bahu atau panggul menyebabkan penderita harus duduk di kursi dorong atau di tempat tidur.

Kerusakan otot pada bagian atas kerongkongan bisa menyebabkan kesulitan menelan dan regurgitasi makanan.Kerusakan otot tidak terjadi pada otot-otot tangan, kaki dan wajah.

Pada 1/3 kasus terjadi pembengkakan dan nyeri sendi, tetapi cenderung ringan. Fenomena Raynaud lebih sering terjadi pada penderita polimiositis yang disertai penyakit jaringan ikat lainnya.

Polimiositis biasanya tidak mengenai organ-organ dalam selain tenggorokan dan kerongkongan. Tetapi paru-paru bisa terkena, menyebabkan sesak nafas dan batuk.Perdarahan pada ulkus di lambung atau usus, bisa menyebabkan tinja berdarah atau tinja kehitaman, yang lebih sering terjadi pada anak-anak.

Pada dermatomiositis,kemerahan cenderung timbul bersamaan dengan melemahnya otot dan gejala lainnya. Pada wajah bisa timbul bayangan kemerahan (ruam heliotrop).Yang khas adalah pembengkakan ungu-kemerahan di sekeliling mata.Kemerahan lainnya, apakah bersisik, licin atau menonjol, bisa timbul di hampir seluruh bagian tubuh, tetapi yang paling sering muncul di buku-buku jari. Bantalan kuku jari tampak kemerahan.Pada saat kemerahan ini memudar, timbul bercak kecoklatan, jaringan parut, pengkerutan atau bercak pucat di kulit.



DIAGNOSA
Kriteria yang digunakan untuk menegakkan diagnosis penyakit ini adalah:
  • Kelemahan otot di bahu atau panggul
  • Ruam kulit yang khas
  • Peningkatan kadar enzim-enzim otot tertentu dalam darah
  • Perubahan mikroskopik yang khas pada jaringan otot
  • Ketidaknormalan aktivitas listrik otot yang diukur melalui elektromiograf.

Pemeriksaan khusus pada contoh jaringan otot mungkin diperlukan untuk menyingkirkan penyakit otot lainnya.

Pemeriksaan laboratorium bisa membantu, tetapi tidak dapat menentukan poliomiositis atau dermatomiositis secara spesifik. Kadar enzim otot tertentu dalam darah, seperti kreatin kinase, sering lebih tinggi dari nomal dan ini menunjukkan adanya kerusakan otot. Enzim ini diukur secara berulang untuk memantau penyakitnya, kadarnya biasanya akan kembali normal atau mendekati normal setelah pengobatan yang efektif.

Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan lainya mungkin diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kanker atau tidak.

PENGOBATAN
Pada saat peradangan, hendaknya aktivitas/pergerakan penderita dibatasi.

Biasanya diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) dosis tinggi per-oral (ditelan), yang secara perlahan akan memperbaiki kekuatan otot dan meringankan nyeri dan pembengkakan, serta mengendalikan penyakit.

Setelah sekitar 4-6 minggu, jika kadar enzim otot dan kekuatan otot telah kembali normal, dosisnya diturunkan secara bertahap. Sebagian besar orang dewasa harus terus menerus mengkonsumsi prednison dosis rendah untuk beberapa tahun atau untuk mencegah kekambuhan. Setelah sekitar 1 tahun, anak-anak tidak lagi mendapatkan kortikosteroid dan bebas dari gejala.

Kadang-kadang prednison memperburuk penyakit atau tidak sepenuhnya efektif. Jika hal ini terjadi, diberikan obat imunosupresan sebagai pengganti atau sebagai tambahan terhadap prednison. Jika obat-obat lainnya tidak efektif, bisa diberikan gamma globulin (bahan yang banyak mengandung antibodi) intravena (melalui pembuluh darah).

Jika poliomiositis disertai dengan kanker, biasanya tidak akan menunjukkan respon yang baik terhadap prednison. Tetapi polimiositis akan membaik bila kankernya berhasil diatasi.

Penderita dewasa dengan penyakit yang berat dan progresif, yang mengalami kesulitan menelan, malnutrisi, pneumonia atau kegagalan pernafasan, bisa meninggal.

Baco Salengkapnyo...

Sindroma Sjögren

DEFINISI
Sindroma Sjögren adalah suatu penyakit peradangan sistemik yang ditandai dengan mulut yang kering, berkurangnya pembentukan air mata dan kekeringan pada selaput lendir lainnya, serta seringkali berhubungan dengan penyakit rematik autoimun.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui. Gejalanya paling sering ditemukan pada wanita usia 40-50 tahun, jarang terjadi pada anak-anak.

Gejala yang paling sering ditemukan adalah mata dan mulut yang kering; yang bisa berdiri sendiri atau bersamaan dengan gejala artritis rematoid maupun penyakit jaringan ikat lainnya. Bisa terjadi pembengkakan kelenjar ludah.

Sindroma ini bisa berhubungan dengan artritis rematoid, lupus eritematosus sistemik, skleroderma, polimiositis dan penyakit lainnya.
Angka kejadiannya adalah sebesar 3%.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- mata kering atau gatal
- mulut kering
- gangguan menelan
- gangguan rasa
- karies gigi yang berat
- suara serak
- lelah
- nyeri atau pembengkakan persendian
- pembengkakan kelenjar
- kornea keruh.

Pada penderita lainnya, banyak organ yang terlibat:

  • Kekeringan pada trakea dan paru-paru menjadikan penderita lebih rentan terhadap infeksi sehingga terjadi pneumonia
  • Kantong di sekeliling jantung dapat mengalami peradangan (perikarditis)
  • Serabut saraf dapat mengalami kerusakan, terutama saraf wajah
  • Hati, pankreas, limpa, ginjal dan kelenjar getah bening dapat terkena
  • Artritis terjadi pada sepertiga penderita, mengenai sendi yang sama pada artritis rematoid, tetapi artritis pada sindroma Sj?gren cenderung lebih ringan dan biasanya tidak bersifat merusak
  • Kanker sistem getah bening (limfoma) 44 kali lebih sering terjadi penderita sindroma Sjögren.
DIAGNOSA
Pada pemeriksaan fisik, mata dan mulut tampak kering. Karena mulut kering, maka di dalam mulut bisa ditemukan luka terbuka.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
  • Tes antibodi SS-B, yang merupakan antibodi yang relatif spesifik untuk sindroma Sjögren
  • Tes antibodi antinuklear
  • Biopsi kelenjar ludah
  • Faktor rematoid
  • Tes air mata.
    Jumlah air mata yang diproduksi dapat diukur dengan menempatkan kertas penyerap dibawah tiap kelopak mata bawah dan diamati berapa banyak kertas yang basah (Tes Schirmer). Penderita sindroma Sj?gren mungkin menghasilkan kurang dari sepertiga jumlah normal.
  • Pemeriksaan slit lamp.
PENGOBATAN
Pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ini tidak ada, tetapi gejala yang timbul dapat diredakan:
  • Mata kering bisa diobati dengan air mata buatan yang diteteskan sesuai dengan kebutuhan atau dengan salep pelumas mata yang dioleskan pada malam hari.
  • Mulut kering bisa diatasi dengan mengisap air minum sepanjang hari, mengunyah permen karet yang tidak mengandung gula dan menghindari obat-obatan yang dapat menyebabkan mulut kering (misalnya antihistamin dan dekongestan).
  • Jika kelenjar liur tidak mengalami kerusakan yang parah, untuk meningkatkan pembentukan ludah bisa digunakan obat-obatan (misalnya pilokarpin) untuk membantu merangsang pembentukan liur.
  • Menjaga kebersihan mulut dan melakukan kunjungan perawatan gigi secara teratur, dapat meminimalkan kerusakan dan rontoknya gigi akibat mulut yang kering.
  • Kelenjar liur yang nyeri dan bengkak dapat diatasi dengan obat pereda nyeri.
  • Gejala artritis mungkin sifatnya ringan dan biasanya diobati dengan obat anti peradangan non-steroid (Aspirin) serta terapi fisik (mengistirahatkan sendi yang terkena).
  • Jika gejala yang timbul terjadi karena kerusakan organ internal yang parah, bisa diberikan kortikosteroid (misalnya prednisone) per-oral (ditelan).

PROGNOSIS
Prognosis tergantung kepada potensi antibodi dalam merusak ogan vital.
Pneumonia, gagal ginjal dan limfoma jarang bersifat fatal.

Baco Salengkapnyo...

Skleroderma (Sklerosis Sitemik)

DEFINISI
Skleroderma (Sklerosis Sitemik) adalah suatu penyakit jaringan ikat yang tersebar, yang ditandai dengan adanya perubahan pada kulit, pembuluh darah, otot kerangka tubuh dan organ dalam.

Kelainan ini 4 kali lebih sering terjadi pada wanita dan jarang terjadi pada anak-anak, biasanya muncul pada usia 30-50 tahun.
Skleroderma dapat timbul sebagai bagian dari penyakit jaringan ikat campuran.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

Penyakit ini bisa menyebabkan gejala lokal maupun sistemik.
Perjalanan dan beratnya penyakit pada setiap penderita berlainan.

Gejala timbul akibat penimbunan kolagen yang berlebihan di dalam kulit dan organ tubuh lainnya. Juga terjadi kerusakan pada pembuluh darah kecil yang berada di dalam kulit dan organ yang terkena.
Pada kulit bisa ditemui ulserasi (borok/koreng), kalsifikasi (pengapuran) dan perubahan pigmentasi (warna kulit).
Gejala sistemik yang timbul bisa berupa fibrosis dan degenerasi (kemunduran) jantung, paru-paru, ginjal dan saluran pencernaan.

Faktor resiko terjadinya skleroderma adalah pemaparan debu silika dan polivinil klorida.

GEJALA
Gejala dari skleroderma adalah:
- fenomena Raynaud (perubahan warna jari tangan dan jari kaki menjadi pucat, kebiruan atau kemerahan, jika terkena panas ataupun dingin)
- nyeri, kekakuan dan pembengkakan pada jari tangan dan persendian
- kulit tangan dan lengan depan tampak mengkilat dan menebal
- kulit menjadi keras
- kulit wajah menjadi kencang dan seperti topeng
- koreng di ujung jari tangan atau jari kaki
- refluks esofagus atau heartburn (rasa panas di lambung atau dada akibat gangguan pencernaan)
- gangguan menelan
- sesudah makan perut terasa kembung
- penurunan berat badan (kerusakan pada usus halus dapat mempengaruhi penyerapan makanan (malabsorbsi) dan menyebabkan penurunan berat badan)
- diare
- sembelit
- sesak nafas (skeroderma bisa menyebabkan terjadinya jaringan parut di paru-paru, sehingga terjadi sesak nafas pada saat penderita melakukan aktivitas).

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- nyeri pergelangan tangan
- bengek
- kulit menjadi putih atau hitam abnormal
- nyeri persendian
- rambut rontok
- mata terasa perih, gatal dan belekan
- beberapa kelainan jantung yang bisa berakibat fatal, yaitu gagal jantung dan kelainan irama jantung
- penyakit ginjal yang berat (gejala pertama kerusakan ginjal biasanya berupa peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba, tekanan darah yang tinggi adalah tanda yang kurang baik, walaupun biasanya bisa dikendalikan dengan pengobatan).

Pembuluh balik yang memberi gambaran seperti laba-laba (telangiektasi) muncul pada jari-jari tangan, dada, wajah, bibir dan lidah.
Benjolan yang mengandung kalsium bisa timbul di jari tangan, daerah bertulang lainnya atau pada sendi.

Kadang-kadang terdengar suara yang mengganggu, bila jaringan yang meradang bergesekan satu sama lain, terutama di lutut dan dibawah lutut.
Jari-jari tangan, pergelangan tangan dan sikut bisa terfiksasi dalam posisi fleksi karena adanya jaringan parut di kulit.

Pertumbuhan sel abnormal di kerongkongan (Sindroma Barrett) terjadi pada sekitar sepertiga penderita, dan hal ini meningkatkan resiko terjadinya penyumbatan kerongkongan atau kanker.
Sistem penyaluran hati bisa tersumbat oleh jaringan parut (sirosis bilier), menyebabkan kerusakan hati dan sakit kuning.

Sindroma Crest juga disebut sklerosis yang terbatas pada kulit (skleroderma), biasanya merupakan bentuk yang tidak terlalu berat dan jarang menyebabkan kerusakan organ.
Gejalanya berupa :
- penimbunan kalsium di kulit
- fenomena Raynaud
- kelainan fungsi kerongkongan
- sklerodaktili (kerusakan kulit jari tangan)
- telangiektasis (pembuluh balik yang memberi gambaran seperti laba-laba).
Kerusakan kulit terbatas pada jari-jari tangan.
Penderita sindroma Crest dapat mengalami hipetensi pulmoner, yang dapat menyebabkan kegagalan jantung dan kegagalan pernafasan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:

  • Pemeriksaan kulit (menunjukkan adanya penebalan, pengerasan dan pengencangan kulit)
  • Pemeriksaan darah
    - Laju endap darah meningkat
    - Faktor rheumatoid bisa meningkat
    - Tes antibodi antinuklear biasanya positif
  • Analisa air kemih (menunjukkan adanya protein dan sel darah merah)
  • Rontgen dada bisa menunjukkan adanya fibrosis
  • Tes fungsi paru seringkali menunjukkan adanya penyakit paru restriktif
  • Biopsi kulit.
PENGOBATAN
Tidak ada obat yang dapat menghentikan perkembangan skleroderma. Tetapi obat dapat meredakan beberapa gejala dan mengurangi kerusakan organ.

Obat anti peradangan non steroid atau kadang-kadang kortikoosteroid, membantu mmeredakan nyeri otot dan sendi yang berat dan kelemahan.
Penisilamin akan memperlambat penebalan kulit dan bisa menghambat keterlibatan organ dalam, tetapi beberapa penderita tidak dapat mengatasi efek samping obat-obatan ini.

Obat imunosupresan (penekan kekebalan) seperti metotreksat, bisa membantu beberapa penderita.

Heartburn bisa diredakan dengan makan dalam porsi kecil, minum antasid dan obat anti histamin yang menghambat produksi asam lambung. Tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi sering membantu.
Pembedahan kadang-kadang dapat mengatasi masalah refluks asam lambung yang berat.

Tetracycline atau antibiotik lainnya dapat membantu mencegah gangguan penyerapan di usus yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih pada usus yang rusak.

Nifedipine dapat meredakan gejala dari fenomena Raynaud, tapi juga bisa meningkatkan refluks asam.

Obat anti tekanan darah tinggi, terutama penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), berguna untuk mengobati penyakit ginjal dan tekanan darah tinggi.

Terapi fisik dan latihan olah raga dapat membantu mempertahankan kekuatan otot, tapi tidak dapat secara keseluruhan mencegah sendi yang terfiksasi pada posisi fleksi.


PROGNOSIS
Perjalanan penyakit skleroderma bervariasi dan tidak dapat diduga. Kadang akan memburuk dengan cepat dan menjadi fatal. Kadang hanya mengenai kulit saja selama beberapa dekade, sebelum mengenai organ dalam.
Kebanyakan kasus skleroderma bersifat progresif. Pada beberapa penderita terjadi masa bebas gejala (remisi) disertai progresivitas penyakit yang lambat.

Jika pada gejala awal terdapat kelainan jantung, paru-paru atau ginjal, maka prognosisnya bertambah buruk.
Prognosis yang lebih baik ditemukan pada penderita yang hanya menunjukkan gejala kulit.
Kematian bisa terjadi akibat gangguan pada saluran pencernaan, jantung, ginjal maupun paru-paru.

Baco Salengkapnyo...

Lupus Eritematosus Sistemik

DEFINISI
Lupus Eritematosus Sistemik (Lupus Eritematosus Disseminata, Lupus) adalah suatu penyakit autoimun menahun yang menimbulkan peradangan dan bisa menyerang berbagai organ tubuh, termasuk kulit, persendian dan organ dalam.

Pada setiap penderita, peradangan akan mengenai jaringan dan organ yang berbeda. Beratnya penyakit bervariasi mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang menimbulkan kecacatan, tergantung dari jumlah dan jenis antibodi yang muncul dan organ yang terkena.


PENYEBAB
Dalam keadaan normal, sistem kekebalan berfungsi mengendalikan pertahanan tubuh dalam melawan infeksi.

Pada lupus dan penyakit autoimun lainnya, sistem pertahanan tubuh ini berbalik melawan tubuh, dimana antibodi yang dihasilkan menyerang sel tubuhnya sendiri. Antibodi ini menyerang sel darah, organ dan jaringan tubuh, sehingga terjadi penyakit menahun. Mekanisme maupun penyebab dari penyakit autoimun ini belum sepenuhnya dimengerti.

Penyebab dari lupus tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor lingkungan dan keturunan. Beberapa faktor lingkungan yang dapat memicu timbulnya lupus:

  • Infeksi
  • Antibiotik (terutama golongan sulfa dan penisilin)
  • Sinar ultraviolet
  • Stres yang berlebihan
  • Obat-obatan tertentu
  • Hormon.
Meskipun lupus diketahui merupakan penyakit keturunan, tetapi gen penyebabnya tidak diketahui. Penemuan terakhir menyebutkan tentang gen dari kromosom 1. Hanya 10% dari penderita yang memiliki kerabat (orang tua maupun saudara kandung) yang telah maupun akan menderita lupus. Statistik menunjukkan bahwa hanya sekitar 5% anak dari penderita lupus yang akan menderita penyakit ini. Lupus seringkali disebut sebagai penyakit wanita walaupun juga bisa diderita oleh pria. Lupus bisa menyerang usia berapapun, baik pada pria maupun wanita, meskipun 10-15 kali lebih sering ditemukan pada wanita. Faktor hormonal mungkin bisa menjelaskan mengapa lupus lebih sering menyerang wanita. Meningkatnya gejala penyakit ini pada masa sebelum menstruasi dan/atau selama kehamilan mendukung keyakinan bahwa hormon (terutama estrogen) mungkin berperan dalam timbulnya penyakit ini. Meskipun demikian, penyebab yang pasti dari lebih tingginya angka kejadian pada wanita dan pada masa pra-menstruasi, masih belum diketahui. Kadang-kadang obat jantung tertentu (hidralazin, prokainamid dan beta-bloker) dapat menyebabkan sindroma mirip lupus, yang akan menghilang bila pemakaian obat dihentikan.


GEJALA
Jumlah dan jenis antibodi pada lupus, lebih besar dibandingkan dengan pada penyakit lain, dan antibodi ini (bersama dengan faktor lainnya yang tidak diketahui) menentukan gejala mana yang akan berkembang. Karena itu, gejala dan beratnya penyakit, bervariasi pada setiap penderita. Perjalanan penyakit ini bervariasi, mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang berat.

Gejala pada setiap penderita berlainan, serta ditandai oleh masa bebas gejala (remisi) dan masa kekambuhan (eksaserbasi). Pada awal penyakit, lupus hanya menyerang satu organ, tetapi di kemudian hari akan melibatkan organ lainnya.
  • Otot dan kerangka tubuh
    Hampir semua penderita lupus mengalami nyeri persendian dan kebanyakan menderita artritis. Persendian yang sering terkena adalah persendian pada jari tangan, tangan, pergelangan tangan dan lutut.
    Kematian jaringan pada tulang panggul dan bahu sering merupakan penyebab dari nyeri di daerah tersebut.
  • Kulit
    Pada 50% penderita ditemukan ruam kupu-kupu pada tulang pipi dan pangkal hidung. Ruam ini biasanya akan semakin memburuk jika terkena sinar matahari.
    Ruam yang lebih tersebar bisa timbul di bagian tubuh lain yang terpapar oleh sinar matahari.
  • Ginjal
    Sebagian besar penderita menunjukkan adanya penimbunan protein di dalam sel-sel ginjal, tetapi hanya 50% yang menderita nefritis lupus (peradangan ginjal yang menetap).
    Pada akhirnya bisa terjadi gagal ginjal sehingga penderita perlu menjalani dialisa atau pencangkokkan ginjal.
  • Sistem saraf
    Kelainan saraf ditemukan pada 25% penderita lupus. Yang paling sering ditemukan adalah disfungsi mental yang sifatnya ringan, tetapi kelainan bisa terjadi pada bagian manapun dari otak, korda spinalis maupun sistem saraf.
    Kejang, psikosa, sindroma otak organik dan sakit kepala merupakan beberapa kelainan sistem saraf yang bisa terjadi.
  • Darah
    Kelainan darah bisa ditemukan pada 85% penderita lupus.
    Bisa terbentuk bekuan darah di dalam vena maupun arteri, yang bisa menyebabkan stroke dan emboli paru.
    Jumlah trombosit berkurang dan tubuh membentuk antibodi yang melawan faktor pembekuan darah, yang bisa menyebabkan perdarahan yang berarti.
    Seringkali terjadi anemia akibat penyakit menahun.
  • Jantung
    Peradangan berbagai bagian jantung bisa terjadi, seperti perikarditis, endokarditis maupun miokarditis.
    Nyeri dada dan aritmia bisa terjadi sebagai akibat dari keadaan tersebut.
  • Paru-paru
    Pada lupus bisa terjadi pleuritis (peradangan selaput paru) dan efusi pleura (penimbunan cairan antara paru dan pembungkusnya).
    Akibat dari keadaan tersebut sering timbul nyeri dada dan sesak nafas.
Gejala dari penyakit lupus:
- demam
- lelah
- merasa tidak enak badan
- penurunan berat badan
- ruam kulit
- ruam kupu-kupu
- ruam kulit yang diperburuk oleh sinar matahari
- sensitif terhadap sinar matahari
- pembengkakan dan nyeri persendian
- pembengkakan kelenjar
- nyeri otot
- mual dan muntah
- nyeri dada pleuritik
- kejang
- psikosa.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- hematuria (air kemih mengandung darah)
- batuk darah
- mimisan
- gangguan menelan
- bercak kulit
- bintik merah di kulit
- perubahan warna jari tangan bila ditekan
- mati rasa dan kesemutan
- luka di mulut
- kerontokan rambut
- nyeri perut
- gangguan penglihatan.


DIAGNOSA
Diagnosis lupus ditegakkan berdasarkan ditemukannya 4 dari 11 gejala lupus yang khas, yaitu:
  • Ruam kupu-kupu pada wajah (pipi dan pangkal hidung)
  • Ruam pada kulit
  • Luka pada mulut (biasanya tidak menimbulkan nyeri)
  • Cairan di sekitar paru-paru, jantung, dan organ lainnya
  • Artritis (artritis non-erosif yang melibatkan 2 atau beberapa sendi perifer, dimana tulang di sekitar persendian tidak mengalami kerusakan)
  • Kelainan fungsi ginjal
    - kadar protein dalam air kemih >0,5 mg/hari atau +++
    - adanya elemen abnormal dalam air kemih yang berasal dari sel darah merah/putih maupuan sel tubulus ginjal
  • Fotosensitivitas (peka terhadap sinar matahari, menyebabkan pembentukan atau semakin memburuknya ruam kulit)
  • Kelainan fungsi saraf atau otak (kejang atau psikosa)
  • Hasil pemeriksaan darah positif untuk antibodi antinuklear
  • Kelainan imunologis (hasil positif pada tes anti-DNA rantai ganda, tes anti-Sm, tes antibodi antifosfolipid; hasil positif palsu untuk tes sifilis)
  • Kelainan darah
    - Anemia hemolitik atau
    - Leukopenia (jumlah leukosit <4000 sel/mm?) atau
    - Limfopenia (jumlah limfosit < 1500 sel/mm?) atau
    - Trombositopenia (jumlah trombosit <100.000/ mm?).
Pemeriksaan untuk menentukan adanya penyakit ini bervariasi, diantaranya:
  • Pemeriksaan darah
    Pemeriksaan darah bisa menunjukkan adanya antibodi antinuklear, yang terdapat pada hampir semua penderita lupus. Tetapi antibodi ini juga juga bisa ditemukan pada penyakit lain. Karena itu jika menemukan antibodi antinuklear, harus dilakukan juga pemeriksaan untuk antibodi terhadap DNA rantai ganda. Kadar yang tinggi dari kedua antibodi ini hampir spesifik untuk lupus, tapi tidak semua penderita lupus memiliki antibodi ini.
    Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar komplemen (protein yang berperan dalam sistem kekebalan) dan untuk menemukan antibodi lainnya, mungkin perlu dilakukan untuk memperkirakan aktivitas dan lamanya penyakit.
  • Ruam kulit atau lesi yang khas
  • Rontgen dada menunjukkan pleuritis atau perikarditis
  • Pemeriksaan dada dengan bantuan stetoskop menunjukkan adanya gesekan pleura atau jantung
  • Analisa air kemih menunjukkan adanya darah atau protein
  • Hitung jenis darah menunjukkan adanya penurunan beberapa jenis sel darah
  • Biopsi ginjal
  • Pemeriksaan saraf.

PENGOBATAN
Jika gejala lupus disebabkan karena obat, maka menghentikan penggunaan obat bisa menyembuhkannya, walaupun diperlukan waktu berbulan-bulan. Penyakit yang ringan (ruam, sakit kepala, demam, artritis, pleuritis, perikarditis) hanya memerlukan sedikit pengobatan. Untuk mengatasi artritis dan pleurisi diberikan obat anti peradangan non-steroid. Untuk mengatasi ruam kulit digunakan krim kortikosteroid.

Untuk gejala kulit dan artritis kadang digunakan obat anti malaria (hydroxycloroquine).Jika penderita sangat sensitif terhadap sinar matahari, sebaiknya pada saat bepergian menggunakan tabir surya, pakaian panjang ataupun kacamata. Penyakit yang berat atau membahayakan jiwa penderitanya (anemia hemolitik, penyakit jantung atau paru yang meluas, penyakit ginjal, penyakit sistem saraf pusat) seringkali perlu ditangani oleh ahlinya. Untuk mengendalikan berbagai manifestasi dari penyakit yang berat mungkin bisa diberikan kortikosteroid atau obat penekan sistem kekebalan. Beberapa ahli memberikan obat sitotoksik (obat yang menghambat pertumbuhan sel) pada penderita yang tidak memberikan respon yang baik terhadap kortikosteroid atau yang tergantung kepada kortikosteroid dosis tinggi.

PROGNOSIS
Beberapa tahun terakhir ini prognosis penderita lupus semakin membaik, banyak penderita yang menunjukkan penyakit yang ringan. Wanita penderita lupus yang hamil dapat bertahan dengan aman sampai melahirkan bayi yang normal, tidak ditemukan penyakit ginjal ataupun jantung yang berat dan penyakitnya dapat dikendalikan. Angka harapan hidup 10 tahun meningkat sampai 85%. Prognosis yang paling buruk ditemukan pada penderita yang mengalami kelainan otak, paru-paru, jantung dan ginjal yang berat.

Baco Salengkapnyo...