Entri Populer

Samarajiwa. Diberdayakan oleh Blogger.

Kata-Kata Gombal dan Lucu Terbaru 2012



Kata-Kata Gombal dan Lucu Terbaru 2012 - Hallo balik lagi di FahMibLog's kali ini akan membahas tentang Kata-Kata Gombal dan Lucu Terbaru 2012, wahaha pasti gombal-gombal dan lucu-lucu ya, ok langsung saja simak Kata-Kata Gombal dan Lucu Terbaru 2012 dibawah ini :

Abang :Neng, Bapak kamu Tukang mie ayam ya?
Eneng :Kok tau bang?
Abang :Iya soalnya aku kemaren beli terus lupa bayar hahahaha...
Eneng :@(*(#Y&*!&$*(#!)#*@&$.

Abang :Neng, Bapak Kamu Polisi ya?
Eneng :Iya bang, kok tau?
Abang :Iya kemaren abang pergi eh ngeliat Bapak kamu lagi tiduran dijalanan.
Eneng :Itu sih namanya Polisi tidur bang *#(*$#&(&@(&%(*# ...

Abang :Neng, Bapak kamu tukang Bangunan ya?
Eneng :Kok tau bang?
Abang :Iya karena kamu telah mengecor hatiku untuk wanita lain.
Eneng :Abang bisa aja (cengengesan).

Abang :Bapak kamu, tukang Nasi Goreng ya neng?
Eneng :Kok abang tau?
Abang :Iya karena kamu telah memberikan banyak rasa di dalam hidup abang.
Eneng :Ihhh abang genit >,<

Abang :Neng, bapak kamu Supir taksi ya?
Eneng :Kok tau bang?
Abang :Iya abang tau, soalnya kemaren abang liat Bapak kamu kena tilang.

Abang :Neng, bapak kamu tukang cendol ya?
Eneng :Kok tau bang?
Abang :Iya abang tau, soalnya Cendolnya kaga enak neng.
Eneng :)(#*%(@)*(%)@*#!@/ ...

Abang :Neng, bapak kamu guru ya?
Eneng :Kok abang tau sih?
Abang :Iya soalnya abang sering diomelin sama bapak kamu.

Abang :Neng, neng... bapak kamu pilot ya?
Eneng :Kok tau bang?
Abang :Iya abang tau, bapak kamu tuh hebat bisa jadi Pilot, Guru, Tukang Cendol, Supir Taksi, Tukang bangunan sama Tukang mie ayam.
Eneng :*(#*$@&(%#(@&($ ...

Hahaha gimana lucu kan? Demikianlah sedikit ulasan saya yang mengenai Kata-Kata Gombal dan Lucu Terbaru 2012, semoga dapat berguna dan bermanfaat.

Baco Salengkapnyo...

Menulis Al-Quran Merangsang Kecerdasan Otak



Menulis Al-Quran memiliki nilai ibadah tinggi di mata Allah SWT. Menulis kitab suci yang disampaikan Nabi Besar Muhammad SAW ini juga mampu merangsang kecerdasan otak, dan mempertajam kepedulian hati nurani, terlebih di kalangan anak-anak.
Lembaga Ar-Rahman Qur’anic Learning Islamic Center (AQLIC) pun mendorong mewujudkan gerakan menulis Alquran. “Kami berharap umat Islam memahami bahasa Arab dan mampu menulis Alquran secara fasih. Menulis Alquran akan mampu merangsang dan mencerdaskan otak serta memiliki nilai ibadah lebih tinggi di mata Allah SWT,” kata pimpinan AQL, Ustaz Bachtiar Nasir saat meluncurkan Ar-Rahman Qur’anic Learning Islamic Center (AQLIC) di Jakarta, Rabu.
Bachtiar yang juga inisiator pendiri Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), mengatakan, jika umat Islam paham dan mampu menulis Al Qur’an dengan fasih tentu ribuan khasanah klasik Islam juga akan mudah dipahami dan ditelusuri isinya.
“Gerakan menulis Alquran (ImanQu) sasarannya untuk merangsang umat Islam agar mampu menulis Alquran sampai khatam. Hal ini dilatarbelakangi ada sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat berkualitas, sahabat tersebut bersama Nabi Muhammad SAW tidak hanya menghapal tapi juga menuliskan Alquran sampai khatam,” katanya.
Menurut Bachtiar, latar belakang lainnya terbitnya program ImanQu terinspirasi sewaktu kuliah di Madinah ada kenalannya seorang profesional asal London yang mendalami pendidikan Islam. Dia bercita-cita ingin menulis Alquran selama 30 hari hingga khatam di Masjidil Haram. “Profesor tersebut yang kerap menulis artikel internasional berujar, bahwa menulis Alquran merupakan tesis terbaik dirinya yang akan diwariskan kepada anak cucunya kelak,” ujarnya.
Bachtiar mengaku khawatir dengan adanya sekulerisasi dan latenisasi yang menyebabkan banyak umat Islam tidak paham Alquran dan bahasa Arab.
Bachtiar mengatakan dari pengamatannya sejak 2006, dapat disimpulkan saat ini dari mayoritas muslim di Indonesia, hanya sekitar 2 persen di antaranya yang benar-benar mampu membaca Alquran, memahami dan mengkaji isi kandungannya.
Dia mengharapkan, lembaga AQLIC akan menjadi Islamic Center terbaik di Indonesia menuju dunia. Menurutnya, AQLIC mengembangkan 5 pilar peradaban yaitu ibadah, iptek, sosbud, kesehatan dan kemanusiaan, ekonomi dan kewirausahaan. Hal ini diaplikasikan dalam berbagai program dan kelas tadabbur, Islamic studies dan berbagai kegiatan di unit bidang pendidikan dakwah, pendidikan, sosial, kaderisasi dan juga ekonomi kewirausahaan,” demikian Bachtiar Nasir.
Bachtiar mengaku khawatir dengan adanya sekulerisasi dan latenisasi yang menyebabkan banyak umat Islam tidak paham Alquran dan bahasa Arab. (aby)
Teks impinan AQL, Ustaz Bachtiar Nasir saat meluncurkan Ar-Rahman Qur’anic Learning Islamic Center (AQLIC) di Jakarta, Rabu. (aby)

Baco Salengkapnyo...