Entri Populer

Samarajiwa. Diberdayakan oleh Blogger.

Berikan yang terbaik

Apapun yang akan terjadi besok masih lah merupakan sebuah misteri. Kita dituntut agar waspada dan lebih bijaksana dalam mengelola waktu kita yang ada. Ingat waktu tidak akan bisa diputar kembali. Sekali waktu berjalan maka cukup kali itu saja moment tersebut akan berlangsung. Hasilnya di kemudian hari hanyalah tersisa penyesalan belaka.

Semuanya itu disadari John pada saat dia sedang termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu.



Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham. Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 2 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru.
Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri. Dia berkata dengan suara manjanya,

"Papa lihat !"

John menengok kearahnya dan berkata, " Wah, buku baru ya ?"

"Ya Papa!" katanya berseri-seri, "Bacain dong !"

"Wah, Ayah sedang sibuk sekali,Ayah tidak punya waktu, jangan sekarang yah", kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya.

Magy hanya berdiri terpaku disamping John sambil memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali:

"Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy".
Dengan perasaan agak kesal John menjawab: "Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya."

" Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa, "katanya sendu. " Lihat Papa,gambarnya bagus dan lucu."

" Lain kali Magy, sana ! Papa sedang banyak kerjaan." John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi.
Waktu berlalu, Magy masih berdiri kaku disebelah Ayahnya sambil memegang erat bukunya. Lama sekali John mengacuhkan anaknya.

Tiba-tiba Magy mulai lagi:
"Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti bagus! Papa pasti akan suka."

"Magy, sekali lagi Ayah bilang: Lain kali!" dengan agak keras John membentak anaknya.
Hampir menangis Magy mulai menjauh, "Iya deh, lain kali ya Papa, lain kali."

Tapi Magy kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut tangannya, menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata : "Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Magy, baca saja untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Magy juga bisa ikut dengar." John hanya diam.

Kejadian pada waktu 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran John. John teringat akan Magy yang dengan penuh pengertian mengalah. Magy yang baru berusia 2 tahun meletakkan tangannya yang mungil di atas tangannya yang kasar mengatakan: "Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Magy bisa ikut dengar."

Dan karena itulah John mulai membuka buku cerita yang diambilnya, dari tumpukan mainan Magy di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak terlalu baru,sampulnya sudah mulai usang dan koyak.

John mulai membuka halaman pertama dan dengan suara parau mulai membacanya. John sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat sangat penting. Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh putrinya di jalan depan rumah. John terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin, cukup keras bagi Magy untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir. Mungkin...

"Lakukan sesuatu untuk seseorang yang anda kasihi sebelum terlambat, karena sesal di kemudian waktu tidak akan ada gunanya lagi. Lakukan sesuatu yang manis untuk orang-orang yang kamu kasihi dengan waktu yang anda punya"

___________________________________
You will see a lot of thing but
they will mean nothing to you
If you lose sight of the thing you love



Share/Save/BookmarkSubscribe

Baco Salengkapnyo...

We Create Our Life


Menangislah sejadi-jadinya dalam semalam..
Karena esok harus mulai merintis masa depan..

Tidaklah mungkin bagi manusia untuk hidup tanpa menghadapi masalah dan kesedihan. Dan tidak ada pula manusia yang dilahirkan dalam bentuk “PERFECT”. Sepintar-pintarnya atau setampan-tampannya dia pasti tetap memiliki kecacatan (imperfect).


Kebanyakan orang mengalami stress yang amat sangat begitu menghadapi masalah, karena mereka beranggapan bahwa hidup itu bebas dari masalah, Padahal sesungguhnya dengan adanya masalah dan kesedihan, orang-orang dapat bertahan hidup dan menciptakan masa depannya, dan karena ada masalah jugalah seseorang baru dapat menghargai hidupnya. Keinginan bebas dari masalah tentu diinginkan banyak orang, termasuk juga saya dan Anda sekalian :)

Tetapi apakah hidup kita bisa demikian? Tanpa masalah? Tentu tidak donk.. ”Life Is Not Flat”. Hidup kita tidak sedatar layar televisi LCD atau Plasma, juga tidak sedatar kaya jendela. Hidup penuh dengan lika-liku, demikian pula masa depan kita penuh suka dan duka.
Bila kita melihat masalah tersebut sebagai sebuah keindahan. Maka hidup kita akan indah, tetapi bila kita melihat masalah sebagai penderitaan yang amat sangat penuh bebas, maka hidup ini pun serasa di neraka dan terasa penuh beban hidup.

Ada sebuah cerita tentang teman kantorku yang begitu luar biasa. Seperti biasa kami masuk kerja jam 8. Di kantor ada wakil pimpinan yang suka uring-uringan dan terkadan lampiasin ke karyawan yang lain ( kita sebut saja si X) . Pagi-pagi temanku datang udah kena semprot si X yang sedang uring-uringan.

Yah tentu saja kita bisa bayangin betapa dongkolnya hati kita kalau misalnya kita dimarahin tanpa sebab dan alasan yang jelas. Sesampainya di lantai atas kantor tempat aku bekerja, dia pun cerita tentang seluk beluk peristiwa nya. Sampai ada sebuah celotehnnya yang membuat aku sangat tertarik yaitu saat temanku mengatakan “ Jangan membiarkan omelan dari dia (red si X) membuatku bad mud dan merusak hari-hariku yang bahagia ini".

Sungguh luar biasa, dia dapat mengubah dari suatu masalah menjadi suatu faktor pendorong yang dapat memicu agar dia menjadi lebih giat dan semangat dalam bekerja. Dia dapat mengubah energi negatife yang dia terima menjadi energi positif, dimana omelan yang dia terima dapat dia redam tanpa melampiaskan lagi ke orang lain. Kalau dilampiasin lagi kan jadinya energi negatif menjadi energi negatif lagi :)

Jangan karena satu masalah dan kita membuat masalah yg baru,
Jangan karena satu masalah membuat kita menderita selamanya,
Jadikan masalah sebagai tantangan untuk diselesaikan, jadikanlah masalah sebagai batu loncatanmu untuk sebuah kesuksesan.
Bila lari dari masalah sesungguhnya didepan sana masalah yang lebih besar akan menghadang dirimu…
Bila tidak lari dari masalah, maka bila ada masalah yang timbul lagi kemudian, setidaknya kau sudah jauh lebih kuat, lebih tegar dan lebih bijak dalam melihat semua duduk permasalahannya.
____________________________________
“Sungguh mudah untuk merasa senang
Bila hidup mengalun bagaikan nada
Tetapi manusia yang berharga
Adalah dia yang dapat tersenyum
Ketika hidup sedang suram”
____________________________________
Jadi, mau dibawa kemana hidup dan masa depan kita ini? kita sendiri yang menentukannya..


Share/Save/BookmarkSubscribe

Baco Salengkapnyo...

Be A Candle Light


Ada sebuah cerita motivasi dibawah ini. Silahkan dibaca dan diambil kesimpulannya. Seorang pemuda tersesat saat ia melalui sebuah hutan lebat yang dipenuhi semak belukar. Lalu, ia dihadapkan dengan gajah besar yang mulai mengejar dirinya. Dia berlari terus dan akhirnya melihat sebuah sumur tua. Dia kemudian berpikir mungkin sumur tua tersebut adalah tempat yang aman baginya untuk bersembunyi. Dia mengintip kedalam dasar sumur tua tersebut dilihatnya ada seekor ular.
Karena tidak ada pilihan lain, makanya dia memilih bergelantungan sebentar pada akar tumbuhan berjalar sampai gajah itu pergi. Tak disangka ada dua ekor tikus (tikus berwarna putih dan hitam) mulai menggigiti akar tumbuhan berjalar tersebut, dia pun menjadi cemas karena tak ingin sampai jatuh ke dasar sumur dan juga dia belum bisa naik ke atas sumur karena masih ada gajah besar di sana.

Diatas sumur tersebut terdapat sebuah pohon, pada salah satu dahan pohon tersebut terdapat sarang lebah yang penuh madu. Madunya pun menetes jatuh ke muka pemuda tersebut. Si pemuda terlalu serakah dan dia mulai menikmati setiap tetesan madu yang jatuh. Lalu seorang pria pun melintas di dekat sumur tersebut dan mendengar suara dari dalam sumur, dia pun mendekat dan menawarkan bantuan pada pemuda tersebut untuk membantu mengeluarkannya dari sumur itu. Namun karena rasa madu tersebut yang begitu nikmat dia pun menolak bantuan dari pria tersebut dan juga mengabaikan keadaan berbahaya yang dia alami.



Dalam cerita diatas mungkin dapat kita uraikan sebagai berikut :
Gajah disini melambangkan kematian. Kematian selalu mengikuti kita dan membuat kita menjadi tidak bahagia. Kita sebagai seorang manusia selalu dikejar-kejar kematian. Kematian pun selalu ada disekeliling kita. Kalau kita ceroboh sedikit saja dapat berakibat fatal baik bagi masa depan kita maupun orang lain.
Maka dari itu peran gajah disini memotivasi kita untuk menghargai hidup kita ini dengan menjadi pelita bagi sesama. (Be a Light Candle For The Other)

Ular disini melambangkan usia tua. Lambat laun kita pasti akan menjadi tua. Sampai saat ini saja apakah semua harapan dan cita-cita kita buat masa depan kita telah dapat kita wujudkan?
Gag usah semua deh, didiskon ajah menjadi ¾ harapan atau mungkin ½ nya saja. Absolutely not, umur kita yang relatif masih muda adalah masa yang sangat krusial buat masa depan kita. Jika kita dapat mampu mewujudkan harapan pada saat kita masih muda, tentunya juga kita mempunyai banyak waktu untuk menikmatinya. Maka dari itu selagi masih muda, kita berusaha memotivasi diri sendiri menyicil sedikit demi sedikit pengalaman, kepandaian, dan kemampuan yang tentu akan menunjang kesuksesan masa depan kita.
Atau kita hanya dapat mengikuti jalannya waktu, dimana umur yang semakin bertambah tetapi tidak diselingi dengan bertambahnya pengalaman, kebijaksanaan, dan kepandaian..

Akar tanaman berjalar melambangkan kehidupan kita sebagai seorang manusia. Dimana kita juga akan mengalami ups and down ( kesenangan dan kesedihan)

Dua ekor Tikus menggambarkan siang dan malam. Dan dua ekor tikus yang menggerogoti akar tanaman tidak lain adalah laksana siang dan malam di dalam kehidupan manusia. Dari detik pertama kita dilahirkan ke dunia ini, pergantian siang dan malam terus memperpendek usia kita.

Pemuda ibarat seperti seseorang yang mempunyai peran penting dalam masa depan kita yang terkadang terlewatkan begitu saja. Seorang baik hati yang datang untuk memberikan bantuan,dorongan,amupun motivasi guna membawa kita ke jalan yang benar.
Atau mungkin dapat juga kita kategorikan peluang dalam hidup kita yang terbuang begitu saja. Yang peluang tersebut takkan terulang kembali.
Contoh : Peluang usaha menjanjikan yang sudah di depan mata seringkali kita abaikan. Kita lebih suka bersantai-santai dan bersenang-senang.
Ataupun peluang kita mendapatkan pasangan hidup yang cantik/ganteng tetapi kita lewatkan begitu saja karena kita tidak berani mengungkapkan dan melakukan follow up J

Madu adalah kesenangan duniawi yang terus menggoda kita. Dikategorikan menjadi 2 jenis madu.
Madu yang merusak dan madu yang menghambat.
Salah satu contoh madu yang merusak yaitu terjerumus kedalam narkotika. Sedangkan madu yang menghambat yaitu sifat malas yang ada pada setiap manusia.
Tentu saja dari cerita diatas si Pemuda akan dimakan oleh yang namanya usia. Saat dia sedang bersantai,berhura-hura yang kurang bermanfaat, disaat itu pula dia akan dimakan usia.

Dari cerita diatas memotivasi kita memanfaatkan waktu kita sebaik mungkin dengan kegiatan bermanfaat, memang benar jika kita masih muda maka masa depan kita masih panjang. Tapi apakah harapan orang tua kita yang ingin melihat anaknya sukses, bisa diiringi dengan kemalasan dan sifat suka menunda kita???
Tentu tidak karena semakin kita menunda maka semakin tua diri kita dan juga semakin tua orang tua kita.

(Be a Light Candle For The Other)

Share/Save/BookmarkSubscribe

Baco Salengkapnyo...

Masa Depan adalah Rahasia Kehidupan


Ada cerita sekelompok semut yang sedang bekerja sama mengangkut sepotong roti, dan juga seekor semut yang mengangkut sepotong roti juga. Kedua roti tersebut memiliki berat yang sama. Sekelompok semut tersebut dapat mengangkut roti tanpa berkeringat dan sambil bersiul-siul. Seekor semut tersebut beda pula, semut itu justru kesulitan,kecapekan dan jatuh pingsan. Dalam hidup diperlukan kerjasama dengan orang lain, tidak ada yang superior tapi adanya yang tahu dan bisa lebih dahulu.

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh orang yang meng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan
tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, pelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik .

Ada seorang anak melakukan magang kerja di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di
toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Pegawai-pegawai lainnya menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah pemilik sepeda mengambil sepedanya,
anak tersebut di tarik untuk bekerja di perusahannya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah,jadilah orang yang punya inisiatif dan kemauan.


Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur". Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang
membina anakku". Ternyata membina masa depan seorang anak bukanlah hal yang sulit, cukup membiarkan dia rajin bekerja .


Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara
mencarinya?". Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah". Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam". Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi ".
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana". Ternyata jalan menuju keberhasilan masa depan sangat gampang, lakukan segala
sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, tanpa kenal putus asa.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku".
Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah". Beberapa hari kemudian katak sawah menjenguk katak pinggir jalan dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, berusaha menghindari kemalasan. Dan janganlah takut untuk berinovasi dan mengalami perubahan dalam hidup kita, karena hal itu akan membuat kita mendapat betapa berharganya pelajaran hidup. Dan itu justru akan membuat kita makin kuat bukan lemah

Seorang pria termenung di tepi pantai, dia melihat betapa luas dan indahnya laut. Akhirnya dia mencoba mengambil kanvas dan menggambar pemandangan laut itu. Dia menggambarkan adanya Hujan Badai dan angin sepoi-sepoi, dan ada sebuah perahu kayu yang terombang ambing di lautan. Sepertinya ingin mencapai sebuah pulau yang terletak di ujung gambar tetapi masih terlihat samar-samar.
Laut = Mencerminkan hidup kita sendiri yang perjalanannya masih sangat panjang. Laut juga mencerminkan adanya kemampuan yang tak terbatas didalam diri kita sendiri, kecuali pikiran kita sendiri yang membatasinya.
Hujan Badai = gangguan-gangguan/hambatan-hambatan yang seringkali muncul di dalam kehidupan kita.
Angin Sepoi-sepoi = orang-orang istimewa di dalam hidup kita yang selalu ada di ‘samping’ kita dan memberikan motivasi,dukungan,bantuan,dan nasehat.
Perahu kayu = diri kita sendiri yang sedang menjalani kehidupan.
Pulau = Refleksi atas tujuan hidup kita yang masih samar-samar, walaupun tidak tertutup kemungkinan kita akan dapat menggapai tujuan hidup kita tersebut.

~Never Late For Learning~


Share/Save/Bookmark

Baco Salengkapnyo...

Kekuatan Pikiran & Refeksi Hidup Manusia

Dibawah ini ada sebuah gambar,coba teman-teman semua pelototin kira-kira gambar apaan yah.



==========================================================
Pasti ada yang melihat gambar itu seperti gambar wajah nenek-nenek yang udah tua dan keriput

Eh ada pula yang melihat itu seperti gambar wajah putri mahkota yang cantik jelita.

Coba amati lagi gambar tersebut,mungkin Anda sedang mengantuk jadi salah melihat gambarnya, atau mungkin Anda belum memasang kacamata Anda.

Jadi sebenarnya apa sih yang terlihat dari gambar tersebut.


Jawabannya mudah sebenarnya gambar itu memiliki 2 bentuk tetapi hanya dalam posisi yang berlawanan. Kalau Anda perhatikan baik-baik ternyata gambar itu sama kok.
Coba Anda bandingkan gambar diatas dengan gambar dibawah ini.



Jadi apakah mata Anda salah atau gimana sih sebenarnya???


Mata Anda tentu saja masih bagus,tenang ajah. Gambar tersebut ibarat cermin yang menunjukkan bagaimana pikiran kita bekerja dan tiap manusia memiliki pandangan yang berbeda terhadap suatu hal.
Dari gambar diatas juga merefleksikan kepada kita tentang bagaimana realita hidup ini ( ada yang muda,tua,cantik,jelek,pintar,kaya,miskin,dsb).
Mengingatkan kita pada dua sisi uang logam. Yang tidak terelakkan jika kita melemparkan uang logam, maka diantara kedua sisi tersebut lah yang akan muncul.


Manusia mempunyai pola pikir dan pola pandang yang berbeda-beda terhadap apa yang terjadi pada dirinya. Ada yang melihat suatu hal secara positif, dan ada pula yang melihatnya dai sudut pandang yang negatif.
Sebuah kisah yang mungkin kita bisa ambil pelajaran. Si Asep dan Si Dadang mempunyai pekerjaan yang sama yaitu sebagai pemulung.




Suatu ketika saya bertanya pada Asep "Sep, Apa yang sedang kamu kerjakan???". Dia menjawab dengan penuh rasa negatif dan pesimis "Aku tiap hari kerjaanya hanya mengumpulkan sampah, betapa menderita dan sengsaranya diriku".
Lalu saya pun bertanya kepada temannya yang bernama Dadang dengan pertanyaan yang sama pula. Ajaibnya si Dadang mempunyai pemikiran yang sangat luar biasa. Dengan mantap dan penuh percaya diri dia menjawab "Aku sedang mengumpulkan sampah. Aku membantu mendaur ulang sampah-sampah bekas ini, karena melalui perantaraku lah pabrik-pabrik dapat mendapatkan bahan untuk di daur ulang. Dan aku juga lah yang mencoba menciptakan kota Jambi yang bersih."


Dari kisah diatas kita tidak dapat mengatakan si Asep salah karena begitu pasrah pada kehidupan, keduanya benar kog.
Dalam hidup kita tentu saja kita sering dihadapkan pada berbagai macam persoalan hidup dan masalah-masalah tersebut akan menyangkut masa depan kita ke depan. Kita dapat menghadapi masalah yang terjadi pada hidup kita dengan tenang atau dengan sembrono itu sah-sah saja. Tapi, dengan konsekuensi dampak dari perbuatan kita tersebut di masa depan.


Kedua pemulung tersebut pun memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyikapi rahasia masa depan dan kehidupannya.
Cara Pertama Anda bisa mengambil hikmah dan menjadikannya pengalaman berharga dari setiap masalah yang ada. Mencoba bertahan sekuat mungkin dalam menghadapi cobaan sampai keadaan tak mendukung lagi sehingga kata "Give Up" terlontar dari mulut Anda, atau Anda dapat mengikuti cara satunya lagi dengan cara menghujat setiap masalah yang ada dan menganggap itu suatu kemalangan dan ketidakadilan hidup yang takkan bisa kita selesaikan.


Emang benar bahwa menghujat dan berfikir negatif adalah hal termudah daripada kita mengambil tindakan (take action) dari masalah yang terjadi. Hal yang juga aku dapat rasakan tiap kali ada masalah. Tapi perlu kita ingat bahwa jika tiap kali kita melakukan hal tersebut. Itu akan membuat situasi menjadi lebih buruk, semakin sulit diatasi dan lebih berat dari keadaan sebenarnya. Dan akan membuat orang disekitar anda akan merasa tertekan dan tidak nyaman, dan mengurangi kesempatan anda untuk menyelesaikan secara efektif dan ‘kepala dingin’. Hal lainnya seperti rujukan buku ‘The Secret’ karangan Rhonda Byrne dan banyak psikolog mengatakan bahwa dengan kita sering menjejali pikiran kita dengan sikap pesimis dan negatif akan membuat Alam dan dewi fortuna seakan-akan semakin menjauhi kita. Hal itu akan membuat mindset kita menjadi mindset pesimis akan hidup dan masa depan kita. Pikiran kita mempunyai daya tarik pada alam sesuai dengan apa yang kita pikirkan.


So gimana jika kita bersama-sama mencoba belajar membangun mindset positif terhadap kehidupan dan masa depan. Karena tiap manusia itu ‘unik’ dan mempunyai rahasia masa depan yang musti di gali dari dalam dirinya. Mari kita menyikapi masalah dan kemunduran bukan sebagai kegagalan, tetapi mari kita berpikir jernih dengan menganggap saat mengalami kemunduran adalah saat kita kembali melihat ke dalam diri (introspeksi) dan saatnya untuk melihat lebih jelas pandangan jauh ke depan. "Beberapa langkah mundur tapi untuk melesat ke depan"



Share/Save/Bookmark

Baco Salengkapnyo...

Lentera Hati

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin.
Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin. Sambil menceritakan bagaimana rahasia ayahnya dapat sesukses ini dan memiliki masa depan yang sangat lebih dari cukup.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya. "Bagaimana perjalanan kali ini?"
"Wah, sangat luar biasa Ayah"

"Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya.
"Oh iya" kata anaknya

"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.
Kemudian si anak menjawab.
"Saya saksikan bahwa :


Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.
Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.
Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.
Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.
Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.
Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.
Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.
Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi."

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita."

Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya.
Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain.
Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang. Bagaimana kita menyikapi hidup ini karena hidup ini menyimpan banyak sekali rahasia masa depan yang terpendam. Misteri itu masih menunggu untuk digali menggunakan potensi yang ada dalam diri kita.


Baco Salengkapnyo...

WORTEL, TELUR DAN KOPI

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan
menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak
tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah
untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul
masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Dengan bijak dia menunjukkan suatu rahasia pada anaknya. Ia mengisi
3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh
wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh
kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa
berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar,
memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit,
sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di
mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain,
dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.


Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat,
nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya
mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan
merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya
mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia
mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya
memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi
dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti
semua ini, Ayah ?"

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah
menghadapi 'kesulitan' yang sama, melalui proses perebusan, tetapi
masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel sebelum
direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus,
wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah.
Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi
setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami
perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi
merubah air tersebut.

"Kamu termasuk yang mana ?," tanya ayahnya. "Ketika
kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu
wortel, telur atau kopi ? "Apakah kamu adalah wortel yang
kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan,
kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu."

"Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati
lembut ? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian,
patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan
kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan
keras dengan jiwa dan hati yang kaku ?"

"Ataukah kamu adalah bubuk kopi ? Bubuk kopi merubah air
panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya
yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai
suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat." "Jika kamu seperti bubuk
kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi
semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik."

Itulah nasehat bijak dari ayahnya. Hal itu juga pastinya berhubungan dengan diri kita semua. Apakah kita memiliki semangat gigih dalam menghadapi suatu masalah. Semuanya ditentukan oleh diri kita sendiri untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.

"Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu
menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri …".



Baco Salengkapnyo...