Entri Populer

Samarajiwa. Diberdayakan oleh Blogger.

Bakat Sebagai Jalan Sukses




Sumber dan Artikel Top







My Social Blogs
Kenal dong sama Tukul Arwana?
Pembawa acara sekaligus pelawak di salah satu TV swasta ini, dengan bakat yang dimiliki bisa meraih sukses sebagai salah satu entertainer dengan honor tinggi. Dia bisa memanfaatkan kekuatan yang ada semaksimal mungkin dengan cara menggali dan mengasah bakat-bakatnya, sehingga keterbatasannya menjadi tidak lagi relevan. Bisa dikatakan, Tukul sudah menemukan jalan menuju kesuksesannya. Apakah kita ingin menemukan jalan sukses? Pastinya semua orang berkeinginan untuk menjadi orang sukses, walaupun mungkin kita sendiri belum tahu betul dan belum jelas kesuksesan apa yang diharapkan.

Banyak buku yang menjabarkan cara meraih kesuksesan, tetapi tidak banyak yang memberikan penjelasan mengenai jalan seperti apa yang harus dilalui untuk menuju kesuksesan.

Salah satu cara untuk mengetahui jalan kesuksesan adalah dengan menemukan bakat (talent) yang dimiliki. Perpaduan antara bakat bersama ilmu dan ketrampilan serta lingkungan, akan mengarahkan seseorang dalam menemukan kekuatan (strength) dirinya, sehingga ia akan lebih mudah mencapai kesuksesan.

PENERAPAN BAKAT SEBAGAI STRENGTH




Pernahkah suatu kali kita terkesan dengan penampilan teman? Lalu kita berkomentar menyanjung-nyanjung teman kita itu? "Kok, gimana dia bisa ya?", atau "Wah, dia luwes banget ya".

Komentar-komentar ini biasanya terlontar saat kita menyaksikan sesuatu yang hebat, yang membuat kita merasa hal itu tidak mungkin dapat kita lakukan. Seolah-olah kita berkata, "Hal itu mudah bagi dia, tapi tidak mungkin bagiku". Ternyata pikiran itu salah besar, karena segala sesuatu bisa dilakukan dengan cara membangun, mengungkapkan dan mencurahkan pikiran, perasaan, dan perilaku secara alami, dengan menampilkan diri kita apa adanya. Inilah yang disebut dengan bakat.

Jika seorang customer service yang dituntut berperilaku ramah setiap saat, yang berusaha membantu menyelesaikan masalah yang dialami pelanggan, maka ia akan sangat handal melakukan pekerjaan itu karena sudah memiliki keterampilan dan pengetahuan. Kemudian keterampilan dan pengetahuan itu diaktualisasikan sehingga dengan cepat ia akan sangat terampil menghadapi pelanggan. Ia sudah tahu apa yang akan disampaikan pelanggan bahkan sebelum mereka mengatakannya, dan ia akan dengan mudah menyelesaikan masalah yang mereka sampaikan.

Mau tahu lebih jauh soal bakat?
Silakan baca selanjutnya "Proses Menemukan Bakat" bagi anda, klik disini.
Sumber: Talents Mapping




KENALI BAKAT ANDA
YOUR MAP TOWARD SUCCESS!

Hati-hati dengan agen yang nakal.
Hubungi Sinergi Consulting : Jl. Sudirman 2, Jakarta-Pusat, di nomor ini o8129323182
untuk mendapatkan harga khusus.

Baco Salengkapnyo...

Pentingnya Bakat


Sumber dan Artikel Top







My Social Blogs
Kenapa kita perlu mengenali bakat….??
Tentu Penting, karena bakat adalah unsur dasar potensi dalam diri untuk mewujudkan sebuah prestasi. Nah, agar prestasi yang dicapai bisa lebih optimal, maka dibutuhkan hal lain yaitu keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Perpaduan antara ketiganya kemudian disebut sebagai kekuatan (Strength).

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berinteraksi dengan berbagai perilaku orang. Perilaku-perilaku itu acap kali kita anggap sebagai dikotomi positif dan negatif. Lain perilaku, lain pula dengan bakat (talent). Dalam sudut pandang bakat, semua bakat adalah positif.

Berbeda dengan perilaku, jika ada perilaku negatif, maka tidak ada bakat negatif, karena bakat selalu positif. Jadi, tidak benar kalau kita berkata ada bakat malas, bakat penakut, bakat bodoh, bakat tidur, bakat nyontek, karena itu semua adalah perilaku.

Dalam keseharian kita juga menemui adanya kelemahan dan kekuatan. Kecenderungan yang dimiliki oleh sebagian (besar) dari kita adalah memperbaiki kelemahan (dikenal dengan istilah Defisit approach/Pendekatan kelemahan) daripada mengembangkan kekuatan (dikenal dengan istilah Strength approach/Pendekatan kekuatan). Tetapi kita sendiri sebenarnya belum memahami arti kelemahan.

”Kelemahan” berbeda dengan ”keterbatasan”. Kelemahan adalah hasil dari hasil pengalaman, yang berkaitan dengan kemampuan dan pengetahuan, sementara keterbatasan adalah sesuatu yang sudah melekat secara alami pada diri manusia sejak lahir.

Kita perlu mengenali keterbatasan yang kita miliki agar proses meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam rangka pengembangan diri bisa optimal. Misalnya, keterbatasan manusia adalah tidak bisa terbang. Makanya, kita perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang seluk-beluk penerbangan. Namun, tetap kita tidak akan bisa terbang.

Nah, bagaimana caranya kita bisa mengenali keterbatasan itu? Caranya adalah dengan mengetahui bakat yang kita miliki, sehingga kita bisa secara langsung mengetahui keterbatasan kita. Contoh, jika kita tidak punya bakat menyampaikan ide, pikiran, gagasan kepada orang lain (bakat : Communication), sebaiknya kita tidak mendalami keterampilan dan pengetahuan sebagai orator atau diplomat. Sebaliknya, jika kita berbakat untuk memberikan pelayanan atau memfasilitasi orang lain (bakat : Belief) maka sebaiknya mendalami ilmu-ilmu dan keterampilan yang berhubungan dengan profesi perawat, psikolog, terapis dan sebagainya.

MENGAPA BAKAT?


Dari sudut pandang produktivitas terbukti bahwa mereka yang bekerja sesuai dengan bakatnya akan memberikan produktivitas optimum .

Dari sisi pandang kesehatan terbukti bahwa mereka yang bekerja sesuai dengan bakatnya hidup lebih sehat dan bahagia.

Dari sisi agama, semua agama menganjurkan untuk bekerja / beramal sesuai dengan bakat, pembawaan, potensi dan kekuatannya masing masing.

Dalam dunia kerja, Strength approach berbasiskan pemanfaatan bakat, dewasa ini dikembangkan dalam pengelolaan SDMnya. Penggunaan strength approach didorong oleh kesadaran adanya kekuatan dari masing-masing individu yang sangat penting untuk meningkatkan prestasi kerja.
Begitu pula dalam lingkungan pendidikan, strength approach penting dikembangkan dalam peningkatan prestasi di bidang masing-masing. Jika kita mengenali bakat yang kita miliki, kita akan lebih mudah untuk memilih bidang studi yang tepat. Pada saat seseorang memilih bidang studi yang sesuai dengan bakatnya, ia akan lebih enjoy dalam menyelesaikan studi sehingga dapat mencapai prestasi gemilang.

Jalan Sukses vs Cara Sukses

Untuk mencapai tujuan, maka jalan yang benar lebih penting ketimbang cara yang benar.

Jalan yang benar selalu berkaitan dengan potensi / kekuatan seseorang / organisasi.

Dengan demikian bagi Individu, Bakat merupakan potensi luar biasa yang harus dikenali dan dimanfaatkan.

Mau tahu lebih jauh soal bakat?
Silakan baca selanjutnya "Bakat Sebagai Jalan Sukses" bagi anda, klik disini.

Sumber: Talents Mapping


KENALI BAKAT ANDA
MAKE YOUR STRENGTH WORK FOR YOU!

Hati-hati dengan agen yang nakal. Hubungi Sinergi Consulting : Jl. Sudirman kav. 2, Jakarta-Pusat, di nomor ini o8129323182 untuk mendapatkan harga khusus

Baco Salengkapnyo...