Arsip Blog

Entri Populer

Samarajiwa. Diberdayakan oleh Blogger.

Waspadai, Diet Ketat Memperburuk Suasana Hati

VIVAnews - Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa diet untuk mengurangi kalori sangat berpengaruh pada suasana hati. Mood menjadi tidak baik! Nah, untuk menjaga agar Anda tetap dapat memiliki hari-hari yang menyenangkan, meskipun saat berdiet, sebenarnya bagaimana aturan diet yang tepat seperti dikutip dari Fitness Magazine.

Salah satu responden mengatakan jika dirinya menjadi lebih sering meluapkan
emosi saat seseorang menawarkan makanan atau hanya terlihat makan di hadapannya.
“Saya merasa memiliki bentuk tubuh yang kurang menarik, dan akhirnya memilih untuk melakukan diet ketat untuk itu. Mulai dengan gaya hidup super sehat, olahraga setiap hari untuk membakar kalori, dan mengonsumsi lebih banyak protein. Tetapi, saya menjadi gampang sekali menangis saat melihat suami dan anak saya makan di depan saya,” kata responden itu.

Studi lain yang diterbitkan Journal of Consumer Research juga menuliskan jika seseorang yang hanya mengonsumsi apel untuk program diet, cenderung memilih film yang berbau kekerasan. Film seperti ini memberikan dorongan kepada mereka untuk kemudian melakukan olahraga.

Tapi, sebenarnya Anda bisa menjalankan gaya hidup sehat atau diet sekalipun dengan tetap bahagia. Seperti dikatakan Elizabeth Somer, RD, dalam bukunya Eat Your Way to Happiness, Anda tidak perlu melakukan cara ekstrem untuk mendapatkan tubuh langsing, ada cara yang lebih mudah dan menyenangkan.

Tips pertama untuk keberhasilan membentuk tubuh adalah mengurangi konsumsi makanan dan melakukan lebih banyak olahraga. Beri asupan 1.300 hingga 1.500 kalori per hari, dan buang 500 kalori dengan olahraga.
Pemangkasan kalori yang terlalu banyak meningkatkan serotonin kimia pada otak yang membuat Anda susah tidur dan kesulitan mengontrol kemarahan, demikian hasil dari penelitian Biological Psychiatry.

University of California, San Francisco, juga melakukan studi pada wanita yang hanya mengonsumsi 1.200 kalori setiap harinya, dan menemukan bahwa hormon stres kortisol bekerja lebih aktif, sehingga lebih mudah merasakan stres.

Jika Anda berniat melakukan diet, lakukan secara bertahap dengan mengurangi asupan 50 kalori setiap harinya. Ini memang membutuhkan kesabaran dalam mendapatkan hasil yang diinginkan, namun gula darah, energi, dan suasana hati akan tetap stabil.
Untuk mengimbangi menu diet, tambahkan konsumsi salmon dan macarel yang mengandung lemak sehat serta membantu penurunan berat badan. Tetapi, jika tidak suka ikan, Anda dapat menggantinya dengan almond.

Sumber makanan tersebut banyak mengandung omega-3, asam docosahexaenoic (DHA) dan asam eicosapentaenoic (EPA) yang dapat meningkatkan kemampuan otak serta suasana hati yang lebih baik.

"Sekitar 60 persen dari otak terdiri atas lemak, dan lemak omega-3 sangat penting untuk fungsi neuron yang tepat," kata Drew Ramsey, MD, asisten profesor klinis psikiatri di Columbia University.
Diet rendah karbohidrat juga dikatakan sebagia diet yang paling berhasil membangkitkan rasa marah. Ini karena kurangnya gula yang banyak terkandung pada sumber karbohidrat, seperti nasi. Membatasi karbohidrat pun menghambat kemampuan otak untuk memperbaiki suasana hati.
Hal ini seperti itu diungkapkan dalam Archives of Internal Medicine, bahwa orang-orang yang mengikuti diet rendah karbohidrat memiliki skor lebih tinggi terhadap kemarahan, kebingungan, dan depresi. (art)

0 komentar: