Arsip Blog

Entri Populer

Samarajiwa. Diberdayakan oleh Blogger.

Subhanallah, Rutin Berpuasa Bisa Memperpanjang Umur


Add caption
Faedah lain dari puasa bisa melindungi jantung, sistem peredaran darah, melindungi otak, melawan kanker hingga mengatasi stress.

NEW YORK, Jaringnews.com - Bagi umat Islam, berpuasa adalah salah satu ibadah untuk meningkatkan takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bahkan puasa di Bulan Ramadhan yang datang satu tahun sekali menjadi ibadah wajib bagi umat Muslim. Nah, sekelompok peneliti Amerika Serikat menyimpulkan, sesekali berpuasa ternyata bisa memperkuat daya ingat otak sekaligus menurunkan berat badan. Dan puasa Senin-Kamis yang menjadi puasa sunnah bisa menjadi contohnya.

Untuk mencari faedah puasa, para ilmuwan The National Institutes for Aging melakukan penelitian lewat tikus sebagai kelinci percobaan. Selama penelitian, para peneliti 'memaksa' tikus untuk berpuasa dengan hanya diberi makanan dengan kalori minimum. Hasilnya, menakjubkan, tikus yang berpuasa justru berumur dua kali lebih panjang.

Para peneliti tak berhenti melakukan percobaan, kali ini pada manusia. Dan para peneliti menemukan faedah puasa pada manusia bisa melindungi jantung, sistem peredaran darah dan melindungi otak dari penyakit tua seperti Alzheimer.

"Tidak adanya energi ternyata memperpanjang umur dan melindungi otak serta sistem jantung dari penyakit-penyakit yang biasanya muncul pada masa tua," ungkap Mark Mattson, kepala laboratorium neurosains di NIA sekaligus professor bidang neurosains di John Hopkins University, Baltimore, Amerika Serikat.

Dalam percobaan terhadap sekelompok tikus, mereka hanya diberi makan pada hari-hari tertentu sedangkan kelompok lain diberi makan setiap hari. Kedua kelompok tikus itu boleh makan sebanyak mungkin pada hari-hari tertentu dan ternyata kedua kelompok tidak ada perbedaan dalam jumlah kalori yang mereka makan.

Menurut profesor Mattson, tikus yang puasa ternyata lebih sensitif terhadap insulin dan tak perlu banyak memproduksi hormon itu.

Insulin dalam kadar tinggi biasanya dihubungkan dengan lemahnya otak dan diabetes. Insulin dihasilkan untuk mengendalikan kadar gula setelah makan besar atau makan kecil.

Otak kedua kelompok tikus itu kemudian diteliti dan ternyata kelompok tikus yang puasa memiliki sinapsis otak yang berfungsi lebih baik. Sinapsis otak adalah pertemuan antara sel-sel otak yang mempercepat sel baru serta mencegah stres.

Penelitian sebelumnya menyimpulkan, puasa dapat membantu dalam memerangi kanker. Menurut para peneliti, puasa membuat sel dalam posisi 'survival mode' sehingga lebih mampu melawan stres dan kerusakan akibat kemoterapi.
(Kru / Kru)

0 komentar: